Foto : Saat ini bila malam hari dari belasan unit lampu yang terpasang justru hanya satu unit lampu PJU solar cell yang menyala di sepanjang ruas jalan jembatan Kembar (baru) Baturusa ini. (Lukman)

PANGKALPINANG,SpotBerita — Jembatan kembar Baturusa mulai beroperasi pada 22 Desember 2018 atau dua tahun lalu. Namun proyek ini justru dinilai banyak kalangan masih menuai masalah, diantaranya adalah padamnya lampu bertenaga surya, Rabu (15/7/2020).

Bahkan sebelumnya, Kamis (21/3/2019) lalu, ketika itu tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka dipimpin langsung oleh Kajari Bangka, Jeffry Huwae, dengan didampingi Kasi Intel Andre, Kasi Pidsus Aditya Sulaiman beserta puluhan wartawan melakukan pengecekan langsung ke lapangan.

Saat itu, menurut Manager Project PT Ricky Kencana Sukses Mandiri (KSM), M Thoib saat diwawancarai. Ia mengatakan, setelah pihaknya melakukan kroscek pada permasalahan lampu penerangan jalan umum (PJU) per kemarin. Memang diakui pihaknya, ada masalah pada bagian controller dari PJU yang sudah terpasang.

“Jadi setelah dikroscek ada 18 titik yang bermasalah dari lampu jalan tadi, sementara kalau harga per satuan yang diketahui adalah 18 juta rupiah per unitnya, dan sudah include semua termasuk tiang beton,” jelasnya lewat ponsel, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (22/3/2019) yang tahun lalu.

Terpisah, Kasi Intel Kejari Bangka Andri Sulaiman SH mengatakan perihal Solar Cell PJU baturusa yang dikeluhkan warga karena sering padam di malam hari, Ia mempersilahkan pihak media langsung klarifikasi pada Satker PJN.

“Sebab kan saat itu kalau gak salah sama kamu juga kita bareng kroscek ke lapangan soal solar cell yang bermasalah. Dan saat itu, kami dan Pak Kajari berkirim surat ke Kepala Satker agar segera mengganti seluruh batere solar cell yang berlabel SNI,” kata Kasi Intel Andre Sulaiman, SH dalam wawancara doorstop di beranda kantor sementara Kejari Bangka.

Lebih jauh Kasi Intel mengatakan bahwa sepanjang yang diketahuinya, permasalahan Solar Cell PJU Baturusa memang belum sepenuhnya selesai. Namun demikian pihaknya ikut mengawasi walaupun diakui olehnya pengawasan yang sesungguhnya ada pada pihak Kejati Babel.

“Karena kan Satker APBN ya, kalau dari kami sudah maksimal dengan melayangkan surat pada Kepala Satker beberapa waktu yang lalu, oia sebentar ya bang saya ada tukang yang datang ke rumah dinas, jadi besok-besok aja datang lagi kesini,” ucap dia.

Sebelumnya (29/3/2019) yang lalu, Kasi Intel Kejari Bangka sempat mengeluhkan sikap pihak Satker PJN terkesan tak tanggap terhadap permasalahan PJU Solar Cell Jembatan Kembar Baturusa, pasalnya pihak Kejari sudah berkirim surat resmi agar Satker PJN segera menindaklanjuti temuan rusaknya beberapa lampu PJU solar cell.

“Secara teknis di lapangan memang dilihat seperti itu, padahal secara administratif, Kepala Kejaksaan Negeri sudah berkirim surat resmi pada Kasatker PJN. Tapi sesampai di lapangan kita melihat Satker PJN ini belum maksimal. Bahkan perwakilan kontraktor itu justru stand bye disitu (jembatan –red) sampai malam,” ungkap Kasi Intel Kejari Bangka.

Sekedar diketahui, ketika permasalahan matinya lampu PJU Solar Cell mencuat di medio Maret 2019 yang lalu. Dalam wawancara di tahun lalu, Manager Project PT Ricky Kencana Sukses Mandiri, M Thoib mengatakan bahwa sejauh informasi yang masuk pada dirinya, diketahui justru tidak ada masalah. Dan lampu PJU solar cell yang tadinya bermasalah sudah menyala. Tinggal hitungan durasi ketahanan accu menyimpan tenaga dari panel surya.

“Ini per hari ini (Jumat, 29/3/2019) seluruh accu yang terpasang kita ganti semua, agar semuanya sesuai spek, oia terima kasih atas pemberitaan berimbang,” katanya, Jumat siang (29/03/2019).

Selain itu, media berupaya lakukan coverboth stories dengan mendatangi kantor Satker PJN di kawasan bandara lama. Namun sayangnya dua kali disambangi awak media, pihak Satker belum memberikan respon yang maksimal.

“Pak Kasatker lagi keluar, besok saja kesini lagi,” ujar petugas keamanan di depan lobby kantor, Senin 13/07 kemarin. (Lukman)

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.