PANGKALPINANG,SpotBerita – Keributan Kembali terjadi di salah satu SPBU yang ada di wilayah Kota pangkalpinang dengan No Registrasi SPBU 24 – 33170 yg berada di simpang lampu merah terminal kampung keramat jumat malam (10/12/2021).

Keributan tersebut terjadi karna di picu oleh salah satu petugas nozel SPBU 24 – 33170 simpang lampu merah kampung kramat kepada salah satu konsumen.

Salah satu oknum karyawan nozel wanita berlaku tidak sopan terhadap pelanggan pada saat melakukan pengisian (BBM) Bahan bakar minyak jenis pertralit.

Diana Salah satu konsumen saat di konfirmasi wartawan “lintasan berita” mengatakan bahwa beliau sangat Kecewa dengan pelayanan di SPBU tersebut.

Pada saat saya melakukan pembayaran petugas SPBU berlaku tidak sopan kepada saya pak “konsumen” dengan cara menepis uang yang saya berikan sehingga mengakibatkan uang tersebut terjatuh.” Ujarnya

Petugas wanita tersebut juga memaki dan memarahi saya dengan nada kasar “tidak sopan” Sehingga membuat tensi saya pada saat itu menjadi panas hingga terjadi keributan dan mengakibatkan keramaian di SPBU.

Karena kejadian tersebut pengisian BBM di SPBU 24 – 33170 tersebut dihentikan sehingga banyak konsumen yg sudah mengantri merasa kecewa dan marah atas insiden yg terjadi di SPBU tersebut.

Berdasarkan pantauan wartawan LB Lintasanberita.Com di SPBU 24 – 33170  Simpang lampu merah terminal kampung keramat Pangkalpinang, kendaraan roda dua mengantre panjang untuk mengisi BBM jenis pertralit dan Pertamax.

Antrian tersebut melebar ke sisi badan jalan hingga menyebabkan kemacetan arus lalulintas diarea tersebut.

“Susah kali nyari bensin sekarang pak Kami sampai bawa dirijen ke SPBU ini. Dari tadi sore ngantri, tapi sampai sekarang belum ada kebagian bensin kami,” ujar budi salah satu warga di sana.

Senada, kekosongan BBM juga terjadi di seluruh SPBU Pangkalpinang Petugas SPBU memasang papan informasi bahwa BBM jenis Pertamax, Pertalite lagi kosong.

Kondisi itu menyebabkan para pengendara merasa sangat kecewa, Sejumlah pengendara motor terpaksa mengisi bensin eceran di pinggir jalan. (adm)

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.