PHBS Diharapkan Jadi Perilaku Positif yang Melekat di Masyarakat

TANJUNG PANDAN – Spotberita, Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Maya Suganda Pasaribu, berharap penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bisa dijadikan sebagai perilaku positif yang melekat di masyarakat.

Demikian disampaikan Maya Suganda Pasaribu dalam sambutannya saat acara Penilaian Lomba Kesatuan Gerak Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga Kesehatan (KKBPK KES), di kawasan Desa Buluh Tumbang, Kabupaten Belitung, Senin (18/9/2023).

“PHBS ini jangan cuma dilakukan karena mau ikut lomba saja ya. Jangan nanti pas sudah tidak lomba, malah jadi kendor. Yang benar itu justru ketika setelah lomba ini, harus lebih baik lagi dari yang sekarang,” kata Maya Suganda.

Lebih lanjut, Maya Suganda mengatakan bahwa perilaku adalah hal krusial yang menjadi indikator untuk mencapai sesuatu. Selain itu, kata Maya Suganda, dalam mengubah suatu perilaku, tergolong cukup sulit, salah satunya PHBS itu sendiri.

“Dalam apa pun itu, semuanya dimulai dari perilaku. Sama halnya dengan upaya penurunan stunting. Itu memang perlu merubah perilaku. Tapi, ya itu lah tantangannya, mengubah perilaku memang tidaklah mudah,” ujarnya.

Oleh karena itu, Maya Suganda meminta kepada masyarakat, agar terus menerapkan perilaku hidup sehat, supaya dapat menurunkan angka prevalensi stunting hingga 14%, pada tahun 2024 mendatang.

Diketahui, ada 10 indikator PHBS yang menjadi fokus dalam lomba tersebut, antara lain melakukan persaliban di fasilitas kesehatan, memberi bayi asi eksklusif, menimbang balita setiap bulan, makan buah dan sayur setiap hari, melakukan aktivitas fisik setiap hari, menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, memberantas sarang nyamuk minimal seminggu sekali, menggunakan jamban sehat, serta tidak merokok.

Sementara itu, Kepala Desa Buluh Tumbang, Riswan menyebut bahwa desanya memiliki persentasi PHBS yang tinggi, yakni mencapai 83%. Maka dari itu, kata Riswan, desanya menjadi salah satu desa yang nantinya akan mewakili Belitung di lomba tersebut untuk tingkat provinsi.

“Alhamdulillah desa kami ini PHBSnya termasuk tinggi, persentasenya 83%. Karena itu, desa kami menjadi salah satu perwakilan dari Kabupaten Belitung untuk ikut lomba ini di tingkat provinsi,” kata Riswan.

Senada dengan Maya Suganda, Sekretaris Kecamatan Tanjung Pandan, Zaindra Jaya menyebut bahwa PHBS menjadi salah satu upaya untuk menurunkan angka prevalensi stunting.

Hal itu, kata Zaindra, memang benar adanya, karena telah terbukti bahwa Kecamatan Tanjungpandan angka prevalensi stuntingnya berada dalam kondisi aman.

“Kami alhamdulillah sebenarnya memenangkan dua lomba, yakni PHBS dan Germas. Selain itu, stunting di sini juga termasuk dalam kondisi yang aman, yakni 17,7%. Nah, kalau zona merah itu yang persentasenya di atas 20%,” tutup Zaindra.Spotberita.com Sumber DISKOMINFO PROV KEP BABEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *