Bangka

Kasus PabrikTapioka, Warga Ini Ngaku Kediamannya Sempat Kerendam Banjir Selain Protes Bau Busuk

Foto : Sejumlah warga Kenanga saat hadir di Pengadilan Sungailiat. (Ian)

BANGKA,SpotBerita – Kasus dugaan pencemaran lingkungan hidup hingga menyeret nama perusahaan PT Bangka Asindo Agri (BAA) Sungailiat Kabupaten Bangka kini berlanjut ke proses hukum (pengadilan).

Kali ini proses persidangan keempat kalinya di Pengadilan Negeri Sungailiat, Bangka berlanjut, dengan agenda sidang pemeriksaan berkas pihak penggugat oleh majelis hakim pengadilan setempat.

Dalam sidang kali ini, Senin (6/7/2020) sekitar pukul 10.00 WIB belasan ibu rumah tangga (IRT) asal Kelurahan Kenanga, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka terlihat hadir di gedung pengadilan setempat.

Foto : Sainah (40) warga Kenanga (tengah baju coklat). (Ian)

Seorang warga Kenanga, Sainah (40) hadir bersama warga lainnya di gedung pengadilan setempat mengatakan jika kedatangan ia bersama belasan ibu rumah tangga asal desa Kenanga tak lain bermaksud ingin mengikuti persidangan gugatan kasus dugaan pencemaran lingkungan oleh PT BAA.

“Ini permasalahan pencemaran lingkungan. Sudah 4 tahun kami warga Kenanga Sungailiat menikmati bau busuk yang berasal dari pabrik tapioka PT BAA,” ungkap warga ini kepada wartawan, Senin (6/7/2020).

Ibu rumah tangga ini mengaku sampai saat ini dirinya merasa sangat kesal lantaran keluhan sekaligus protes warga Kenanga terkesan tidak dipedulikan oleh pihak pemerintah daerah.

Bahkan diakuinya jika sampai saat ini protes sekaligus keluhan warga Kenanga terkesan menurutnya tidak ada titik temu alias penyelesaian.

“Kami sampai saat ini menginginkan dapat menghirup udara yang sehat dan bersih,” tegas Sainah.

Ia menambahkan persoalan dugaan kasus pencemaran lingkungan ini (bau busuk) sesungguhnya menurut Sainah sebelumnya sempat diadukan warga Kenanga antara lain ke DPRD Bangka termasuk intansi terkait lainnya selain Pemda Bangka.

Tak hanya itu, warga ini pun mengaku jika awal pembangunan pabrik tapioka (PT BAA) sama sekali tidak maksimal, sebaliknya Sainah mengakuinya jika dalam pembangunan pabrik tersebut menurut ia sama sekali tidak ada kegiatan sosialisasi kepada warga setempat.

Hal senada diungkapkan pula oleh Lasti (45) warga RT 08 Kenanga Sungailiat. Menurutnya semenjak pabrik pengolah tepung tapioka (PT BAA) hadir di daerah tempat tinggalnya bahkan diakuinya sempat ada kejadian banjir hingga merendam kediamannya.

“Pas kemarin banjir itu karena penampungan pabrik PT BAA jebol dan malam itu tidak hujan namun airnya meluap keluar dari saluran,” ungkap Lasti saat ditemui di Pengadilan Negeri Sungailiat.

Foto : Warga Kenanga, Lasti (45) kedua dari kanan (baju biru). (Ian)

Akibat air luapan diduganya berasal dari sumur penampungan pabrik PT BAA tersebut hingga menyebabkan kediamannya maupun warga sekitar lainnya juga ikut terendam air.

Meski begitu warga ini pun mengakui jika daerah tempat tinggalnya memang rawan banjir jika pada musim penghujan, namun dengan keberadaan pabrik tapioka PT BAA ini justru dianggapnya memperburuk keadaan.

Bahkan warga ini mengaku akibat kejadian itu pihaknya telah mengalami kerugian secara materil.

