Belitung

Tak Punya Biaya Pengobatan, Pria Asal NTT Tinggalkan Tunggakan Tagihan Rumah Sakit

* Anggota DPR RI Rudianto Tjen Jadi Terenyuh

Foto : Beginilah kondisi fisik Sandro saat ini masih menjalani pengobatan di UPT RSUD dr H Marsidi Sujono, Tanjung Pandan. (Ist)

BELITUNG,SpotBerita – Hampir sepekan Sandro Ahmad (23) warga pendatang asal Desa Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten SIKKA, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kini mesti kembali menjalani perawatan serius oleh tim medis UPT Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr H Marsidi Sujono, Kota Tanjung Pandang, Kabupaten Belitung.

Kondisi tubuh pria ini terlihat begitu kurus bahkan wajahnya pun tampak pucat. Saat ini Sandro panggilan akrabnya hanya bisa pasrah dengan kondisi penyakit yang dialaminya saat ini.

Jangankan untuk bergerak bebas, Sandro pun kini sama sekali tak dapat berdiri normal layaknya manusia normal, hal itu lantaran kondisi fisiknya saat ini malah tak memungkinkan ia bisa bergerak maksimal.

Pria muda asal NTT ini diketahui terbilang baru 2 tahun merantau ke Kota Tanjung Pandang, Kabupaten Belitung guna mencari nafkah hidup.

Foto : Kondisi kesehatan Sandro saat ini sangat memprihatinkan, akhirnya pria asal NTT kembali menjalani perawatan di RSUD dr Marsidi Sujono Tanjung Pandan. (Ist)

Kesehariannya menurut Gustiani (32) warga Kota Tanjung Pandan, Belitung dikenal sebagai pekerja sosial masyarakat (relawan) ini mengatakan jika Sandro diketahui pekerjaanya sebagai buruh lepas alias penyelam tembak ikan di perairan Belitung.

Namun tanpa disangka Sandro, akhirnya pria ini pun saat ini justru mendapat musibah penyakit semacam penyakit koreng pada bagian bokongnya.

“Awalnya habis menyelam Sandro mengeluh rasa sakit seperti keram. Nah mulai dari situlah ia tak bisa bergerak dan lama beristirahat sehingga akhirnya kondisi bagian bokongnya seperti ada korengan gitu,” ungkap Gustiani kepada reporter spotberita.com, Senin (21/9/2020) malam.

Tak hanya penampakan koreng terlihat pada bagian bokong Sandro, namun pada bagian pinggulnya tampak bolong hingga kondisi fisik Sandro sangatlah mengkhawatirkan atau butuh perawatan serius dari tim ahli medis rumah sakit.

Foto : Sejak Sandro mengalami derita sakit hingga kini, relawan asal Kota Tanjung Pandan ini (Gustiani) senantiasa menjaga  Sandro. (Ist)

Sebelumnya pun Gustiani mengaku jika Sandro sempat menjalani perawatan di UPT Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Marsidi Sujono, Tanjung Pandan Belitung selama hampir sepekan.

Selanjutnya lantaran dianggap kondisi kesehatan Sandro agak membaik akhirnya pria NTT ini pun dipulangkan dari rumah sakit tempatnya berobat.

Foto : Gustiani. (Ist)

Namun lagi-lagi beban bagi Sandro ketika hendak pulang dari rumah sakit setempat ia justru mesti memikirkan biaya pengobatannya selama dirawat di rumah sakit setempat.

Terlebih menurut Gustiani, biaya pengobatan atau perawatan Sandro sendiri di RSUD dr Marsidi Sujono justru dari hasil sumbangan atau bantuan para paguyuban keluarga besar NTT yang ada di provinsi kepulauan Bangka Belitung.

“Namun itu pun tak cukup saat kemarin pembayarannya tagihan rumah sakit, malah masih ada tunggakan sekitar Rp 2 jutaan lagi yang mesti dilunasi,” ungkap Gustiani yang juga merupakan anggota Lembaga Investigasi Negara (LIN) Provinsi Kep Bangka Belitung ini.

Gustiani sendiri mengaku dirinya merasa sangat kasihan lantaran kondisi kesehatan pria perantauan asal NTT ini saat ini masih saja tak membaik.

Namun Gustiani sendiri malah mengaku sangat kecewa terkait oknum petugas di intansi terkait merasa keberatan dan banyak alasan saat ia mencoba meminjam kasur tandu untuk tempat tidur Sandro di rumah kontrakan.

Terlebih pihak intansi Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Belitung menurutnya terkesan tak peduli terhadap musibah yang dialami warga perantauan asal NTT ini (Sandro). Sebaliknya pihak intansi Dinas Sosial Belitung hanya bisa meminta dirinya untuk bisa menjaga Sandro selama masa pengobatan.

“Apapun yang terjadi sebagai relawan saya tetap punya tanggung jawab kemanusiaan namun tidak semestinya pihak Dinsos Belitung dalam hal cara terhadap warga perantauan itu (Sandro — red),” sesalnya.

Lanjutnya, hampir sepekan pula Sandro kembali terbaring tak berdaya di kasur ruangan Keremunting RSUD dr Marsidi Sujono Tanjung Pandan lantaran kondisi kesehatannya kini dianggapnya semakin parah.

Meski begitu Gustiani sendiri berharap agar Sandro segera diberikan kesembuhan oleh Yang Maha Kuasa, sehingga Sandro pun bisa berkumpul kembali bersama keluarga.

Namun tak disangka pula, musibah yang dialami pria asal NTT ini pun (Sandro) justru mengundang peduli dari seorang anggota DPR RI asal Bangka Belitung, Ir Rudianto Tjen.

Anggota DPR RI ini pun baru mengetahui setelah ia mendapatkan informasi, Senin (21/9/2020) malam dari tim reporter media ini, hingga Rudainto Tjen pun langsung mengutuskan anggota DPRD Kabupaten Belitung, Selasa (22/9/2020) menjenguk kondisi pasien (Sandro) di RSUD dr Marsidi Judono tersebut guna untuk dibantu.

“Besok (hari ini — red) dibesuk sama anggota DPRD Belitung,” kata politisi asal PDIP ini dalam pesan singkatnya (What’s App/WA) yang diterima, Senin (21/9/2020) malam. (tim)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close