Foto : Lokasi tambak udang milik AK di Dusun Tirus, Desa Riau, Kec Riau Silip. (Ian)

BANGKA,SpotBerita – Membuka usaha baru guna meningkatkan pendapatan yang memadai tentunya mestilah berpedoman kepada aturan yang berlaku selain mengantongi perijinan dari intansi yang terkait maupun keberadaan lokasi usaha yang tidak bertentangan dengan aturan.

Beda halnya dilakukan oleh seorang oknum pengusaha asal Dusun Kumpai, Desa Riding Panjang, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka ini, AK justru ia nekat membuka usaha barunya yakni bisnis tambak udang diduga masuk dalam lahan kawasan hutan produksi (HP) Gunung Maras.

Akibatnya, oknum pengusaha ini yang dikenal sebagai pengusaha pasir timah ini pun akhirnya mesti berurusan dengan aparat penegak hukum alias terseret persoalan hukum.

Bahkan kabarnya, kasus yang menyeret Ayung ini pun saat ini masih dalam penyidikan pihak Gakkum KLHK pusat, bahkan sebelumnya pun kasus ini sempat pula disidik oleh penyidik PPNS intansi Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Foto : Di dalam kawasan tambak udang ini saaat peninjauan oleh tim media ini, di lokasi terdapat alat berat. (Ian)

Ironisnya, usaha tambak udang yang dikelola oleh oknum pengusaha ini (AK) justru telah berdiri lebih dari 3 tahun tepatnya dekat kawasan sungai Perimping, Dusun Tirus, Desa Riau, Kecamatan Riau Sillip, Bangka.

Usaha tambak udang diduga bermasalah ini justru baru diketahui oleh pihak aparat penegak hukum belumlah lama. Bahkan terkait kasus ini hingga menyeret oknum pengusaha ini (AK). Bahkan sebelumnya pun info yang didapat oleh tim media ini di lapangan jika perijinan yang dikantongi pengusaha ini awalnya usaha tambak kepiting.

Namun seiring berjalan waktu, usaha tambak kepiting yang dikelola pengusaha ini (AK) justru kini diduga telah berubah menjadi usaha tambak udang.

Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Gugus Panca, Ruwanda saat dikonfirmasi perihal lokasi usaha tambak udang milik pengusaha asal Belinyu, AK diduga berlokasi di kawasan HP dan saat ini bermasalah justru ditampiknya.

Bahkan menurutnya terkait kasus usaha tambak udang dikelola oleh oknum pengusaha ini sebelumnya sempat disidik tim Gakkum Kantor Lingkungan Hidup & Kehutanan (KLHK) wilayah III Bangka Belitung (Babel) dan telah dilimpahkan ke intansi Dinas Kehutanan (Dinhut) Babel.

“Masalah tambak tersebut sudah kami teruskan ke Dinhut (Dinas Kehutanan Provinsi Babel — red),” jawab Ruwanda singkat dalam pesan WhatsApp (WA), Senin (13/7/2020) sore.

Sebelumnya pihak Balai Penetapan Kawasan Hutan (BPKH) wilayah XIII Babel sempat dikonfirmasi perihal lokasi usaha tambak udang millik AK di Dusun Tirus, Desa Riau Kecamatan Riau Silip menyatakan jika lokasi usaha tambak tersebut masuk dalam kawasan HP Gunung Maras.

“Kalau sesuai dengan data kita jika kawasan tersebut (tambak udang AK — red) masuk wilayah Hutan Produksi (HP — red),” ungkap Kasi Pemolan BPKH wilayah XIII Babel, Heru saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/7/2020) sore.

Sementara itu anggota Polisi Kehutanan (Polhut) Dishut Provinsi Babel, Karlianto atau selaku penyidik yang sempat memeriksa kasus tanbak udang AK saat dikonfirmasi soal kasus tambak udang milik AK di Dusun Tirus Desa Riau, Riau Silip justru dikatakannya lokasi tambak udang millk AK memang sebagian masuk kawasan HP selain IKK.

“Ouh iya terkait masuk dalam kawasan hutan produksi dan masuk kosensi PT. IKK,” kata Karlianto dalam pesan singkatnya, Senin (13/7/2020) malam.

Namun saat disinggung soal kabar miring yang menyebutkan jika usaha tambak milik AK di kawasan setempat saat ini sedang bermasalah justru tak ditampiknya.

“Menurut informasi itu, untuk lebih jelas nya tanyakan saja ke Dinas (Dishut Provinsi Babel — red),” katanya.

Lain lagi ketika tim spotberita.com mencoba mengkonfirmasi langsung kepala Gakkum KLHK wilayah III Babel, Hariyanto melalui pesan singkat/WA, Senin (13/7/2020) malam mirisnya ia malah mengatakan hal lain.

“Sampai saat ini Gakkum Sumatera belum melakukan penyidikan terhadap tambak udang di dusun tirus tersebut. Mungkin dishut kali ya,” jawabnya singkat. (tim)

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.