Bangka Selatan

Nelayan Desa Tanjung Sangkar ‘Menjerit’ Pasokan BBM Terbatas Untuk Melaut

Foto : Selain melayani warga Desa Tanjung Sangkar, APMS yang dikelola H Sega ini pun melayani pula warga asal desa lainnya (Desa Kumbung) dalam hal bbm bagi nelayan. (M Habib)
 
 
BANGKASELATAN,SpotBerita-Kebutuhan pasokan bahan bakar minyak (BBM) baik solar maupun premium tentulah merupakan hal yang paling berharga bagi masyarakat nelayan.

Terlebih kebutuhan pasokan bbm tersebut semata-mata untuk kepentingan nelayan melaut atau mencari ikan, namun bagaimana jika pasokan bbm bersubsidi yang disalurkan kepada masyarakat nelayan di suatu desa setempat justru terbatas.

Kondisi tersebut tentulah dianggap menyulitkan masyarakat nelayan, seperti halnya dikeluhkan oleh masyarakat nelayan di Desa Tanjung Sangkar, Kecamatan Lepar Pongok (Lepong), Kabupaten Bangka Selatan (Basel).

Foto : H Sega (kanan) selaku pengelola APMS didampingi Kepala Desa Tanjung Sangkar, Iswandi Sastra (kiri) saat diwawancarai jurnalis terkait keterbatasan pasokan bbm untuk nelayan. (M Habib)

Menurut H Sega selaku pengelola Agen Penyalur Minyak Subsidi (APMS) di Desa Tanjung Sangkar, Lepong jika pasokan bbm baik solar maupun premium yang disalurkan pihak Pertamina ke desa setempat justru dinilainya sangatlah kurang.

Hal tersebut lantaran pasokan bbm (solar & premium) disalurkan rata-rata sebanyak dua kali dalam sebulan hanya 8000 ton solar dan premium.

“Nah bagaimana mau memenuhi kebutuhan nelayan kami sementara pasokan bbm jumlah terbatas seperti itu. Lebih lagi warga dari desa tetangga pun (Desa Kumbung) malah beli bbm di APMS kita,” ungkap haji Sega saat ditemui di APMS miliknya, Sabtu (20/7/2019) lalu.

Foto : Di desa Tanjung Sangkar pulau Lepar mayoritas masyarakat berprofesi sebagai nelayan, hal itu terlihat lebih dari satu dermaga nelayan terdapat di desa setempat. (M Habib)

Diterangkanya, masing-masing nelayan di desanya dijatah 20 liter per nelayan, sehingga kondisi tersebut berpengaruh terhadap upaya peningkatan perekonomian atau pendapatan para nelayan di desanya.

Hal serupa diungkapkan pula oleh seorang nelayan desa setempat, bahkan nelayan ini mengaku ia sendiri kerap tak mendapatkan bbm di desa setempat lantaran stok tersedia di APMS terbatas, padahal mayoritas warga desa setempat pekerjaan sebagai nelayan.

“Jadi bagaimana mau mencari nafkah buat keluarga jika bbm susah didapat. Ya setidaknya adalah perhatian dari pihak pemerintah kita ini,” ungkap nelayan ini.

Foto : Anggota DPRD Basel; Bahroni Rudin saat diwawancarai jurnalis.
(M Habib)

Sementara itu Kades Tanjung Sangkar, Iswandi Sastra membenarkan jika sebagian besar warga nelayan di desanya saat ini merasakan sulitnya mendapatkan pasokan bbm yang memadai lantaran keterbatasan pasokan yang disuplai pihak Pertamina.

“Kami sudah pernah mengajukan ke pihak Pertamina agar pasokan bbm di APMS desa kami ini ditambahkan pasokanya. Sehingga dengan demikian masyarakat nelayan di desa kami ini dapat sejahtera,” ujar Iswandi ditemui di APMS desa setempat.

Persoalan keluhan nelayan Desa Tanjung Sangkar lantaran pasokan bbm terbatas justru mendapat sorotan pula dari seorang anggota DPRD Basel, Bahroni Rudin.

Anggota legislatif ini mengaku prihatin terkait kondisi masyarakat nelayan desa Tanjung Samgkar mengeluh lantaran sulitnya mendapatkan bbm untuk melaut.

Bahkan Bahroni pun mengaku jika persoalan masyarakat di pulau Lepar kerap tak terpantau oleh pihak legislatif lantaran jarak atau lokasi desa yang menjadi kendala.

“Daerah ini (Tanjung SaSngkar — red) memang jauh dari pantauan kami. Namun dengan keberadaan kami hari ini di desa Tanjung Sangkar maka ini suatu masukan kepada kami,” ujar Bahroni saat ditemui wartawan di sela-sela kunjungannya di desa Tanjung Sangkar.

Meski begitu, ia sendiri justru berjanji jika permasalahan ini pun akan disampaikan kepada anggota dewan lainnya di DPRD Basel.

“Nanti akan kita perjuangkan lewat kawan-kawan di DPRD Bangka Selatan. Kebetulan wakil bupati.kita pun hadir di sini dan saya akan langsungWwww2aa3 sampaikan hal ini,” janjinya. (M Habib)
Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close