Bangka

Nelayan Sungailiat Yakini Pengerukan Muara Oleh PT SMB Tetap Berjalan

Foto : Seorang nelayan Sungailiat menunjukan lembaran berisi tanda tangan masyarakat nelayan yang mendukung rencana kegiatan PT SMB. (Hen)

BANGKA,SpotBerita – Meski kegiatan pengerukan alur muara Air Kantung, Sungailiat belumlah berjalan, namun sejumlah nelayan di lingkungan Jelitik dan Parit Pekir meyakini jika kegiatan pengerukan alur muara Air Kantung akan memberikan manfaat.

Tak sekedar itu, bahkan hampir sebagian besar masyarakat nelayan setempat meyakini proyek pekerjaan pengerukan alur muara Air Kantung tetap akan berjalan dikerjakan oleh PT Siputih Makmur Bersama (SMB).

“Kami sangat berharap sekali kegiatan pengerukan alur muara Air Kantung dapat terealisasi secepatnya, dan saya yakin pula para nelayan sangat terbantu dengan kegiatan pengerukan tersebut karena sampai saat ini alur muara itu masih saja dangkal sehingga perahu nelayan tidak bisa melaut,” kata seorang nelayan asal lingkungan Parit Pekir, Sungailliat, Kabupaten Bangka, Yayan (42), Sabtu (19/9/2020).

Foto : Sebagai sikap dukungan terhadap rencana kegiatan pengerukan alur muara Air Kantung, Sungailiat, tampak seorang nelayan sedang menanda tangani lembaran pernyataan. (Hen)

Diakuinya jika selama hampir setahun ini kegiatan pendalaman alur muara Air Kantung Sungailiat oleh PT Pulomas Sentosa justru dinilainya sama sekali tak maksimal lantaran kondisi alur muara setempat kini masih saja mengalami pendangkalan.

“Sebenarnya hampir 10 tahun kegiatan pengerukan alur muara Air Kantung dilaksanakan oleh PT Pulomas Sentosa namun kenyataannya kondisi alur muara Air Kantung sampai saat ini masih saja dangkal,” sesalnya.

Foto : Ratusan perahu nelayan Sungailiat ditambatkan di sepanjang alur muara Air Kantung atau dekat kantor PPN Sungailiat. (Eqi)

Hal serupa pun sempat diungkapkan oleh nelayan lainnya asal lingkungan Jelitik Sungailiat, Bagong (34). Bahkan Bagong sendiri dirinya mengaku sangat kecewa terkait kondisi alur muara Air Kantung Sungailiat sampai saat ini masih saja mengalami pendangkalan.

Foto : Meski berada di dalam perahu, nelayan ini terlihat antusias menanda tangani lembaran peryataan dukungan terhadap PT SMP. (Hen)

“Jadi saya pun berharap pula PT SMB ini benar-benar bekerja dengan profesional sehingga tidak ada lagi keluhan masyarakat nelayan terkait kondisi alur muara Air Kantung dangkal,” harap Bagong.

Lain halnya diungkapkan nelayan lingkungan Parit Pekir Sungailiat, Budi alias Ambon. Ia justru menyangkal adanya penolakan terhadap rencana kegiatan pengerukan alur muara Air Kantung Sungailiat yang bakal dikerjakan oleh PT SMB, DR mantan sekretaris HNSI Kabupaten Bangka dalam suatu media online nasional baru-baru ini.

Foto : Peta lay out rencana kegiatan PT SMB di sekitar alur muara Air Kantung Sungailiat. (Ist)

“Pernyataannya itu (DR — red) justru malah memperkeruh keadaan. Nah selama ini kegiatan PT Pulomas Sentosa melakukan pengerukan alur muara Air Kantung namun dinilai tidak maksimal hingga alur muara kini masih saja dangkal, lantas kenapa dia (DR — red) tidak protes?, Aneh!,” singgung Ambon.

Sebaliknya, Ambon mengaku dirinya pun merasa miris terkait statemen (pernyataan) mantan ketua HNSI Kabupaten Bangka (DR) dalam media online itu terkesan menolak kegiatan pekerjaan pengerukan alur muara Air Kantung Sungailiat.

Foto : Inilah kondisi alur muara Air Kantung Sungailait yang dikeluhkan nelayan Sungailiat lantaran kondisi alur mengalami pendangkalan dan penyempitan sehingga perahu/kapal nelayan sulit melaut. (Ist)

Bahkan pernyataan DR pun justru dinilainya mengundang pertanyaan dari masyarakat nelayan Sungailiat, lantaran DR diketahuinya mantan sekretaris HNSI Kabupaten Bangka tak semestinya mengeluarkan statemen di media tersebut.

“Apalagi dia kan (DR — red) mantan pengurus HNSi Kabupaten Bangka, nah semestinya dia tahu bagaimana keinginan nelayan. Jangan sebaliknya dengan pernyataanya itu malah membuat kegaduhan di kalangan masyarakat nelayan Sungailiat,” ungkap Ambon.

