DPP PPSI Sarankan Pemerintah Untuk Memperhatikan Kami Karena Bagian Dari Warisan Budaya Dunia Non Benda.

Spotberita – Jakarta. KORMI adalah singkatan dari Komite Olahraga Masyarakat Indonesia, organisasi nasional yang menjadi wadah tunggal bagi berbagai induk organisasi olahraga (INORGA) rekreasi untuk membina, mengembangkan, dan mengkoordinasikan olahraga masyarakat.
Salah satunya PPSI ( Persatuan Pencak Silat Indonesia ) yang merupakan wadah berkumpulnya perguruan silat yang ada di Indonesia yang berbasis silat tradisional sebagai warisan budaya bangsa Indonesia.
PPSI mengadakan Rakernas DPP PPSI di gedung kemenpora Jakarta untuk mengadakan musyawarah nasional sekaligus memperingati penetapan pencak silat sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO 12 Desember 2019 – 12 – Desember 2025 dan silaturahmi Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Pencak Silat Indonesia yang saat ini ketua umum Galih Santika Fadila Kusuma,S.S, M.SI dan Sekum Yoyo Yahya,S.H. dan Ketua Pelaksana Bob Febrian, Minggu (14/12/2025).
Diawali dengan sambutan dari para pesilat yang menampilkan gerakan silat masing masing perguruan untuk menyambut undangan yang hadir.
Laksamana (Purn) Dadang Irawan selaku pembina PPSI dalam sambutannya sangat apresiasi akan PPSI sehingga diharapkan bisa berkiprah lebih besar dalam menjaga warisan budaya Indonesia ini. Lanjut Ðadang pada intinya kerjasama PPSI dengan Kemendes sehingga akan membuat program Jawara Jaga Desa .
Galih Santika dalam sampaikan bahwa pemerintah tidak hanya membina satu organisasi saǰa karena kami juga ada sehingga selain Rapat kerja nasional juga diskusi panel pencak silat , festival pencak silat tradisional dan deklarasi jawara jaga desa serta Tahun depan di Batam mengumpulkan 30 Negara yg sama – sama membina Warisan Budaya non Benda dari Unesco – pungkasnya.
[Spotberita/redaksi]



