Foto : Ilustrasi palu hakim. (net)

BANGKA,SpotBerita – Setelah menjalani proses hukum yang berjalan hingga ke persidangan, Rudi Irfansyah alias Habib Iqbal akhirnya dituntut oleh jaksa penuntut umum (JPU) yakni dengan ancaman pidana kurungan penjara hanya 2 (dua) bulan dikurangi selama terdakwa (Iqbal) ditahan.

Selain itu dalam sidang yang digelar secara teleconference, Kamis (16/4/2020) siang di Pengadilan Negeri Sungailiat, dengan majelis hakim yakni Fatimah SH MH selaku pimpinan sidang, beserta anggota lainnya Dewi SH MH dan Melda SH MH, pihak JPU menetapkan denda sebesar Rp 500.000,- subsidair 1 (satu) bulan kurungan penjara dengan perintah agar terdakwa tetap berada dalam tahanan.

Humas Pengadilan Negeri Sungailiat, Arief Kadarmo SH MH mengatakan dalam persidangan terdakwa Iqbal, dalam berkas tuntutan yang dibacakan tersebut antara lain barang bukti (BB) berupa 2 (dua) unit alat berat merek Hitachi Zaxis warna orange agar dikembalikan kepada terdakwa.

“Sedangkan 1 (satu) mesin diesel yang dirakit dengan pompa dirampas untuk negara dan 1 (satu) buah selang dimusnahkan serta menetapkan terdakwa uang perkara sebesar Rp 5000,-,” terang Arief kepada reporter spotberita.com, Kamis (16/4/2020).

Tuntutan pihak JPU tersebut berdasarkan berkas dakwaan yang dibacakan penuntut saat persidangan lantaran terdakwa Iqbal dinyatakan bersalah telah melakukan tindak pidana melakukan kegiatan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK.

Hal tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana pasal 158 UU RI No.4 tahun 2009 tentang Pertambangan, Mineral & Batubara.

Sekedar diketahui, kasus penambangan ilegal ini hingga menyeret sang bos timah itu (Iqbal) berawal dari peristiwa tewasnya seorang pekerja atau buruh di lokasi penambangan di Dusun Tirus, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Selasa (4/2/2020) petang atau saat para pekerja sedang bekerja di lokasi tambang.

Saat itu, ketika para pekerja tambang sedang sibuk bekerja, tanpa diduga tiba-tiba kondisi tanah di dekat sekitar para pekerja longsor seketika.

Akibat kejadian itu, Warto alias Kuncrit (37), warga pendatang asal Jawa ini pun langsung pun terbenam oleh longsoran tanah hingga pekerja malang ini pun meregang nyawa di lokasi kejadian (TKP).

Sedangkan sang operator alat berat (PC) di lokasi kejadian justru selamat dari maut meski awalnya longsoran tanah tambang sempat menimpahnya.

Dari kejadian itulah, hingga mencuat kabar jika pemilik tambang atau lokasi kejadian tersebut diketahui milik Iqbal warga Belinyu, Bangka. Selanjutnya pihak kepolisian mengusut kejadian itu hingga akhirnya menetapkan Iqbal sebagai tersangka dalam kasus penambangan ilegal. (Ian)

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.