Bangka

Aksi Demo Nelayan Sungailiat Jilid II Desak Pulomas Hentikan Aktifitas Penambangan Pasir

* Tuding Pulomas Langgar Aturan

Foto : Aktifis LSM Peduli Masyarakat Pesisir Sungailiat, Andri Lesmana saat berorasi. (Ian)

BANGKA,SpotBerita – Terhitung belumlah lama menggelar aksi demo di kantor gubernur Provinsi Bangka Belitung (Babel), kini sekelompok massa perwakilan nelayan Sungailiat, Kabupaten Bangka kembali menggelar aksi demo mendatangi kapal pengeruk pasir (Sentana V) yang digunakan untuk kegiatan penambangan PT Pulomas Sentosa di perairan Jelitik, Sungailiat, Senin (12/10/2020).

Aksi demo kali ini dipimpin langsung oleh sekretaris LSM Peduli Masyarakat Pesisir Sungailiat, Andri bersama 12 orang perwakilan nelayan Sungailiat.

Foto : Perwakilan nelayan Sungailiat dengan menumpangi sebuah perahu saat menuju arah perairan Jelitik Sungailiat Bangka. (Ian)

Massa saat menggelar aksi demo dimulai pukul 10.00 WIB dengan menumpangi perahu kecil milik nelayan setempat. Rombongan massa ini berangkat dari pelabuhan perikanan Nusantara (PPN) Sungailiat menuju perairan Jelitik, Sungailiat yang berada sekitar 1 mil dari mulut muara Air Kantung Sungailiat.

Foto : Massa nelayan Sungailiat saat menggelar aksi demo di perairan Jelitik Sungailiat, Bangka. (Ian)

Setiba di lokasi atau di perairan Jelitik Sungailiat atau saat perahu nelayan mendekat arah kapal Sentana V, di situ terlihat adat tugboat Martha Dini Belawan dan kapal pengeruk pasir (Tona I Jakarta) yang digunakan Pulomas Sentosa, sesaat itu pula koordinator aksi, Andri pun langsung berorasi di depan para ABK kapal yang kebetulan saat itu sedang berada di dalam kapal Pulomas Sentosa.

“Tolong hentikan aktifitas kalian, tapi fokuskan kepada kegiatan pendalaman alur muara Air Kantung bukan sebaliknya kalian malah sibuk menambang,” teriak Andri dalam orasinya menggunakan peralatan megapone.

Foto : Kapal pengeruk pasir Sentana V yang digunakan PT Pulomas Sentosa dalam melaksanakan aktifitas penambangan di perairan Jelitik Sungailiat. (Ian)

Saat itu kondisi kapal Pulomas terlihat bergandengan dengan sebuah tongkang bernama Sentana V yang kebetulan saat itu sedang tidak beroperasi.

Foto : Selain tugboat di lokasi pun terlihat pula sebuah kapal tongkang bernama Sentana V tampak bergandengan dengan tugboat Toba I Jakarta. (Ian)

Tak hanya itu, dalam orasinya Andri pun sempat menyinggung soal kapal Pulomas diduganya, Minggu (11/10/2020) siang sempat melakukan aktifitas penambangan pasir di perairan Jelitik, Sungailiat.

Aksi para pendemo saat itu pun terlihat mendapat pengawalan ketat dari pihak aparat kepolisian Polres Bangka termasuk Kasat Polair Polres Bangka, Asmadi terlihat turut pula mengawal massa yang berdemo saat itu.

Foto : Aktifis LSM PMP Sungailiat, Edo Mariando saat memberikan penjelasan di hadapan pihak kepolisian terkait aksi demo massa nelayan Sungailiat. (Ian)

Meski tak masuk ke dalam kapal Pulomas, salah seorang dari massa nelayan ini, Edo Merdiano pun kembali menegaskan terkait aksi yang dilakukan saat itu di hadapan anggota kepolisian saat itu sedang berjaga di atas kapal Pulomas.

“Begini pak, kami dari masyarakat Pesisir Sungailiat menyampaikan jika kami mendapat informasi dari rekaman video bahwa Pulomas masih melakukan aktifitas penambangan pasir padahal yang kami tahu pihak Pemprov Babel telah menghentikan aktifitas penjualan pasir,” kata aktifis LSM PMP Sungailiat di hadapan para ABK kapal Pulomas.

