Pangkalpinang, spotberita.com – Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, dari tanggal 9 Mei hingga tanggal 9 Juni Polres Pangkalpinang sudah berhasil mengungkap 18 Laporan Polisi kasus narkoba dengan Jumlah tersangka 23 orang laki laki dimana usia tersangka masih muda dan berikut sejumlah barang bukti yang sudah diamankan, di Mapolres Pangkalpinang, Jumat siang (10/6/2022).

Kapolres Pangkalpinang AKBP Dwi Budi Mutiono S.I.K., MH menyampaikan bahwa kasus narkoba di Kota Pangkalpinang ini cukup memprihatinkan, dimana dalam kurun waktu bulan ini Polres Pangkalpinang sudah berhasil mengungkap 18 Laporan Polisi kasus narkoba dengan Jumlah tersangka 23 orang laki laki berikut sejumlah barang bukti yang sudah diamankan.

“Adapun sejumlah barang bukti yang sudah diamankan dalam butir pil ekstasi atau inex seberat 2.83 gram sebanyak 6 butir, dan untuk sabu seberat 156.64 gram dan barang bukti lain nya yaitu ganja sebanyak 518,34 gram selain itu juga terdapat berbagai macam alat yang digunakan tersangka seperti handphone, tas, bungkus rokok, uang dan dompet dan berbagai macam barang bukti lain nya yang berkaitan dengan pengungkapan yang sudah dilaksanakan”. Ujar Kapolres saat menggelar konferensi pers.

Polres pangkalpinang akan melakukan penelitian yang mendalam dengan instansi terkait baik dengan BNN kota PKP maupun Universitas. Sehingga bisa mendeteksi sejauh mana peredaran narkoba ini menyebar dan mungkin sampai ditingkat apa penggunanya.

Apabila di level paling rendah mungkin sampai menyentuh tingkat anak SMP atau mungkin dibawah nya itu berarti sangat mengkhawatirkan, sehingga memang perlu upaya bersama.

“Sejauh ini kami sudah melakukan upaya seperti setiap kegiatan awal pembelajaran terdapat MOS atau masa orientasi sekolah baik tempat kuliah, sekolah SMA SMP yang sudah dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan tambahan pengetahuan tentang bahaya narkoba. Kata Kapolres Pangkalpinang.

Perlu kewaspadaan dan kehati-hatian, untuk mengambil bagian, maka diperlukan kerjasama berkolaborasi antar instansi agar semua orang dan semua pihak lebih peduli sehingga apabila gerakan itu dilakukan secara bersama sama secara masif. semua ikut bergerak semua ikut peduli dan berkontribusi mungkin akan lebih efektif dalam pencegahan maupun penanggulangannya.

Disamping itu Kasat Narkoba Polres Pangkalpinang, AKP Astrian Tomi, S.H.,M.H menambahkan dari beberapa kasus yang diungkap sumbernya dari Jakarta dikirim melalui ekspedisi disimpan melalui buku seperti seolah olah paket buku.

“Sedangkan penggunanya di Pangkalpinang bukan seperti di kabupaten lain yang pada umum adalah para penambang. Melainkan penggunanya adalah remaja, orang biasa, bekerja atau tidak bekerja, bisa kerja buruh, jadi Mahasiswa atau bahkan PNS dari kisaran umur usia 17 tahun sampai 40 tahun. Ini berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan dilapangan katanya”.

Mengapa di kota Pangkalpinang ini marak sekali peredaran narkoba? Lanjut AKP Astrian Tomi, itu tidak lain modus dari bandar tingkat atas mereka, dimana diawal mereka adalah pemakai biasa, karena harganya lumayan mahal dengan kemampuan daya beli tidak memumpuni sehingga dimanfaatkan oleh bandar untuk menjual kembali dengan keuntungan free memakai sehingga dari pemakai biasa menjadi penjual atau sebagai bandar.

Oleh karena itu dengan perkembangan kota yang diharapkan dengan kenyamanan yang ingin diperoleh para penghuni nya dapat diwujudkan, maka konsekuensi dari kota berkembang yang mengarah untuk maju maka segala sesuatunya pun ikut berkembang dan ikut maju, sehingga diharapkan peningkatan kewaspadaan dan perlu lebih teliti dengan modus modus baru. Disamping upaya kita untuk mencegah dan menanggulangi narkoba membuat kita lebih mudah dan lebih efektif efesien. Sehingga perkembangan secara umum dapat dihambat. Semoga wilayah Pangkalpinang bebas dari narkoba. (IRF)

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.