Lagi Pidsus Kejati Babel Periksa 8 Pegawai PT Timah Terkait Kasus Timah Kadar Rendah

Foto :  Asintel Kejati Babel, Johny W Pardede SH MH (kiri) didampingi Aspidsus Kejati Babel, Edi Ermawan SH MH saat menggelar konferensi pers belum lama ini di gedung Kejati Babel. (Yuda)

PANGKALPINANG,SpotBerita – Pihak Kejaksaan Tinggi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Kejati Babel) tampaknya serius dalam mengusut perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) kegiatan pembelian biji timah berkadar rendah atau sisa hasil produksi (Trak) mencapai ratusan ton sejak tahun 2018-2019 oleh PT Tiimah Tbk hingga diduga telah merugikan keuangan negara.

Hal tersebut terbukti pantauan reporter spotberita.com, Senin (8/6/2020) siang sekitar pukul 13.00 WIB diduga sejumlah pegawai BUMN (PT Timah Tbk) terlihat mendatangi gedung kantor Pidsus Kejati Babel.

Sementara informasi yang berhasil dihimpun reporter spotberita.com di lapangan menyebutkan jika para pegawai PT Timah Tbk yang mendatangi gedung Kejati Babel saat itu sedikitnya ada 8 orang.

Sejumlah pegawai perusahaan plat merah itu kabarnya menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Pidsus Kejati Babel. Sayangnya pihak Kejati Babel belumlah memberikan keterangan terkait 8 orang pegawai PT Timah Tbk dikabarkan menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Pidsus Kejati Babel, Senin (8/6/2020).

Meski Aspidsus Kejati Babel, Edi Ermawan SH MH sempat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (8/6/2020) malam mengenai hal tersebut namun tidak ada jawaban. Begitu pula saat mencoba menghubungi Humas PT Timah, Anggi Siahaan namun serupa tidak ada jawaban dari yang bersangkutan.

Termasuk Asintel.Kejati Babel pun, Johny W Pardede SH MH sempat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (8/6/2020) malam namun tidak ada jawaban.

Sebelumnya, pihak Kejati Babel melalui Asintel Kejati Babel, Johny W Pardede saat menggelar konferensi pers di gedung Kejati Babel baru-baru ini mengatakan jika perkara pembelian biji timah berkadar rendah (Trak)diduga telah terjadi penyimpangan dan saat ini perkara tersebut naik ke tahap penyidikan selain perkara korupsi dana kredit BRI cabang Pangkalpinang.

“Kasus yang pertama yakni pembelian biji timah yang tidak sesuai dengan ketentuan," ungkap Asintel Babel di hadapan wartawan saat itu ia didampingi Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Babel, Edi Ermawan SH MH, Selasa (2/6/2020) sore di media center Kejati Babel.

Sekedar diketahui, dalam perkara/kasus berdasarkan Informasi dihimpun reporter media ini menyebutkan jika sejumlah mineral yang dibeli tersebut (Trak) diketahui atau diperkirakan mencapai angka ratusan ton, dan saat ini masih tersimpan di gudang penyimpanan PT Timah Tbk di beberapa tempat antara lain Tanjung Gunung dan Baturusa.

Terkait perkara ini pun tak saja menyeret sejumlah nama pejabat PT Timah Tbk termasuk seorang oknum pengusaha timah asal Kabupaten Bangka Barat, Agat diduga selaku mitra PT Timah pemasok ratusan ton Trak (pasir timah kadar rendah) ke perusahaan BUMN ini.

Bahkan Agat pun sempat pula menjalani pemeriksaan oleh pihak Kejati Babel terkait kasus pasir timah kadar rendah, namun dalam kasus dugaan korupsi ini pun dikabarkan sempat pula menimbulkan kisruh di kalangan wartawan di Babel lantaran Agat diduga pula mencoba ‘membungkam’ para pegiat pers melalui seorang oknum wartawan dengan maksud agar kasus yang menyeretnya itu tak mencuat di publik atau media massa. (Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *