Pangkalpinang, spotberita.com – Dua orang tersangka spesialis pencuri mesin air akhirnya di bekuk “Tim Naga” yang merupakan Satreskrim Polres Pangkalpinang. Kedua tersangka ini adalah AY alias Yordan (23) dan JA alias Jojo (21) yang merupakan warga Kelurahan Parit Lalang Kota Pangkalpinang, yang tertunduk malu menyesali perbuatan mereka yang ketahuan setelah berhasil beraksi mencuri 53 Mesin air di lokasi yang berbeda beda.

Dalam konferensi yang dipimpin oleh Kapolres Pangkalpinang, AKBP Dwi Budi Murtiono, Kedua orang spesialis pencuri mesin air ini dihadirkan (Selasa, 05 Juli 2022) dengan memakai pakaian kebanggan tahanan berwarna orange dengan tulisan TAHANAN kedua tersangka ini cuma bisa tertunduk malu dengan memakai borgol tahanan di pergelangan tangan.

Berdasarkan Laporan Polisi nomor : LP / B – 402 / VI / 2022 / SPKT / POLRES PANGKALPINANG / POLDA BANGKA BELITUNG, Tanggal 30 Juni 2022 Tim Buser Naga Polres pangkalpinang mendapat informasi tentang pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan sesuai dengan laporan polisi.

Setelah itu Tim langsung menuju ke daerah sumberjo kota pangkalpinang untuk mengecek keberadaan pelaku, kemudian Tim mengamankan seorang Laki-laki yang bernama A.Y alias YORDAN (23) dan mengaku bahwa benar dia dan satu orang teman nya yang bernama J.A alias Jojo (21) ada melakukan pencurian 1 (Satu) unit mesin air.

Yang mana pada saat melakukan pencurian tersebut kedua pelaku ketahuan oleh korban dan korban langsung menghubungi anggota “Tim Naga” Satreskrim Polres Pangkalpinang untuk langsung di amankan, sesampai di TKP Tim Naga langsung mengamankan 1 orang tersangka yang bernama A.Y alias YORDAN sedangkan temannya melarikan diri.

Pada saat Tim Buser Naga Polres Pangkalpinang melakukan pengembangan dan mengumpulkan barang bukti team mendapat informasi tentang keberadaan J.A alias JOJO yaitu sedang berada di daerah kampung Opas pangkalpinang, mendapat informasi tersebut tim langsung menuju ke arah kampung Opas dan berhasil mengamankan J.A alias JOJO di dalam sebuah rumah.

Setelah di introgasi A.Y alias YORDAN dan J.A alias JOJO mengaku mengaku telah melakukan pencurian mesin air sebanyak 53 kali di TKP yang berbeda, yang mana barang hasil curian tersebut dijual oleh kedua pelaku dengan cara publikasi menggunakan aplikasi media online dengan sistem pembayaran COD dan mengantar barang yang di jual kerumah pembeli. Kemudian uang hasil menjual barang curian digunakan untuk berjudi online.

Pasal yang disangkakan : Pasal 363 ayat (1) Ke- 4 dan Ke- 5 KUHPidana, dengan ancaman hukuman 7 (tujuh) tahun kurungan penjara.

“Disadari atau tidak, mesin air memang lebih banyak tanpa pengaman, sehingga itu akan memudahkan para pelaku untuk mengambilnya. Mesin air ini sangat dibutuhkan masyarakat. Karena barang ini dibutuhkan, pasti mudah untuk dijual atau gampang lakunya, sehingga ini menjadi modus para pelaku mengambil barang mesin air,” ungkap Kapolres.

Pelaku dapat dengan mudah menjual mesin air tanpa harus ada embel-embel surat keterangan. Pelaku juga dapat menjual mesin air dengan harga bervariasi mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 530 ribu.

Selain itu, barang curiannya tersebut juga dapat dijual dengan mudah melalui media sosial, COD (Cash On Delivery), hingga mengantarkan barang tersebut secara langsung ke rumah pembeli.

“Pasti laku dijual di mana pun, baik di toko, media sosial atau secara langsung, pasti laku. Terlebih dengan harga yang beda jauh, orang pasti akan tertarik. Masyarakat tidak akan nanya itu dapat dari mana, pikirnya barang bekas dan sebagainya,” bebernya.

“Memang kedua pelaku ini mencuri mesin air, semua dilakukannya hanya demi untuk memenuhi nafsu keinginan untuk berjudi online”, ungkapnya.

Disamping itu dalam konferensi pers yang dihadiri Waka Polres Kompol Poltak Sintong Toar Purba, Kabag Ops AKP Rais Muin dan Kasi Humas Polres pangkalpinang AKP Agus Widodo, juga sekaligus membeberkan tentang penangkapan tiga pelaku Pencuri yang menggasak satu unit mesin cuci.

Berdasarkan LP : LP / B-401 / VI / 2022 / SPKT / POLRES PANGKAL PINANG / POLDA BANGKA BELITUNG tanggal 30 Juni 2022

Berdasarkan informasi tersebut Tim Naga Polres Pangkalpinang berhasil mengamankan 2 (dua) orang diduga pelaku an. R.M alias Goblin (18) dan F.S.S alias Kabau (27) dari pengakuan kedua orang tersebut kemudian mengamankan B.R alias Bam (14) di tempat terpisah.

Saat dilakukan introgasi ketiga pelaku mengakui bahwa telah mengambil 1 (satu) unit mesin cuci merk SHARP 9 Kg dimana yang bertugas untuk mengambil mesin cuci adalah Goblin dan BAM, kemudian setelah berhasil diambil oleh kedua orang tersebut selanjutnya Kabau menjual barang tersebut kepada S.I yang beralamat di Kel. Semabung Lama.

Akibat aksi ketiganya, korban harus mengalami kerugian hingga Rp 3 juta. Sedangkan para pelaku dikenakan pasal 363 ayat (1) Ke- 4 KUHPidana, dengan ancaman hukuman 7 (Tujuh) tahun penjara.

Dan yang terakhir di beberkan juga penangkapan yang dilakukan Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP / B-399 / VI / 2022 / SPKT / RES PKP / POLDA BANGKA BELITUNG, tanggal 29 Juni 2022, tentang dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Tim Naga Polres Pangkalpinang berhasil mengamankan N.M alias MEMET (21).

Pelaku yang tidak diketahui masuk kedalam rumah melalui jendela yang tidak tertutup kemudian ada mengambil 1 unit HP merk Vivo Y20s warna purist blue dan 1 unit HP redmi 9A warna biru akibat dari kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp. 4.000.000, dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pangkalpinang.

Pasal yang disangkakan adalah Pasal 363 ayat (1) Ke- 3 KUHPidana, dengan ancaman hukuman 7 (tujuh) tahun kurungan penjara.

Kapolres memastikan, pihaknya akan bertindak tegas, guna menciptakan Kota Pangkalpinang yang kondusif dan nyaman bagi warganya.

“Kepada pelaku yang masih berkeliaran, saya harap berhentilah atau bertobatlah, lalu cari pekerjaan yang lebih baik dan halal. Apabila mereka masih tidak berhenti, team kami akan mencari berupaya melakukan pengungkapan”, tegasnya. (IRF)

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.