Belitung Timur

LIN Babel Terus Usut Kasus PT SMM di Beltim

* Laporkan Kasus ke Distan Hingga Gakkum KLHK

Foto :  Ketua LIN Babel, Ibrahim saat menyampaikan laporan kasus hama Kumbang tanduk/badak ke Kabid Pertanian Dstan Provinsi Babel. (Ian)

* Radio BFM Undang Tim LIN Dalam ‘Talk Show’ Kasus Kumbang Tanduk

PANGKALPINANG,SpotBerita – Sampai saat ini upaya mengusut tuntas kasus hama Kumbang tanduk/badak hingga telah merugikan sebagian masyarakat di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Dendang, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) oleh tim Lembaga Investigasi Negara (LIN) Provinsi Bangka Belitung (Babel) terus berlanjut.

Bahkan belum lama ini tim LIN Babel pun telah melaporkan perihal kasus hama Kumbang tanduk/badak ke pihak intansi berwenang diantaranya yakni ke intansi Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Babel.

“Sudah kita laporkan kasus yang terjadi di Kabupaten Beltim itu (hama Kumbang tanduk/badak – red) ke intansi Distan provinsi Babel,” kata ketua LIN Babel, Ibrahim, Jumat (2/10/2020) di Pangkalpinang.

Foto : Inilah kumbang tanduk/badak hingga kini masihlah dikeluhkan masyarakat Kecamatan Dendang, Beltim. (Ist)

Tak cuma itu, bahkan rencananya ditegaskan Ibrahim selain melaporkan kasus hama Kumbang tanduk/badak hingga merugikan sejumlah masyarakat di wilayah kecamatan setempat (Dendang) pihaknya pun berencana akan melaporkan kasus serupa ke intansi Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan (KLHK) wilayah Babel.

Foto : Timsus LIN Provinsi Babel dipimpin Ryan A Prakasa saat mendengar keluhan warga Desa Jangkang, Dendang Beltim. (Ist)

“Sebab kami menilai kasus hama Kumbang tanduk/badak ini merupakan kasus yang menyangkut lingkungan hidup jadi rencananya kami akan laporkan ke pihak Gakkum KLHK Babel termasuk ke pihak Polda Kep Babel,” tegasnya.

Foto : Akibat serangan hama Kumbang tanduk/badak masyarkat di sejumlah desa di Kecamatan Dendang, Beltim mengalami kerugian materi. (Ist)

Ibrahim mengulas kembali awal mula kasus ini diketahui pihaknya (LIN) sesungguhnya tak lain lantaran adanya laporan masyarakat yang masuk ke pihaknya terkait keluhan masyarakat atau warga di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Dendang yang mengaku merasa dirugikan secara materi akibat serangan wabah kumbang tanduk/badak.

“Dalam laporan masyarakat yang kami terima itu menerangkan jika di sejumlah desa di Kecamatan Dendang Beltim itu diperkiraka ribuan batang pohon kelapa milik warga di kecamatan ini mengalami kerusakan dan mati akibat serangan hama kumbang tanduk/badak. Nah hal ini diyakini para warga akibat dampak dari kegiatan replanting kebun sawit PT SMM,” terang Ibrahim.

Foto : Diperkirakan ribuan pohon kelapa milik masyarakat di Kecamatan Dendang Beltim mengalami kepunahan akibat serangan hama Kumbang tanduk/badak. (Ist)

Dalam kasus ini pula, ditegaskanya kembali jika ia sendiri sebelumnya telah membentuk tim khusus (timsus)  LIN Babel) yang dipimpin oleh Ryan A Prakasa (sekjen LIN Babel) guna investigasi kasus di Kecamatan  Dendang, Beltim belum lama ini sekaligus meminta keterangan dari masyarakat di wiilayah kecamatan setempat terkait persoalan kegiatan replanting PT Sahabat Mewah Makmur (SMM) yang dianggap telah merugikan masyarakat di sejumlah desa setempat.

Foto : Zulman warga Desa Jangkang, Dendang, Beltim mengaku jika sejumlah tanaman pohon kelapa miliknya pun kini mengalami kepunahan atau mati akibat serangan hama Kumbang tanduk/badak. (Ist)

Persoalan ini pun menurutnya sempat pula disampaikan ke kepala daerah Kabupaten Beltim melalui timnya, namun ia sendiri mengaku sangat miris lantaran kasus ini telah bertahun-tahun hingga kini tak kunjung ada titik penyelesaian meski sebelumnya kasus ini pun sempat pula diketahui pihak legislatif kabupaten setempat termasuk intansi terkait lainnya.

Foto : Sekjen LIN Provinsi Babel, Ryan A Prakasa. (Ist)

“Masih saja tak ada titik penyelesaian yang terbaik bagi masyarakat setempat. Nah ini patut untuk menjadi perhatian kita bersama. Sebab ini menyangkut persoalan kesejahteraan masyarakat setempat,” tegasnya lagi.

