Foto : Ketua HPI Babel, Rikky Fermana SIP (ujung kanan) bersama Dan Subdenpom II/4-2, Kapten CPM Supriyono melakukan panen perdana tanaman shorgum. (Habib)

PANGKALPINANG,SpotBerita –  Segenap pengurus termasuk anggota Himpunan Pewarta Indonesia (HPI) Provinsi Bangka Belitung (Babel) saat ini patut berbangga. Pasalnya kerja keras selama ini mengelola lahan kritis seluas 9 hektar (ha) kini lahan itu justru memberikan hasil bermanfaat.

Seperti halnya, bibit tanaman shorgum beberapa bulan lalu sempat ditanam di lahan seluas 3 ha dan dirawat kini telah dapat dilakukan panen. Oleh karenanya, Rabu (28/5/2019) sore ketua HPI Babel, Rikky Fermana SIP beserta sejumlah anggotanya melakukan kegiatan panen perdana tanaman shorgum di lokasi kawasan Parit Enam, Semabung Lama, Kota Pangkalpinang.
Foto : Pose bareng di sela-sela giat panen perdana tanaman shorgum yang dikelola oleh HPI Babel bersama mitranya. (Habib)

Dalam kegiatan perdana kali ini sempat dihadiri langsung Komandan II/4-2 Bangka, Kapten CPM Supriyono termasuk Dr Deddy Hartady selaku Koordinator tim Sorghum Babel mewakili Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) sekaligus menjabat selaku Ketua Asosiasi Penggiat Sorghum Babel.

“Alhamdulillah kerja keras yang kami lakukan membuahkan hasil. Kini tanaman shorgum yang kami tanam hari ini bisa dilakukan panen perdana. Semua ini berkat dukungan dari pihak pemerintah provinsi Babel serta pihak-pihak lainnya yang telah mendukung kami,” ucap Rikky di hadapan wartawan di lokasi tanaman shorgum yang dikelola pihak HPI Babel.
Foto : Ketua HPI Babel, Rikky Fermana SIP menunjukan peternakan ayam yang dikelola pihaknya di lahan kriris tersebut. (Habib)

Diterangkan Rikky, lahan kritis seluas 9 hektar itu merupakan lahan milik pihak Pemprov Babel, namun dalam kegiatan penanaman shorgum pihaknya telah bekerja sama dengan pihak pemda setempat. Sementara sebagian lahan tersebut dimanfaatkan oleh pihaknya antara lain usaha budi daya ikan tambak, peternakan ayam, sapi termasuk usaha tanaman jenis lainnya yakni semangka.

Sementara Deddy Hartady dalam kesempatan sama menegaskan, jika kegiatan yang dilakukan oleh pihaknya bersama HPI Babel tak lain guna membuktikan jika lahan kritis atau tandus bisa dimanfaatkan untuk dikelola dengan tanaman yang bermanfaat bagi masyarakat.
Foto : Dr Deddy Hartady

“Lahan ini dulunya amburadul alias hancur namun kini setelah dikelola pihak HPI Babel kini memberikan manfaat yang lebih. Artinya pihak kita bersama HPI Babel dapat membuktikan kepada masyarakat jika lahan kritis bisa dimanfaatkan sedemikian rupa,” ujar Deddy di sela-sela giat panen perdana di lokasi setempat.
Foto : Pengurus HPI Babel, Amir Hamzah. (Habib)

Ia menjelaskan tanaman shorgum sesungguhnya banyak sekali manfaatnya untuk kesehatan antara lain kadar gula sangat rendah dibanding beras umumnya atau cocok dikonsumsi oleh para penderita diabetes.

Selain itu tanaman shorgum ini menurutnya sangat cocok bagi anak authis. Bahkan tanaman shorgum ini merupakan pangan pengganti beras padi.

“Terlebih shorgum sangat mudah ditanam oleh masyarakat meski di lahan kritis bahkan tanpa mesti memerlukan pupuk pun tanaman ini bisa tumbuh dengan baik,” terang Deddy seraya menambahkan jika tanaman shorgum ini pun sebelumnya sempat dilakukan penamanan di Kabupaten Bangka Tengah.
Foto : Dr Deddy Hartady saat menerangkan tanaman shorgum kepada para pewarta. (Habib)

Saat disinggung perihal hasil panen shorgum tersebut bagaimana langkah yang dilakukan pihaknya dan HPI Babel. Namun Deddy mengaku hasil panen tanaman shorgum itu ke depannya akan dipasarkan ke pihak luar atau pihak perusahaan yang membutuhkan.

“Nanti sudah perusahaan yang mau mengambil shorgum ini yakni perusahaan yang ada di Desa Puput, Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah. Kalau di pasaran harganya Rp 3000 lebih,” terangnya.
(M Habib/Biar M Yamin)
Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.