Foto : Danlanal Babel, Kolonel Laut (P) Dudik Kuswoyo SE MTr Hanla (kiri) saat menggelar konferensi pers. (ist)

BANGKA,SpotBerita – Menanggapi Isu yang berkembang di masyarakat seputaran Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka dan sekitarnya perihal seorang anggota POM AL yakni Kapten Salam (almarhum) diduga meninggal dunia akibat terdampak Virus Covid – 19 di Palembang baru-baru ini justru menjadi  perhatian masyarakat Bangka Belitung (Babel) khususnya di Kecamatan Belinyu.

Oleh karenanya pihak Pangkalan Angkatan Laut Bangka Belitung (Lanal Babel) pun menggelar giat konferensi pers, Sabtu (6/6/2020) dipimpin langsung oleh Danlanal Babel Kolonel Laut (P) Dudik Kuswoyo SE MTr Hanla, Mikron Antariksa Ketua Sekretariat Pusdalops Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Provinsi Babel, Dr. Bangun dari Kepala Karantina Kesehatan Pelabuhan Pangkalpinang, M. Nursi dari Kepala BPDB Kabupaten Bangka, Boy Yandra Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Bangka, serta Sertu Dedi Sudarman Perwakilan Koramil 0413 – 07/Merawang.

Kepada Pers Babel, Komandan Pangkalan Angkatan Laut Bangka Belitung (Danlanal Babel) Kolonel Laut (P) Dudik Kuswoyo S.E.,M.Tr.Hanla dalam Konferensi pers di rumah Dinas Lanal di Jl.Kihajar Dewantara No.16, Sungai Liat, Kabupaten Bangka Induk, Sabtu, 06/06-2020, menyampaikan kronologis situasi yang sebenarnya terjadi bahwa awalnya Almarhum Kapten Salam sebelumnya sempat minta izin pulang ke Palembang.

“Alasanya karena orang tua meninggal dunia, setibanya disana Almarhum Kapten Salam mengalami sakit yang kemudian dirawat di rumah sakit Charitas," kata Danlanal.

Lanjut Danlanal, selama perawatan di rumah sakit Charitas Almarhum Kapten Salam sampai meninggal dunia, namun saat meninggalnya pada tanggal 29 Mei 2020 belum dapat dipastikan penyebab meninggalnya (diduga Covid 19, namun hasil swab belum keluar dr RS.Charitas PLB).

“Setelah tiga hari meninggal almarhum baru diketahui penyebab meninggalnya berdasarkan hasil Swab dari rumah sakit Charitas,” beber Danlanal.

Berdasarkan hasil Swab dari rumah sakit, ternyata Almarhum Kapten Laut Salam kemungkinan terpapar virus bukan di Bangka, karena pada saat di Bangka Almarhum Kapten Salam sudah pernah di Rapid di bangka dan hasilnya negatip.

“Seandainya Almarhum Kapten Laut Salam terdampak Covid di Bangka tidak mungkin akan diijinkan pulang ke palembang, jadi Almarhum kemungkinan kena Virus bukan di Bangka,” tegas Dudik lagi.

Untuk itu Komandan Pangkalan Angkatan Laut Bangka Belitung Kolonel Laut (P) Dudik Kuswoyo S.E.,M.Tr.Hanla menghimbau kepada seluruh masyarakat bangka khususnya masyarakat Kecamatan Belinyu dan sekitarnya agar jangan panik dan takut untuk melakukan komunikasi dengan jajaran anggoota TNI AL yang ada di Bangka khususnya dikecamatan Belinyu dan sekitarnya

Karena saat mendengar kabar meninggal Almarhum Kapten Laut Salam, Danlanal segera mengambil tiindakan melakukan pengecekan dan pengetesan Rapid test terhadap semua anggotanya.

“Alhamdulillah saat mendengar kabar tersebut, saya memerintahkan semua anggota melakukan Rapid test yang ternyata semuanya negatip” tegas Danlanal.

Pada kesempatan itu juga Danlanal meminta maaf kepada seluruh masyarakat bangka khususnya masyarakat kecamatan Belinyu dan sekitarnya, kalau sat itu Dan Lanal belum berani memberikan keterangan apa – apa, karena pada saat itu hasil test Almarhum Kapten Laut Salam belum keluar

“Saya mohon maaf kepada masyarakat karena saat kejadian itu saya belum berani memberikan keterangan apa -apa karena saya belum tahu hasil test dari rumah sakit," pungkasnya.

Di tempat yang sama Sekertaris Gugus tugas Covid-19 Bangka Belitung Mikron Antariksa menyampaikan turut berduka cita atas berpulangnya salah satu anggota Lanal Almarhum Kapten Salam.

Dalam penyampainnya Mikron menegaskan bahwa memang benar apa yang disampaikan Danlanal Babel. (*/red)

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.