Foto : Kindisi alur muara Air Kantung Sungailiat kini malah mengalami penyempitan padahal hampir 10 tahun PT Pulomas melakukan aktifitas pendalaman aluar muara setempat. (Ian)

DR sendiri diketahuinya sempat menjabat sebagai ketua panitia kapal isap produksi (KIP) Sungailiat, namun sayangnya akibat kinerja DR justru menyeretnya ke persoalan hukum.

Rencana kegiatan pengerukan alur muara Air Kantung pada tahun 2020 ini pun sebelumnya pihak PT SMB sempat melakukan sosialisasi, Rabu (16/9/2020) pagi dengan mengundang perwakilan nelayan, pesisir, tokoh masyarakat, tokoh ormas/LSM termasuk aparat penegak hukum lainnya termasuk pihak Polsek Sungailiat.

Tak hanya itu, saat ini pun sejumlah masyarakat nelayan Sungailiat telah menggalangkan tanda tangan para nelayan sebagai bentuk dukungan serta keseriusan berharap agar alur muara Air Kantung Sungailiat segera direalisasikan oleh PT SMB.

Foto : Sebagai bentuk dukungan terhadap PT SMB sejumlah masyarakat nelayan Sungailiat menandatangani di lembar pernyataan. (Eqi)

Terkait kegiatan pengerukan alur muara Air Kantung Sungailiat tersebut sempat pula mengundang sorotan pihak Kemenko Polhukam RI lantaran kegiatan pengerukan alur muara Air Kantong Sungailiat dianggap tak memberikan manfaat bagi masyarakat nelayan Sungailiat.

Foto : Staf Ahli Kemenko Polhukam Bidang Kedaulatan Wilayah dan Kemaritiman, Laksamana Muda (Laksda) Yusuf SE MM saat menanyakan seputar kegiatan pendalaman alur muara Air Kantung di hadapan perwakilan PT Pulomas Sentosa di sela- sela giat sidak tim Kemenko Polhukam RI.

Hingga akhirnya pihak Kemenko Polhukam RI pun diwakili Staf Ahli Kemenko Polhukam Bidang Kedaulatan Wilayah dan Kemaritiman, Laksamana Muda (Laksda) Yusuf SE MM bersama timnya, Selasa (28/7/2020) melakukan sidak ke pelabuhan Air Kantung Sungailiat guna mengetahui kondisi kegiatan pengerukan alur muara Air Kantung Sungailiat yang dikerjakan oleh PT Pulomas Sentosa.

Kedatangan delegasi Kementerian Polhukam ini, ternyata menurut informasi yang dihimpun oleh tim media ini adalah dalam rangka melakukan Inspeksi mendadak (sidak) terkait adanya laporan dari masyarakat pesisir atau nelayan Sungailiat dan sekitar.

“Tim kami datang kesini berdasarkan informasi atau laporan dari warga yang sampai ke Kementerian Polhukam, khusus disini (lokasi pengerukan muara PT Pulomas Sentosa – red) karena warga nelayan mengeluhkan adanya penyempitan alur dari muara menuju laut lepas yang biasanya normal sekarang terganggu. Tadinya sekitar 30 meter, karena ada tumpukan pasir sekarang nelayan jadi terganggu,” terang , Laksamana Muda (Laksda) Yusuf, SE, MM kepada wartawan di sela-sela giat sidak siang itu di pelabuhan Air Kantung, Sungailiat.

Bahkan Yusuf pun sempat menyindir terkait persoalan pola pekerjaan pihak Pulomas (pihak ketiga) yang dinilainya justru tak bermanfaat bagi masyarakat nelayan.

“Nah siapa yang akan bertanggung jawab dalam hal ini. Apakah pihak Pemdanya atau Pemprovnya? Nah ini pihak ketiganya (Pulomas Sentosa — red). Apakah kamu diberikan kewenangan menjual pasir atau tidak. Kamu hanya ngeruk aja dan bukan untuk menjual pasirnya. Jawab ya atau tidak?,” tegas Yusuf di hadapan perwakilan Pulomas saat itu.

Di sela-sela sidak ini, Laksma Yusuf Sempat memanggil seorang perwakilan nelayan Sungailiat, Andi Makmur guna diminta keterangan seputar kondisi kegiatan pendalam alur muara setempat.

Dalam kesempatan itu, Andi malah mengaku jika kondisi kegiatan pengerukan alur muara Air Kantung itu sama sekali kini malah mempersulit para nelayan setempat saat hendak melaut.

“Kondisi alur muara ini kalau pagi kapal-kapal nelayan tidak bisa lewat karena airnya dangkal bahkan kalau pagi pun kita bisa jalan kaki nyeberang ke seberang sana pak,” ungkap Andi di hadapan Laksma Yusuf maupun staf ahli SDA & Lingkungan Hidup Kemenkopolkam RI, Asmarini saat itu.

Sejauh ini pihak-pihak terkait masih diupayakan dikonfirmasi termasuk pihak PT Pulomas Sentosa, pemerintah daerah maupun lembaga terkait. (Eqi)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close