Bangka Selatan

Elly : Mendidik Dengan Hati Itu Jauh Lebih Baik

* Inspirasi *

Foto :  Elly Usman dikala waktu senggang pose bsrsama para siswa-siswinya. (Istimewa)

TOBOALI,SpotBerita – Menjadi sosok seorang guru yang hebat dan penuh inspirasi tentunya tak semudah membalikan telapak tangan, namun hal itu butuh suatu pengorbanan dan perjuangan yang tak mengenal kata lelah.

Impian tersebut tentunya menjadi harapan bagi seorang guru dikenal bernama Elly Usman SPd kini mengajar di sebuah Sekolah Dasar (SD) Negeri 4 Toboali, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.

Seiring berharap bisa meraih impiannya itu, saat ini guru berparas cantik ini pun sedang berusaha dan berjuang guna menyelesaikan program pendidikan S-2 jurusan Pendidikan Dasar guna meraih gelar magister.

Foto : Di sela-sela kesibukan mengajar, Elly pun menyempatkan diri menyelesaikan tugas kampus guna menyelesaikan pendidikan program S-2 yang diikutinya.

Dalam wawancara santai reporter spotberita.com dengan guru yang mengajar siswa kelas II SD ini di sela-sela waktu senggang di kediamannya, Elly panggilan akrab di kalangan orang terdekat atau pun kerabatnya justru mengatakan sebagian besar masyarakat menganggap jika pendidik dan pengajar adalah sama.

Meski demikian, hal itu malah tak ditampiknya jika sesungguhnya sebutan pendidik dan pengajar sekilas kedua sebutan tersebut tidak terlalu berbeda, akan tetapi ternyata menurutnya memiliki makna yang cukup dalam jika direnungkan.

Pendidik dan pengajar merupakan sebutan untuk profesi seseorang, sedangkan mendidik dan mengajar merupakan tugas yang diembannya sesuai dengan tuntutan profesi tersebut.

Diterangkanya, jika seorang mengajar maka dia menurutnya belum tentu juga bisa mendidik, karena mengajar hanya membagikan pengetahuan yang dimilikinya dengan orang lain (dalam konteks pendidikan obyeknya ialah siswa).

“Akan tetapi dengan pola mendidik merupakan hal yang lebih dalam dibandingkan mengajar (transfer pengetahuan – red), tetapi juga membentuk karakter serta mental siswa atau murid secara efektif tidak hanya kognitif,” terang wanita kelahiran 22 Pebruari in.

Sebaliknya menurut anak kelima dari 6 bersaudara ini, seorang guru dalam mendidik pasti di dalamnya juga mengajarkan sesuatu, akan tetapi menurutnya lagi belum tentu ketika seseorang mengajar juga mendidik siswa tersebut.

Saat disinggung soal pandangannya terkait sosok seorang guru ideal seperti apa, justru wanita penyuka warna hitam dan travelng ini mengatakan jika seorang guru yang baik yakni guru yang dapat memberikan spirit inspiratif untuk siswa-siswinya.

“Spirit inspiratif wajib ditunjukkan para guru dengan memberikan teladan dan nasihat yang sifatnya membangun kepada anak-anak didiknya agar mereka belajar tanpa rasa takut jika salah dan dikatakan tidak mampu,” ungkap wanita pecinta kuliner ini.

Kendati demikian pun, Elly malah mengatakan mendidik siswa-siswi hendaknya dibaluti pula dengan pola mendidik dengan hati. Terlebih menurutnya mendidik anak-anak dengan hati adalah suatu keinginan yang perlu mengalir dalam urat nadi para pendidik (guru) setiap kali berada di depan kelas.

“Mendidik dengan hati itu jauh lebih baik. Saya yakin semua orang yang menjadi guru punya keinginan untuk mendidik muridnya dengan hati,” ungkapnya.

Tak disangkalnya, jika keinginan itu bagi sebagian guru tentunya hanya sebuah harapan yang sulit sekali untuk diwujudkan, bahkan mungkin saja bagi sebagian guru bukan hanya sulit tapi mustahil untuk mewujudkan kenginan “Mendidik Dengan Hati” kepada para siswa-siswinya.

Mendidik dengan hati adalah mendidik dengan kelembutan dan penuh kasih sayang, yang mana dua hal ini adalah bersumber dari hati.

Foto : Bersama Kepala Sekolah.

“Salah satu cara pengajaran ini adalah dengan memberikan lebih banyak cinta terhadap pekerjaan sebagai pendidik juga kepada anak didiknya,” jelas putri dari pasangan Usman dan Arma ini.

Lanjutnya, dengan begitu seorang guru atau pendidik menurutnya sedapat mungkin dapat meyakini atau menyadari bahwa mereka (para suswa-siswi/didiknya) adalah titipan Tuhan yang harus  diajari dari tidak tahu menjadi tahu, dididik dari tidak baik menjadi baik. (Ian)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close