Foto : Rombongan Inspektur Tambang, Kementerian ESDM RI saat meninjau lokasi kegiatan pendalaman DAS Kolong Bravo. (dok. HPI Babel)
PANGKALPINANG,SpotBerita — Proyek pekerjaan pendamping kerjasama pendalaman alur daerah aliran sungai (DAS) Kolong Bravo melibatkan sistem penambang rakyat dengan rekanan PT Timah Tbk dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), yang dimotori oleh Himpunan Pewarta Indonesia (HPI) Bangka Belitung (Babel) menuai apresiasi positip dari pihak Kementerian Energi, Sumber Daya & Mineral (ESDM).
“Kami sangat menghargai kebijakan gubernur Bangka Belitung (Babel — red) untuk membantu masyarakat penambang sehingga kegiatan ini bisa berjalan dan melindungi masyarakat berkerja untuk menambang,” ujar Inspektur Tambang dari Kementerian ESDM RI, Syaiful dan Ales Sandra Tardelli di sela-sela kunjungannya bersama tim ke lokasi penambangan kolong Bravo, Kamis (28/3/2019).

Foto : Inspektur tambang ESDM RI berbincang dengan pegawai PT Timah Tbk di sela-sela kunjungan ke lokasi Kolong Bravo. (dok HPI Babel)

Dalam kunjungannya hari itu, pejabat asal Kementerian ESDM RI hadir di lokasi terlihat
didampingi oleh pengawas produksi (Wasprod) PT Timah Tbk wilayah Bangka Tengah Tarmizi, Pengawasan Tambang (Wastam) Arif.P, Divisi K3LH Bidang Lingkungan Sanusi dan beberapa orang karyawan serta Satuan Pengamanan (Satpam) PT Timah Tbk lainnya.

Foto : Lokasi kolong Bravo ini rencananya akan dibangun menjadi sebuah kawasan objek wisata di pulau Bangka. (dok HPI Babel)

Inspektur tambang ke Bangka dalam kunjungan tersebut tak lain guna meninjau program kerjasama penambangan pasir timah yang melibatkan para penambang rakyat yang telah direkomendasikan oleh pemerintah daerah.
Saiful mengatakan jika pihaknya sangat mendukung langkah pemerintah provinsi kepulauan Babel yang telah memberikan ruang kepada para penambang rakyat untuk dapat bersama-sama memanfaatkan sumber daya alam untuk dikelola dan memberi manfaat kepada masyarakat setempat.

Foto : Kegiatan pendalaman alur DAS kolong Bravo ini dimotori oleh pegiat pers yang tergabung dalam Himpunan Pewarta Indonesia (HPI) Provinsi kep Bangka Belitung. (dok HPI Babel)

Ditambahkannya, bahwa kegiatan kerjasama Pendampingan Kerjasama Pendalaman arus DAS kolong Bravo untuk perencanaan pembangunan kolong retensi dan kolong wisata di Kecamatan Pangkalan Baru Kelurahan Dul Kabupaten Bangka Tengah, bisa dikeluarkan perizinannya, adanya rekomendasi dari gubernur Babel.

“Selain itu yang menguatkan kegiatan penambangan yang melibatkan masyarakat setempat atau penambang rakyat telah diatur di Permen ESDM nomor 11 tahun 2018 pasal 55,” jelasnya.

Kegiatan penambangan dengan sistem melibatkan masyarakat/penambang rakyat selain bermitra dengan rekanan PT Timah menurutnya juga bisa dengan kerjasama labour supplier atau melibatkan tenaga kerja rakyat, dan sistem penyewaan alat kerja penambang yang disediakan oleh perusahaan tambang atau PT Timah Tbk.

Foto : Ketua Himpunan Pewarta Indonesia (HPI) Provinsi kepulauan Bangka Belitung. (dok HPI Babel)

Sementara itu, Ketua Himpunan Pewarta Indonesia (HPI) Babel, Rikky Fermana selaku yang memotori dan mengawas kegiatan pendampingan kerjasama pendalaman alur kolong Bravo dengan para penambang rakyat, menyampaikan aspirasinya kepada PT Timah Tbk yang telah memberikan perizinan sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana.

“Kapasitas HPI Babel hanya sebatas menjembatani dan memfasilitasi masyarakat penambang untuk membantu Pemda dan Perusahaan PT Timah agar mensinergikan program pemda, PT Timah dan masyarakat penambang sama-sama dalam posisi diberi manfaat,” ujar Rikky.

Sekedar informasi, pemprov Babel telah merencanakan kolong dan alur DAS Bravo untuk selanjutnya dibangun kolong retensi dan wisata seperti Bhay Park Polda Babel dan Kolong Wisata Beguruh berada daerah kampung Dul.

Namun sebelum rencana kegiatan pembangunan kolong retensi dan wisata dilaksanakan menggunakan anggaran negara, Pemprov Babel menginginkan potensi sisa sumber daya alam berupa pasir timah dapat dihabiskan sebelum dibangun dan tidak ada lagi kegiatan penambangan.

Pada beberapa tahun yang lalu pemprov Babel sempat membangun talud untuk menahan abrasi pinggir sepadan kolong Bravo namun ada sebagian sudah roboh dikarenakan para penambang ilegal yang tidak mematuhi ketentuan penambang yang ramah lingkungan dan terkelola dengan baik dan tersistem. (Habib)

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.