NasionalppsiTravel
Trending

Silaturahmi Ketum PPSI di Jejak Sejarah Kesultanan Kadriah Pontianak, Menguatkan Nilai Islam dan kebudayaan.

Silaturahmi Ketum PPSI di Jejak Sejarah Kesultanan Kadriah Pontianak, Menguatkan Nilai Islam dan kebudayaan.

spotberita – Pontianak – Di tepian pertemuan Sungai Kapuas dan Sungai Landak, sejarah panjang Kesultanan Kadriah Pontianak kembali dihidupkan melalui silaturahmi penuh makna.

Ketua Umum PPSI, Galih Santika, bersama rombongan melakukan kunjungan kepada Ibu Suri Kesultanan Kadriah Pontianak sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan sejarah dan nilai perjuangan para pendahulu.

Kesultanan Kadriah Pontianak sendiri berdiri sejak 23 Oktober 1771, didirikan oleh Sultan Syarif Abdurrahman al-Qadri. Sosok ini bukan hanya dikenal sebagai pemimpin wilayah, tetapi juga sebagai tokoh penyebar dakwah Islam yang meletakkan dasar peradaban di Kalimantan Barat. Berawal dari pembukaan lahan di pertemuan dua sungai besar, kawasan tersebut berkembang menjadi kota strategis yang kini dikenal sebagai Pontianak.

Ketua Umum Persatuan Pencak Silat Indonesia Galih Santika Bersama.Ibu Suri Kesultanan Kadriah Pontianak Kalimantan Barat.

Jejak kejayaan kesultanan masih dapat disaksikan hingga hari ini. Istana Kadriah yang berdiri megah dari kayu belian di Kampung Beting, serta Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman, menjadi simbol awal berdirinya kesultanan sekaligus pusat aktivitas keagamaan masyarakat. Tak jauh dari sana, kompleks pemakaman Batu Layang menjadi saksi bisu perjalanan panjang para Sultan Pontianak.

Silaturahmi yang dilakukan PPSI bukan sekadar kunjungan seremonial. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menggali kembali nilai-nilai perjuangan, mempererat hubungan, serta memperkuat identitas budaya dan keislaman yang telah diwariskan turun-temurun.

Nama besar kesultanan ini juga tak lepas dari sosok Sultan Hamid II, yang dikenal sebagai perancang awal Lambang Negara Indonesia, Burung Garuda. Kontribusinya menjadi bukti nyata bahwa warisan Kesultanan Kadriah memiliki pengaruh luas hingga tingkat nasional.

Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Dr. (H.C ) Johan Amin yang telah menginisiasi kunjungan tersebut. Inisiatif ini dinilai sebagai langkah strategis dalam merawat sejarah sekaligus meneguhkan semangat persatuan bangsa.

Poin penting dalam kunjungan ini terlihat jelas:

  • Menghidupkan kembali nilai sejarah dan dakwah Islam dalam kehidupan modern
  • Memperkuat hubungan antara organisasi dan institusi budaya
  • Meneguhkan identitas kebangsaan melalui warisan sejarah
  • Menjadikan kesultanan sebagai sumber inspirasi pembangunan peradaban

Kesultanan Kadriah Pontianak hari ini bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan sumber inspirasi masa depan. Di tengah arus modernisasi, nilai agama, budaya, dan kebangsaan yang diwariskan tetap relevan sebagai fondasi membangun Indonesia yang berkarakter dan berdaulat.

[Spotberita/redaksi]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button