Bangka

Edan! Preman Kampung Ini Malah Berani Keroyok Wartawan

Foto : Aksi kekerasan kelompok massa saat menyerang wartawan yang sedang melakukan kegiatan jurnalistik. (Istimewa)

BELINYU,SpotBerita – Wartawan adalah pilar utama kemerdekaan pers. Oleh karena itu dalam menjalankan tugas profesinya wartawan mutlak mendapat perlindungan hukum dari negara, masyarakat, dan perusahaan pers.

Namun miris kenyataan yang terjadi di lapangan, seorang wartawan asal media nasional (Mapikor), RikkyFermana SIP bersama rekannya malah diduga hendak dikeroyok oleh sekelompok oknum warga yang awalnya sama sekali tak dikenal oleh para wartawan saat hendak melakukan kegiatan jurnalistik.

Peristiwa tersebut berawal ketika Rikky Fermana bersama sejumlah rekan wartawan asal media lainnya Purna Yuda (lintasanberita.com), Rey Ali Amin (DetikNews.co.id), Ryan (SpotBerita.com) dan Wah (Radar Bangka), Kamis (17/10/2019) siang mengunjungi lokasi lahan yang kini menjadi persoalan di Dusun Mengkubung, Desa Riding Panjang, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka.

Namun baru saja tiba di lokasi, atau berselang beberapa menit tiba-tiba munculah sekelompok massa diperkirakan berjumlah belasan orang tersebut dengan menumpangi kendaraan roda dua langsung menghampiri rombongan wartawan yang ada di lokasi.

Kelompok massa yang tak dikenal itu pun terlihat tegang saat menghampiri rombongan wartawan bahkan menunjukan raut wajah memang tak bersahabat. Sebaliknya beberapa orang kelompok massa itu pun justru langsung mengungkapkan kalimat tak bersahabat.

Saat itu Rikky dan rekan wartawan lainnya mencoba menunjukan sikap tenang, dan seketika itu pula ketua Himpunan Pewarta Indonesia (HPI) provinsi Bangka Belitung (Babel) ini pun spontan menanyakan asal massa datang ke lokasi siang itu.

 
 
“Maaf bapak dari mana?,” tanya Rikky kepada salah seorang dari kelompok massa yang diketahui bernama Sunarman alias Ceduk.
 
 
Namun pertanyaan Rikky justru tak dijawab, sebaliknya pria berpostur besar kulit gelap ini (Ceduk) malah mengumpat dan tiba-tiba langsung mencekik leher wartawan (Rikky) dan sempat disaksikan oleh wartawan lainnya.
 
 
Seketika itu pula Rikky pun tersontak kaget lantaran tak menyangka jika dirinya akan menerima perlakuan kasar dari kelompok massa yang tak dikenalnya sama sekali.

 
 
Meski begitu Rikky justru berusaha menghindar agak jauh sambil berusaha menjelaskan maksud tujuan ia dan rekannya datang ke lokasi tak lain guna melaksanakan kegiatan jurnalistik.
 
 
Namun mirisnya belum usai memberikan penjelasan, tiba-tiba pria itu (Ceduk) tanganya terlihat langsung mencekik leher Rikky sambil menarik bagian kerah baju Rikky. Dalam kejadian itu Rikky tak sedikit pun melakukan perlawanan atas tindakan kekerasan yang dilakukan pria berbadan tegap bergaya preman itu terhadapnya.

 
 
Tak cuma itu saja perlakuan kasar pun lagi-lagi ditunjukan Ceduk termasuk seorang rekannya diketahui bernama Ruswadi terhadap  Rikky dan rekan wartawan lainnya saat kejadian siang itu.
 
 
Bahkan Ceduk sempat terlihat membawa potongan balok kayu yang tergeletak di atas tanah dengan maksud hendak memukul Rikky termasuk seorang wartawan lainnya yakni Ryan (SpotBerita.com).

 
 
Namun niat Ceduk sempat dihalangi Ryan lantaran ketika itu ia sendiri sempat menyaksikan aksi Ceduk lantaran posisinya cukup dekat. Meski begitu lagi-lagi Ceduk dengan nada suara tinggi malah mengumpat dengan kalimat kasar bahkan nada ancaman.
 
 
“Ku pecahkan mukamu!,”  ucap Ceduk saat itu.
 
 
Meski sempat dilerai oleh wartawan termasuk rekannya, Ceduk justru saat itu malah semakin menjadi meluapkan emosi. Bahkan dengan nada suara keras Ceduk mengaku jika dirinya memang sudah terbiasa dengan aksi arogannya tersebut.
 
 
“Ku lah biasa masuk penjara! Kasih tahu sama dia (Rikky Fermana — red),” sebutnya di hadapan wartawan.
 
 
Menyaksikan sikap Ceduk memanas, Ryan pun terlihat berusaha melindungi Rikky dengan cepatnya menggiring Rikky pergi jauh dari Ceduk atau kelompok massa yang hendak menyerang.

Namun sikap Ceduk semakin menjadi, ia terlihat berusaha mengejar Rikky bahkan Ceduk pun sempat pula mengancam Ryan atau hendak dipukulinya.
Bahkan seorang dari kelompok massa itu pun diketahui bernama Ruswadi terekam oleh wartawan pria itu terlihat mengambil sebongkah batu atau hendak melempar Ryan. Namun untunglah sempat dicegah rekannya.

Meski saat kejadian itu Rikky sempat menunjukan sikap bersahabat atau meminta maaf namun malah Ceduk menolak padahal Rikky telah menyodorkan tangannya.

Lantaran merasa mendapat perlakuan kasar serta intimidasi dari kelompok massa yang tak dikenal tersebut, Rikky bersama rekan wartawan lainnya pun sore itu juga langsung mendatangi kantor Polres Bangka (SPKT) guna melaporkan kejadian yang dialami ia dan rekannya hari itu.

Kapolres Bangka, AKBP Aris Sulistiyono menegaskan jika kejadian tersebut telah dilaporkan kepada pihaknya.
“Laporan sudah kita terima terkait kejadian terhadap wartawan. Dan ini akan kita tindak lanjuti,” tegas Kapolres saat dihubungi melalui nomor ponselnya, Kamis (17/10/2019) sore.

Kejadian yang menimpah wartawan (Rikky Fermana) bersama rekannya malah mendapat perhatian serius Kapolda Babel, Brigjen Pol Istiono. Bahkan ia pun justru menyarankan agar kasus dugaan tindak kekerasan terhadap wartawan segera dilaporkan ke kepolisian setempat.

“Lanjut! Segera laporkan ke Polsek Belinyu,” tegas jenderal polisi bintang satu ini. (Yoza) 
Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close