Namun sebaliknya ditegaskan Edo jika pihak Pulomas Sentosa saat ini diintruksikan oleh pemerintah provinsi Babel agar mengutamakan kegiatan pengerukan pasir di mulut muara Air Kantung Sungailiat khususnya memindahkan dua bukit pasir yang berada pada kanan-kiri muara setempat.

Foto : Kasat Polair Polres Bangka, Iptu Asmadi. (Ian)

Namun sesaat itu pula justru Kasat Polair Polres Bangka, Iptu Asmadi yang menjawab pernyataan aktifis LSM PMP itu (Edo Moriando) di hadapan perwakilan nelayan Sungailiat tersebut.

“Begini saudaraku biar saya yang menjawab. Mungkin mereka hanya bekerja nah lebih eloknya silahkan kalian datang ke kantor Pulomas. Nah kalau saran saya seperti itu. Nah kalau tanya sama orang-orang sini (ABK tugboat Tona I — red) saya rasa mereka tidak tahu,” kata Asmadi di hadapan perwakilan nelayan saat itu.

Usai mendengar penjelasan singkat sekaligus arahan dari Kasat Polair Polres Bangka massa pun sesaat itu pula dengan tertib membubarkan diri dan langsung pergi menjauh dari lokasi kapal tugboat dan tongkang Pulomas tersebut.

Foto : Inilah kapal tongkang Sentana V di dalamnya terdapat muatan pasir. (Ian)

Meski begitu, Andri selaku sekretaris LSM PMP Sungailiat justru menilai jika aktifitas PT Pulomas Sentosa saat ini diduganya telah menyalahi aturan lantaran diketahuinya, Minggu (11/10/2020) kemarin kapal tugboat dan tongkang digunakan pihak Pulomas bekerja menambang pasir di perairan Jelitik Sungailiat.

“Kami kebetulan tahu jelas jika pihak intansi Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bangka Belitung telah mengeluarkan surat sanksi terhadap manajemen PT Pulomas Sentosa,” ungkap Andri kepada tim reporter spotberita.com usai aksi demo.

Foto : Gundukan pasir hasil pengerukan pasir oleh PT Pulomas Sentosa diletakan di kanan-kiri alur muara Air Kantung Sungailiat Bangka. (Ian)

Diterangkan Andri berdasarkan bukti atau dokumen yang sempat didapat pihanya atau berdasarkan surat keputusan (SK) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bangka Belitung (DLH) dengan Nomor : 188.4/1097/DLH/2020 tentang penerapan sanksi administrasi paksaan kepada PT Pulomas Sentosa.

Foto : SK kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bangka Belitung terkait penerapan sanksi administrasi paksaan. (Ist)

“Di dalam surat keputusan intasi tersebut (DLH Provinsi Babel — red) ditetapkan antara lain pada poinnya yakni pihak Pulomas Sentosa diminta menghentikan aktifitas penempatan material hasil pengerukan kanan kiri pintu masuk muara dan memindahkan tumpukan pasir yang ada di kanan kiri alur masuk muara setempat,” terang Andri.

Selain itu pula dalam SK kepala DLH Provinsi Babel itu pun tertuang jika keputusan pemerintah juga menurut Andri pihak Pemprov Babel meminta pihak Pulomas Sentosa melukan sosialisasi guna meredam gejolak masyarakat.

Foto : Di dalam SK kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bangka Belitung ini terdapat poin-poin sanksi kepada PT Pulomas Sentosa. (Ist)

“Termasuk poin lainnya yakni pihak Pulomas Sentosa diminta agar dapat mengoptimalkan upaya agar muara Alur Air Kantung Jelitik dapat digunakan sebagai alur lalu lintas perahu masyakat nelayan,” tegas Andri.

Usai menggelar aksi, massa perwakilan nelayan Pesisir Sungailiat ini malah mendatangi kantor intansi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Babel di Kota Pangkalpinang guna melalporkan aktifitas Pulomas di perairan Jelitik Sungailiat

Sejauh ini tim reporter spotberita.com masih mengupayakan konfirmasi ke pihak manajemen cabang PT Pulomas Sentosa di wilayah Kabupaten Bangka terkait aksi demo masyarakat nelayan, Senin (12/10/2020) siang. (tim)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close