PANGKALPINANG,SpotBerita – Sehubungan adanya tambang ilegal yang pernah ditangkap oleh Tim sat intel brimob Polda Kep. Babel Bersama alat bukti seperti alat berat(Excavator) di Bandara Depati Amir  pada tanggal 29 Desember 2021 lalu, kemudian dilepas kan dengan alasan tidak ada nya pertambangan namun pekerjaan penghijauan dan pemerataan tanah (reklamasi).

Menanggapi hal ini Kinda Babel secara Tegas akan membuat surat resmi tertulis untuk mempertanyakan terkait statement tersebut.

Menurut WAKAKINDA BABEL Feri kusuma atmadja Kalau memang bukan pertambangan lalu kenapa ada nya tambang berjenis TN dan adanya penangkapan 15 pekerja dan alat berat jenis excavator 3 unit kemudian dilepas kan?

Kalau memang benar disitu ada pekerjaan penghijauan  dan pemerataan (reklamasi)  tanah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Artinya itu suatu proyek, seharusnya dikerjakan oleh pihak 3 dilengkapi papan proyek. Dan harus kami tekankan berapa pagu dana Proyek tersebut dan dikerjakan oleh siapa? setelah kami investigasi di kelapangan tidak ada pagu dana nya, artinya kami katakan proyek tersebut adalah proyek siluman.

yang harus kami tegas kan kepada Kapolda babel, Kepala Kejati babel,Dan BPKP Babel harus usut pekerjaan tersebut, yang dikerjakan tanpa ada pemberitahuan (informasi publik) kepada kalangan masyarakat Babel.

“Kenapa harus pekerjaan proyek tersebut dikerjakan di akhir tahun?”,”Merurut kami pekerjaan tersebut adanya dugaan tindak Korupsi Berjamaah sehingga pekerjaan tersebut tersembunyi”,

Yang jadi pokok permasalahan nya kenapa selama ini di diam kan pekerjaan siluman penghijauan tersebut.dan aneh nya setelah ada ny penangkapan oleh tim intel brimob diarea pertambangan ilegal di kawasan  bandara Depati amir,baru lah Muncul ada nya penghijauan dan pemerataan tanah

Wakakinda kami tidak tinggal diam dan kami akan mengirimkan surat kejenjang yang lebih tinggi kalau hal ini tidak diproses secara hukum karena sudah cukup jelas dan benar pekerjaan penghijauan itu ilegal tanpa ada pemberitahuan dan dana darimana dan dikerjakan oleh siapa,kami minta kepada para penegak hukum di babel jangan diam dan jangan hukum di Nkri rusak akibat kebutaan mata. Karena kami telah mempelajari hukum dibabel tajam kebawah tumpul keatas, ungkap WAKAKINDA BABEL feri kusuma wakakinda .(*/Red)

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.