Foto : Walikota Pangkalpinang, Molen didampingi Kapolres Pangkalpinang saat berdialog dengan mahasiswa. (Zen)

PANGKALPINANG,SpotBerita – Tak biasanya para pejabat negara jika ada aksi demo kerap tampil menyambut para pendemo yang menggelar aksi demo tersebut di instansinya.

Sebaliknya, Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) ini justru berani tampil saat sejumlah aktifis mahasiswa menggelar aksi demo di kantornya baru-baru ini, Kamis (12/11/2020).

Ketika menyambut kedatangan puluhan mahasiswa yang berdemo saat itu justru disambutnya dengan bersikap ramah dan santai, bahkan para mahasiswa akhirnya diajak berdialog langsung dengannya dengan duduk santai bersama mahasiswa di anak tangga halaman depan gedung Walkota Pangkalpinang.

Aksi demo yang digelar puluhan mahasiswa yang tergabung dalam berbagai lembaga yakni Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Pangkalpinang, Masyarakat Peduli Tranparansi Dan Demokrasi (MPTD), Gerakan Muda Bangka Belitung (GMBB) serta para aktifis gerakan Pelajar Indonesia Raya (Parinda) ini diketahui guna mempertanyakan soal kasus proyek jembatan Kerabut yang baru dikerjakan oleh PT Karya Mulia Nugraha (KMN) senilai Rp 25 M lebih ini justru roboh sebelum pelaksanaan pekerjaan tuntas.

Burkah selaku ketua umum PMII Cabang Klta Pangkalpinang dalam orasinya di hadapan Walikota dan Kapolres Kota Pangkalpinang meminta penjelasan kepada Pemerintah Kota Pangkalpinang terkait ambruknya jembatan baru Kerabut berlokasi di Kelurahan Kerabut, Pangkalpinang senilai Rp 25 M lebih ini bersumber dari dana APBD Kota Pangkalpinang tahun 2020.

Usai mendengar aspirasi mahasiswa yang berdemo, saat itu Walikota Pangkalpinang, Molen justru saat itu menyambut baik terkait aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa.

“Terima kasih adek-adek mahasiswa telah datang untuk mendemo saya, selama saya jadi Walikota Pangkalpinang saya belum pernah didemo, justru ini yang pertama kalinya,” ungkap Molen di hadapan mahasiswa saat itu..

Bahkan Molen pun lagi-lagi mengucapkan rasa terima kasihnya lantaran adanya aksi demo para mahasiswa itu tak lain dianggapnya hal yang baik untuk mengingatkan pemerintah Kota Pangkalpinang.

“Saya ucapkan terima kasih pula sudah datang mengingatkan Pemkot Pangkalpinang,” katanya.

Meski begitu Molen tetap menjelaskan detil terkait desakan para mahasiswa yang mempertanyakan soal proyek jembatan baru Kerabut, Gabek Pangkalpinang kini ambruk hingga dianggap merugikan keuangan negara.

Sebaliknya menurut Molen, kejadian jembatan Kerabut yang roboh justru menurutnya belumlah ada kerugian keuangan negara.

“Perlu abang jelaskan kepada adek-adek mahasiswa semuanya, bahwa pekerjaan jembatan Kerabut ini belum dibayar jadi belum ada kerugian negaranya,” terang Molen di hadapan para mahasiswa.

Lanjutnya terkait ambruknya fisik jembatan yang baru dibangun itu sesungguhnya menurut ia masihlah tanggung jawab pihak pelaksana pekerjaan yakni PT KMN.

“Pekerjaan jembatan itu masih tanggung jawab pihak kontraktor untuk menyelesaikan pembangunan. Saat ini justru saya minta tolong adek-adek mahasiswa ikut mengawal pembangunan jembatan ini hingga selesai,” pesan Molen.

Selanjutnya, di akhir dialog tersebut dengan mahasiswa, Molen pun langsung mengajak semua mahasiswa untuk makan bersama di depan pintu masuk gedung kantor Walikota Pangkalpinang.

“Yok kita makan bareng!,” ajak Molen kepada mahasiswa yang berdemo saat itu. (Zen)

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.