“Sejumlah peralatan elektronik di kediaman saya rusak akibat kejadian itu,” keluh warga ini yang mengaku jarak kediamannya cukup dekat dengan pabrik yakni sekitar 500 meter.

Lain lagi menurut pengakuan warga RT 01 Kenanga Sungailliat lainnya, Rama (35) warga ini malah mengaku dampak keberadaan pabrik tapioka PT BAA di Kenanga Sungailliat diduganya mengakibatkan sumber air (sumur) masyarakat di setempat jadi berubah warna.

Bahkan menurut warga di RT tempat tinggalnya yang lebih dominan merasakan dampak dari bau busuk yang diduganya tak lain berasal dari limbah pabrik PT BAA.

‘Di RT Kamilah yang paling terasa kena dampaknya. Kalau bau rasanya minta ampun pusing kepala ini,” ungkap warga ini.

Bahkan dampak dugaan akibat pencemaran limbah dari pabrik tersebut menurut pengakuannya ada warga setempat mengalami gatal kulit.

Sementara itu, seorang anggota DPRD Bangka asal Dapil Sungailiat, Firdaus saat dikonfirmasi terkait persoalan PT BAA dengan sebagian warga Kenanga yang kontra, politikus asal Nasdem ini mengatakan jika kejadian banjir menurutnya sudah pernah disampaikanya ke intansi terkait PUPR Kabupaten Bangka termasuk ke pihak PT BAA.

“Kalok (kalau — red) banjir dr atas tu emang la berapa kali uda disampaikan ke dinas pu pera termasuk ke pihak pabrik PT BAA, soal e asumsi masyarakat air tu dr atas dn dr PT BAA,” ungkap anggota dewan ini dalam pesan singkat yang disampaikanya melalui WhatsApp (WA) yang diterima, Senin (6/7/2020) sore.

Bahkan menurutnya jika sebelumnya permasalahan banjir di tempat kediaman warga Kenanga sempat pula disampaikan oleh lurah Kenanga saat itu dijabat oleh Yudi.

*pk lurah juga waktu kejadian la menyampaikan ke PT BAA pd waktu lurah pk yudi ada upaya di pc waktu itu kalok ,(kalau — red) dk salah dr PT BAA di kerok,” terang Firdaus.

Namun tanpa diduga pula, menurutnya lagi jika kejadian banjir di daerah setempat kembali terjadi yakni pada bulan Maret tanpa menyebutkan tahun kejadian.

“tp kemaren sekitar bulan maret kejadian lagi pk lurah yg sekarang juga sudah turun kelapangan dgn pk kaling dn rt juga warga berencana juga meminta di keruk dibagian yg patal terahir ini ada banjir tp dk terlalu lama lebih tepat rian bisa komukasi dgn pk lurah,”
katanya.

Di lain pihak, Humas PT BAA, Sulaiman saat dikonfirmasi melalui pesan diangkat/ WhatsApp (WA), Senin (6/7/2020) sore justru dirinya membantah terkait tudingan seorang warga Kenanga yang menyebutkan keberadaan pabrik PT BAA berdampaik terhadap lingkungan sekitar yakni banjir.

“Itu adalah berita yg menyesatkan, krn tanggul limbah PT. BAA tdk pernah jebol atau mengalir ke masyarakat, yg jebol waktu itu adalah TI milik oknum warga perangkat kelurahan waktu itu kalo gak salah masih pak yudhi sdh meninjau ke lokasi,” bantah Sulaiman dalam pesan singkatnya.

Sebaliknya pihaknya mengancam akan memproses secara hukum terkait tudingan miring yang diungkapkan oleh warga Kenanga tersebut.

“Jadi bukti apakah yg dipunyai sehingga menyebarkan berita hoax yg sangat merugikan PT BAA dgn menyatakan bahwa kolam limbah yg jebol? Terhadap hoax seperti ini akan kami konsultasikan dgn pihak kuasa hukum kami untuk diproses lebih lanjut,” tegasnya. (Ian)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close