Foto : Tim LIN Babel saat diundang dalam acara talk show di stasiun radio BFM Kota Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung. (Ist)

Terkait hal ini pun tak disangka persoalan kasus hama Kumbang tanduk/badak yang dikeluhkan masyarakat Dendang justru kini menyita perhatian media lainnya yakni sebuah stasiun radio ternama di Kota Tanjung Pandan BFM, Kabupaten Belitung hingga akhirnya perwakilan LIN Babel pun diundang dalam acara talk show guna membahas persoalan kasus tersebut.

Dalam.acara talk show di stasiun radio BFM dipandu oleh Wita, perwakilan tim LIN Babel yang hadir saat itu yakni Nurul Hidayah (wakil ketua), Yudistira (kepala divisi investigasi Lingkungan Hidup & Satwa) serta didampingi Komandan Komando Korp LIN Babel, Mulyadi.

Foto : Dalam acara talks show di radio BFM Tanjung Pandan, tim LIN Babel membahas kasus hama kumbang tanduk/badak. (Ist)

Dalam kasus ini pun pihak LIN Babel diakui Ibrahim telah mendapatkan dukungan dari masyarakat disertai dengan tanda tangan serta surat kuasa yang ditanda tangani pula oleh para kades hingga camat Dendang selaku pihak yang mengetahui guna upaya penyelesaian kasus tersebut.

Sejauh ini tim reporter spotberita.com masih berupaya mengkonfirmasi pihak PT SMM yang dketahui meniliki usaha perkebunan di wilayah Kecamatan Dendang, Beltim terkait persoalan tudingan warga yang menganggap hama Kumbang tanduk/badak menyerang tanaman pohon kelapa milik warga diduga akibat dampak kegiatan replanting perusahaan tersebut.

Foto : Logo Lembaga Investigasi Negara. (Ist)

Ibrahim menambahkan perihal lembaga yang dipimpinnya saat ini (LIN) di Provnsi Babel. Diterangkannya, LIN adalah sebuah lembaga yang berfungsi sebagai kontrol sosial dan merupakan mitra pemerintah.

“LIN adalah organisasi sipil independent yang bertugas membantu seluruh Badan Negara dalam ranah informasi sipil melalui pelatihan independent anggotanya,” terangnya.

Foto : Tim LiN Babel saat silahturahmi ke kantor Kejaksaan Tinggi Provinsi Babel. (Ist)

Di dalam lembaga ini ditegaskanya, adalah orang-orang terpilih yang bermartabat berdedikasi tinggi Siap menjaga martabat nama baik organisasi dan diri sendiri.

“Anggota LIN akan selalu taat dan patuh menjalankan Visi & Misi organisai serta setia kepada Pancasila, UUD 45 dan menjaga keutuhan NKRI.

Foto : Selain silahturahmi ke kantor Kejaksaan Tinggi Provinsi Babel, tim LIN Babel pun melakukan pula silahturahmi ke kantor Polda Kep Babel. (Ist)

Selain itu ditambahkanya lagi, LIN mempunyai misi yakni mewujudkan pemerintahan yang bersih dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (Good Public Governance), demi kedaulatan, kesejahteraan dan keadilan yang makmur bagi seluruh rakyat Indonesia dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia berdasarkan amanat Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

“Serta membangun kemitraan dan melakukan pengawalan terhadap kinerja pemerintah selaku pelaksana amanat rakyat menurut Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagaimana amanat pasal 1 Ayat (2) undang-2 Dasar 1945,” tegas Ibrahim.

Selan itu pula melakukan pengawasan terhadap pemerintah negara indonesia dalam dalam melaksankan tugas dan kewajibannya sebagai amanat alinea ke empat UUD 45 bahwa pemerintah Negara indonesia bertugas dan wajib yang melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia dan utk memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yg berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Meski begitu, tentunya dalam pelaksanaan tanggung jawab tugas di setiap departemen dalam struktur LIN maka akan selalu berkoordinasi dengan mitra startegis yang lainya seperti guna menjalankan program kerjanya LIN serta selalu berkoordinasi dengan instansi tekait dianggap sebagai jaring lapor (Jala) LIN diantaranya : Mabes POLRI /TNI, Kejaksaan, BNN (Badan Narkotika Nasional), BIN (Badan Intelijen Negara), KPK (Komisi Pembrantasan Korupsi),
BNPT(Badan Nasional. Penangulangan Terorisme), KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) dan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.

“Sebagaimana tekad kita sesuai dengan filosofi lembaga kita (Lembaga Investigasi Negara — red) dalam melaksanakan tugas yakni Sunyi Senyap Sampai Tujuan,” ungkap Ibrahim. (tim)

 

 

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close