Bangka

Jelang Pemilu 2019 KPID Babel Ingatkan TV & Radio Agar Pemberitaan Adil Berimbang

Foto : Para komisioner KPID provinsi kepulauan Bangka Belitung pose bersama usai melaksanakan rakor. (Sapta)

PANGKALPINANG,SpotBerita — Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) baru-baru ini melakukan sosialisasi berkenaan dengan pemberitaan, penyiaran dan iklan kampanye pemilihan umum tahun 2019 ini, khususnya media televisi maupun radio.

Kegiatan dilakukan berdasarkan surat edaran KPI Pusat Nomor : 1 tahun 2019 tentang pemberitaan, penyiaran dan iklan kampanye Pemilihan Umum Tahun 2019.

“Tujuannnya agar lembaga penyiaran senantiasa berpedoman pada kaidah dan batasan penayangan pemberitaan, penyiaran dan iklan kampanye Pemilu tahun 2019,” ujar ketua KPID provinsi kep Babel, Rusdiar dalam siaran pers, Sabtu (16/3/2019).

Rusdiar pun berharap lembaga penyiaran (TV/Radio) turut serta menyemarakan dan mensukseskan Pemilu 2019 dengan menyajikan pemberitaan yang menyejukan serta Iklan Kampanye sesuai dengan aturan yang berlaku.


Foto : Suasana saat rakor berlangsung. (Sapta)

Saat acara rapat koordinasi (rakor) stakeholder hari itu, kegiatan kali ini sengaja mengangkat tema dalam Rangka Pengawasan Kampanye di Media yang dilaksanakan Bawaslu Kota Pangkalpinang.

Dalam kesempatan itu, saat acara rakor, wakil ketua KPID kep Babel, M. Adha Al Kodri melalui paparannya menyampaikan bahwa dalam mengawasi Pemilu 2019, dibentuk Gugus Tugas Pemili yang terdiri dari Bawaslu, KPU, KPI, dan Dewan Pers. Gugus tugas ini dibentuk dalam rangka pengawasan.

“Termasuk kegiatan pemantauan, pemberitaan, penyiaran, dan Iklan kampanye. Kemudian dalam hal pengawasan pemilu di media penyiaran dibentuklah gugus tugas bersama di pusat yang kemudian di turunkan ke setiap daerah-daerah unk dijalankan bersama. Gugus Tugas ini dibentuk untuk mengawasi berbagai aktivitas pemberitaan, penyiaran, dan iklan kampanye”, jelasnya.

Sebaliknya, jika ditemukan adanya tindak pelanggaran atau aduan maka akan segera ditindaklanjuti tim gugus tugas.

“Jika ada pelanggaran atau aduan dari masyarakat, maka tim gugus tugas ini akan melakukan verifikasi untuk selanjutnya di klarifikasi dan koordinasi tim gugus tugas. Perannya nanti, Bawaslu dan KPu akan menindak Parpol dan peserta pemilu KPI, termasuk KPID Bangka Belitung akan menindak lembaga penyiaran (radio dan tv), sedangkan dewan pers akan menindak media cetak dan media online”, tambahnya.


Foto : KPID provinsi kep Bangka Belitung mengingatkan lembaga penyiaran (TV & Radio) agar pemberitaan senantiasa adil & berimbang. (Sapta)

Namun demikian, M Adha Al Kodri berharap semua media penyiaran melakukan pemberitaan, penyiaran, dan iklan kampanye sesuai aturan, adil, berimbang, dan proposional sehingga menciptakan kondusifitas di di masyarakat.

Sementara itu, seorang anggota komisioner KPID Babel, Imam Ghozali selaku Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran menerangkan hal itu tersebut menurutnya berdasarkan surat edaran dari KPI Pusat nomor 126/K/KPI/31.2/03/2019.

“Perihal ini sudah kami kirimkan dan sampaikan kepada rekan-rekan Lembaga Penyiaran (TV dan Radio) untuk pemberitaan, penyiaran dan iklan kampanye pemilihan Umum tahun 2019. KPID Babel ingin mensukseskan pemilu dengan mnjadikan lembaga penyiaran sebagai media pendidikan politik bagi masyarakat,” jelasnya.

Selain itu diharapkanya pula lembaga penyiaran baik tv maupun Radio untuk senantiasa memberikan informasi yang berkualitas tentang pemilu kepada masyarakat dengan mengedepankan prinsip keadilan, proporsional dan berimbang terhadap seluruh peserta pemilu di provinsi kep Babel ini.

Ditambahkanya, suatu iklan kampanye di lembaga penyiaran hanya boleh disiapkan selama 21 hari dilaksanakan mulai tanggal 24 maret sampai 13 April 2019 dengan memperhatikan ketentuan KPU sebagai penyelenggara pemilu.

“1 spot iklan di televisi berdurasi paling lama 30 detik sedangkan untuk 1 spot iklan radio berdurasi paling lama 60 detik. Lembaga penyiaran tidak boleh bersikap partisan terhadap salah satu peserta pemilu. Lembaga penyiaran wajib mematuhi pedoman perilaku penyiaran dan Standar Program Siaran.
“Jadikan Lembaga Penyiaran sebagai Siaran sehat Untuk Rakyat”, tutup Imam Ghozali. (Sapta)
Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close