Bangka

Tolak Kegiatan Pengerukan Alur, Empat Perahu Datangi Kapal Isap PT SMB

Foto : Seorang ABK tampak menyaksikan sejumlah perahu kecil mendatangi kapal PT SMB. (Ist)

BANGKA,SpotBerita – Sedikitnya 4 buah perahu, Sabtu (26/9/2020) siang mendatangi kapal milik PT Seputih Makmur Bersama (SMB) yang berada di perairan Jelitik, Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Kedatangan sejumlah perahu tersebut sama sekali tak diduga oleh para anak buah kapal (ABK) kapal isap milik PT SMB (Mehad 2) yang kebetulan saat itu memang berada di kapal tersebut.

Bahkan para ABK pun mengaku sama sekali tak menyangka jika massa berjumlah tak lebih dari 15 orang tersebut tak hanya mendatangi kapal PT SMB.

Sebaliknya massa saat itu sempat melontarkan kalimat bernada peringatan kepada para ABK saat itu sedang berada di dalam kapal isap milik PT SMB.

Foto : Inilah sejumlah perahu yang mendatangi kapal isap milik PT SMB. (Ist)

Sementara itu Humas PT SMB, Deny Wijaya membenarkan kejadian kapal milik perusahaannya (PT SMB) sempat didatangi 4 buah perahu di perairan Jelitik Sungailiat, Sabtu (26/9/2020) siang sekitar pukul 12.30 WIB.

“Iya saya sudah dapat laporan tadi siang. Ada kejadian 4 perahu mendatangi kapal PT SMB,” kata pria yang akrab disapa dengan sebutan nama bang Ipung ini kepada reporter spotberita.com, Sabtu (25/9/2020) malam di Sungailiat.

Menurutnya, kejadian tersebut sempat membuat kaget sekaligus keresahan terhadap ABK yang ada di kapal milik PT SMB saat itu.

Terlebih yang sangat disesalkanya saat kejadian siang itu justru 4 perahu bermuatan massa dan mendatangi kapal isap milik PT SMB tersebut justru kapal perusahaanya kondisinya sama sekali belumlah beroperasi.

“Padahal kapal kita saat itu sama sekali tidak beroperasi atau beraktifitas di perairan setempat,” ungkapnya.

Humas PT SMB ini sempat pula mengungkapkan kembali jika dalam kejadian itu berdasarkan informasi atau laporan dari para ABK yang berada di dalam kapal isap PT SMB yakni massa yang tak dikenal dengan menumpang 4 perahu itu sempat mengeluarkan kalimat bernada larangan.

“Massa saat itu menggunakan bahasa daerah (bahasa Bangka — red) namun dengan maksud melarang kalau kapal kita beraktifitas. Padahal kapal kita sama sekali belum beroperasi,” ungkap Deny.

Kapolres Bangka AKBP Widi Hariawan melalui Kasat Polair Polres Bangka, Iptu Asmadi pun membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Iya memang ada,td anggota kita ke lokasi kapal isap pasir menggunakan kapal patroli. Lap dr anggota dilapangan ada 2 kapal isap pasir masing2 milik PT Pulomas dan PT SMB kedua kapal didatangi oleh belasan org yg mengaku masy nelayan yg tinggal di nelayan 2 Sungailiat,” kata Kasat Polair Polres Bangka, Sabtu (26/9/2020) malam.

Diterangkanya perwakilan nelayan itu sempat naik ke atas kapal dan meminta kapal2 tsbt unt tdk melakukan kegiatan pengerukan pasir krn wilayah tempat tinggal mrka mengalami abrasi,” kata Asmadi.

Asmadi pun tak menampik pula jika kedua kapal isap tersebut saat itu memang mengalami gangguan teknis. Meski begitu diyakininya jika situasi keamanan kondusif.

“Memang saat ini kedua kpl tdk bekerja krn msh ada perbaikan2. Situasi kondusif, setelah perwakilan nelayan menyampaikan maksud dan tujuan mrka,tdk lama mrka kembali kedarat dg dikawal angt kita mengunakan kapal patroli,td cuaca jg agak kurang bersahabat,” imbuhnya. (tim)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close