Nasional

Hasto : Sebagai Keluarga Tentara Kami Dididik Ala Tentara

Foto : Hasto Atmojo Suroyo saat acara pelantikannya sebagai komisioner LPSK RI. Saat acara itu pun disaksikan langsung oleh Presiden RI, Jokowi. (Net)

 

JAKARTA,SpotBerita – Mengedepankan sikap sopan santun serta tata krama dan budi bahasa yang diajarkan dari sang bunda tercinta hingga kini terus melekat dalam dirinya.

“Sebagai anak diajarkan hal-hal yang baik sopan-santun dan itu dari saya kecil sampai saat ini masihlah melekat,” ujar Hasto Atmojo Suroyo kini menjabat selaku ketua Lembaga Perlindungan Saksi & Korban (LPSK) RI dikutip dari acara bincang-bincang dengan sebuah stasiun televisi swasta (Jak TV) baru-baru ini.

Selain itu banyak sekali ajaran yang didapat dari sang ibu saat ia masih berusia anak-anak. Bahkan Hasto mengaku jika dulu saat masih kecil sering diberikan ‘wejangan’ atau berupa nasihat kebaikan.

“Ibu saya mengajarkan saya hidup itu sewajar-wajarnya tidak muluk hidup selalu sering-sering melihat ke bawah dan mengutamakan hidup harmoni baik dalam lingkuan keluarga dan lingkungan masyarakat,” terangnya.

Selain itu, sebagai keluarga besar TNI AU, Hasto mengaku jika sifat disiplin dan tegas dalam sikapnya tentulah merupakan didikan sang ayah tercinta.
“Sebagai keluarga tentara kami dididik ala tentaralah,” ujarnya.

Bahkan ajaran lainnya pun kerap memberikan dampak positip baginya hingga ia kini ia dewasa tetaplah membekas.
“Dan yang kedua karena hidup dalam kultur Jawa kebetulan saya sangat dekat dengan ibu saya dan ibu saya mendidik saya dengan Jawa yang sangat kental yang sampai membekas dikala saya sejak kecil sampai sekarang,” jelasnya.

Pria kelahiran Kota Bandung ini mengaku jika dulunya saat ia baru berusia 1 tahun justru dibawa pergi oleh kedua orang tuanya ke Yogyakarta lantaran ayah tercintanya saat itu kebetukan mendapatkan tugas sebagai prajurit TNI AU.

“Saya ini dilahirkan di keluaga Angkatan Udara namun saya lahir di Bandung tapi kira-kira umur saya 1 tahun ayah saya dipindahkan tugas ke Yogyakarta. Memang asal ayah saya sendiri adalah di Yogyakarta. Nah sejak saya kecil sampai saya lulus kuliah itu di Yogyakarta,” terang pria penyuka wayang ini.

Perbedaan Yogyakarta jika dibandingkan ia sekarang dan dulu justru banyak perbedaan antara lain kondisi kemacetan di jalan.

“Ya kemacetan dan Yogya yang dulu dengan yang sekarang toleransinya yang berubah ketimbang pada waktu itu.jogja waktu dulu sangat toleran ketimbang dengan yang sekarang,” ungkapnya.

Bakat memimpin sejak ia muda pun sudah ia tunjukan hingga sekarang menjabat sebagai ketua LPSK RI.
“Kalau bicara organisasi kebetulan waktu SMP saya adalah ketua OSIS itu SMP negeri 1 Yogya kemudian saya bersekolah di SMA Negeri 1 di sana juga dan saya bergaul dengan lingkungan yang bervariasi,” tutupnya.(Red)

 

 

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close