Foto : Sejumlah warga nelayan Sungailiat saat menggelar aksi demo di pinggir pantai Matras, Sungailiat. (Ist)

BANGKA,SpotBerita – Di tengah gejolak pro-kontra masyarakat di Kota Sungailiat, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka terkait rencana kerja perusahaan mitra kerja PT Timah justru saat ini sempat kabar berhembus jika beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan organisasi masyarakat (Ormas) dikabarkan ‘merestui’ rencana kerja mitra PT Timah dalam melakukan kegiatan penambangan biji/pasir timah di perairan Matras, Sungailiat Bangka.

Bahkan sebelumnya dikabarkan atau rumor miring beredar di kalangan masyarakat Sungailiat sedikitnya 22 LSM dan Ormas turut mendukung rencana kegiatan penambangan pasir timah oleh mitra PT Timah di wilayah perairan laut Matras Sungailiat menggunakan sarana kapal isap produksi (KIP).

Isu sebanyak 22 LSM dan Ormas di Kabupaten Bangka dikabarkan turut merestui rencana kerja mitra PT Timah untuk menambang pasir timah di perairan Matras Sungailiat sempat pula dibantah oleh seorang pimpinan ormas yang ada di Kabupaten Bangka.

Meski begitu, tim reporter media spotberita.com terus berupaya mencari kebenaran informasi tersebut terkait sebanyak 22 LSM dan Ormas di Kabupaten Bangka diduga turut pula memberikan dukungan terhadap mitra PT Timah untuk menambang pasir timah di perairan atau laut Matras, Sungailiat.

Foto : Perwakilan perusahaan mitra PT Timah, Erwin saat berdialog dengan warga Sungailiat. (Ist)

Sementara informasi yang berhasil dihimpun tim reporter media spotberita.com pun serta dari keterangan dari sejumlah narasumber lainnya menyebutkan jika dari sekian jumlah LSM atau Ormas tersebut diduga ikut mendukung rencana kerja mitra PT Timah untuk menambang pasir timah di perairan Matras Sungailiat satu diantaranya LSM Simpul Babel.

Selain itu, suatu wadah perkumpulan sejumlah organisasi kepemudaan yang diduga ‘ikut-ikutan’mendukung rencana kegiatan penambangan pasir timah di laut Matras Sungailiat yakni Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bangka.

“Dalam pertemuan antara pihak perwakilan perusahaan mitra PT Timah di Sungailiat baru-baru ini pengurus KNPI Bangka turut hadir. Infonya sih ikut mendukung KIP,” kata sumber yang enggan disebutkan identitas dirinya kepada tim reporter spotberita.com, Minggu (25/10/2020).

Menurut sumber ini lagi, pihak perwakilan perusahaan mitra PT Timah pun lebih dari satu kali melakukan pertemuan dengan sejumlah LSM dan Ormas termasuk pihak-pihak lainnya yang dianggap bisa mendukung rencana kegiatan penambangan KIP di perairan Matras Sungailiat.

 

“Pertemuan antara perwakilan perusahaan mitra PT Timah itu dengan perwakilan LSM maupun Ormas di Kota Sungailiat dan tempat pertemuannya berganti-ganti ada di hotel Novila dan Kafe Dyamond bahkan di warung kopi rencana kerja penambangan KIP sekaligus mencari dukungan,” terang sumber ini.

Ketua Simpul Babel, Ujang Suprianto ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat (WhatsApp/WA), Senin (26/10/2020) malam tak banyak berkomentar. Sebaliknya Ujang beralasan dirinya sedang berada di luar kota Sungailiat.

Sementara itu ketua KNPI Bangka, Ismir justru membantah soal kabar ‘miring’ menyebutkan jika lembaga yang dipimpinnya kini mendukung rencana kegiatan penambangan KIP di laut Matras Sungailiat, termasuk kehadiran pengurus KNPI Bangka ikut hadir dalam pertemuan dengan perwakilan mitra PT Timah baru-baru ini pun dibantahnya.

“Biase la bang. Makanya kami nanti neg klarifikasi. Pdhl dakde perwakilan yg hadir,” jawab Ismir dalam pesan singkat (WA) yang diterima spotberita.com, Senin (26/10/2020) malam.

Meski begitu Ismir akhirnya mengaku jika pihaknya (KNPI Bangka) sesungguhnya hanya mendukung program PT Timah saja namun pihaknya menekankan dalam menjalankan program kerjanya PT Timah harus memperhatikan kondisi lingkungan.

“Kami hanya pernyataan sikap bai bang. Dan itu kpd PT Timah. Secara substansi klo PT. Timah mau kerja jg harus mematuhi rambu dan kearifan lokal,” terangnya.

Saat disinggung sempat kabar beredar jika seorang pengurus KNPI Bangka turut hadir dalam pertemuan dengan pihak perwakilan mitra PT Timah baru-baru ini dan mendukung rencana kegiatan penambangan KIP di laut Matras Sungailiat.

Bahkan pengurus KNPI Bangka yang hadir dalam pertemuan dengan pihak perwakilan mitra PT Timah itu dikabarkan pula sempat menandatangani surat pernyataan dukungannya terhadap rencana kegiatan penambangan KIP di laut Matras.

Namun hal itu kembali dibantah oleh Ismir, sebaliknya pengurus KNPI Bangka yang hadir saat itu justru tak membawa lembaganya (KNPI Bangka) tetapi membawa nama ormas lainnya.

“Die mewakili ormas perekat Babel bang. Klo kite ade ngirim perwakilan sebagai pendengar bang. Karena di undang. Bukan tuk memutuskan langsung,” bantahnya.

Ismir pun akhirnya mengakui pula jika salah satu pengurus KNPI Bangka yang hadir dalam pertemuan itu sempat pula menandatangani pernyataan dukungan, namun pengurus itu membawa nama ormas lain dan bukan KNPI Bangka.

“Pas yg di novilla die menandatangani sbg Perekat Babel,” ungkap Ismir.

Sebelumnya seorang nelayan asal lingkungan Sinar Jaya Jelutung, Mustar (52) sempat menyesalkan adanya pihak-pihak atau kelompok mengatasnamakan lembaga atau organisasi namun malah mendukung rencana kegiatan penambangan KIP di laut Matras, Sungailiat.

*Mereka yang mendukung penambangan KIP Matras itu sesungguhnya mereka itu bukan nelayan dan tak tahu-menahu seluk beluk laut,” ungkap Mustar kepada tim reporter spotberita.com baru-baru ini. (tim)

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.