sumber gambar : sosmed MIP.

Pangkalpinang spotberita.com — Dalam literatur umum yang ditemukan, arti kata gratifikasi adalah pemberian yang dimaknai dalam arti luas bisa mencakup pemberian uang, barang, rabat, komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya, Senin. 23 Mei 2022. 

Walau demikian, tidak jarang pihak media yang mengutip adanya kasus dugaan korupsi misalnya, seringkali justru membingkai drama yang tentunya muncul pasca diungkap ke publik temuan tadi.   

Sementara itu, redaksi di Senin malam ini mewawancarai seorang aktivis anti korupsi terkemuka di kota Pangkalpinang yang kini sudah bergelar Doktor, yakni  Dr. Marshal Imar Pratama, S.E., M.M. 

Pria yang sering disapa dengan Marshal ini, turut berpendapat setelah awak media melontarkan beberapa konfirmasi berupa meminta penjelasan terkait definisi, bukti apa saja yang dibutuhkan dalam kasus dugaan yang diprediksi pengamat lainnya sebagai langkah kuda-kuda untuk berkompetisi politik di tahun 2023 depan.

Sebagai pelengkap info, sebelumnya seperti dikutip dari berbagai sumber, Suparlan bilang dirinya memiliki bukti dokumen lengkap terkait kasus dugaan yang minggu kemarin sontak membuat heboh seisi Ibukota Timah ini. 

Di sisi lain, Walikota serta merta membantah tudingan tadi, dan mengutus Kuasa Hukumnya, Iwan Prahara SH untuk mengklarifikasi tuduhan yang dinilai Walikota tanpa dasar tersebut. 

Pelaporan yang teregister di KPK RI  dengan nomor surat B/1662/GTF.02.01/13/03/2022 atas nama Suparlan Dulaspar tadi, pihak terlapor dugaan gratifikasi adalah Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil. 

Dr. Marshal Imar Pratama mengaku, dirinya sudah mendengar informasi adanya pelaporan ke Komisi Anti Rasuah RI atau KPK RI baru-baru ini, yang dilakukan oleh mantan Kadis PUPR Pemkot Pangkalpinang ke KPK RI. 

“Jadi saya tambahkan, definisi gratifikasi adalah, sifatnya pemberian barang berupa uang, tiket perjalanan,  kamar hotel, bunga, pengobatan cuma-cuma perjalanan wisata, pemberian barang sejenis diskon dan fasilitas lainnya. Masih banyak lagi deh,” selorohnya. 

Marshal menyebut, dirinya siap melaporkan Ke Penegak Hukum seperti KPK soal kasus dugaan gratifikasi ini. Ketika diingatkan awak media bahwa sudah ada pelaporan sebelumnya, Marshal menambahkan setidaknya sebagai Aktivis Anti Korupsi Babel, mendorong pihak KPK untuk bekerja lebih optimal dan cekatan.

“Menyangkut pertanyaan kedua soal bukti, yang diperlukan untuk naik ke tahap selanjutnya tentu adanya dua alat bukti, yakni : rekaman, bukti transfer, cek, dan semua bukti elektronik, baik yang berbasis digital maupun manual. Yang kedua adalah, keterangan saksi,” sambungnya.(LH) 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.