Daerah

Mayjen TNI (Purn) Dwi Jati Utomo : Yayasan Jawa Barat Bangun Bangsa Akan Berkontribusi Pada Masyarakat Jawa Barat.

Spotberita – Jabar. Setelah selesai renovasi dan kembali akan dioperasikan bersama kami di yayasan Jawa barat Bangun Bangsa .

Hadir Gubernur Jabar H. Dedi mulyadi bersama forkopimda dan kepala dinas bersama yayasan Jawa Barat.

Mayor jenderal TNI purnawirawan Dwi jati Utomo selaku ketua umum yayasan Jawa Barat bangun bangsa menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran bapak Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi dimana kehadiran bapak merupakan kehormatan sekaligus energi moril bagi kami untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Jawa Barat menuju masyarakat Jawa Barat istimewa.

 

Yayasan Jawa Barat bangun bangsa adalah transformasi dari tim pemenangan barisan gawe Rancage pasangan kang Dedi dan kang Erwan pengurus dan anggota yayasan terdiri dari 14 partai politik pendukung dan lebih dari 360 unsur relawan maka ijinkan memperkenalkan pengurus ini yang pertama ketua dewan pembina Irjen pol purnawirawan doktor Anton charlian .

 

Semoga yayasan ini bisa berkontribusi dan kolaborasi dengan dinas maupun organisasi lain yang ada di Jawa Barat.

Gubernur Jabar H. Dedi Mulyadi saat sambutan Yayasan Jawa Barat Membangun Bangsa.

Dedi sampaikan barat ini banyak problematika yang harus terselesaikan karena minimnya anggaran beratnya beban anggaran dan kemudian juga ekspektasi warga yang sangat luar biasa tetapi di hari Selasa ini yang tanggal 30 Desember bapak ibu mungkin tanpa harus saya membanggakan diri sudah bisa melihat merasakan apa yang dilihat dalam setiap hari ada perubahan hampir merata di seluruh provinsi Jawa Barat.

Dari rumah saya dipenuhi orang untuk mengadu tiap hari gedung sate dipenuhi orang untuk mengadu bahkan provinsi Jawa Barat pemerintahannya terhindar dari hiruk pikuk politik kita lebih pada konsen aspek yang bersifat sosial dan penanganan penanganan sosial yang dalam setiap waktu harus kita selesai Kita paham bahwa hari ini sudah bisa melihat jalan-jalan mulai lebar dan halus ada bangunan PJU yang tertata ada jembatan yang terhubung antara di Pangandaran dengan anggaran yang sangat besar ada jaringan drainase yang terkonektivitas secara baik ada tingkat kebersihan yang semakin baik ada nyali nya warga Jawa Barat hari ini rasa menjadi memiliki kepercayaan diri yang sangat tinggi karena kalau bicara algoritma pada hari tak membicarakan jawaban setiap hari pasti ngomongnya Jawa Barat.

Hari ini adalah kepemimpinan yang sangat sederhana kalau dibuka itu anggaran Pemda provinsi Jawa Barat anggaran rutinnya saja tinggal 25% karena anggaran pusatnya menurun tajam dan kita juga harus menuruni lagi tapi angka pembangunannya naik 1000% ini nah akhirnya apa yang harus kita selesaikan hari ini ada ancaman di gradasi lingkungan itu terjadi karena terpisahnya adat dengan pembangunan karena terpisahnya adat dengan pembangunan pembangunan menggunakan otak kiri sedangkan adat menggunakan otak karena pembangunan menggunakan otak kiri maka didasarkan pada angka-angka dan analisis akademik tapi dalam perjalanannya ternyata analisis akademik bisa digeserkan oleh kepentingan yang yang organik.

Dari seluruh ancaman ini kini mulai terasa ketika saya memimpin sungai menyempit laut kehilangan mangrovenya hutan-hutan gundul pembangunan perumahan pemukiman jorjoran degradasi lingkungan terjadi dalam setiap waktu sehingga bencana longsor banjir terus terjadi dan orang berkata kenapa sepanjang semenjak Dedi Mulyadi memimpin banyak bencana.

Terjadi karena akumulasi kerusakan dan saya ditugaskan oleh Allah untuk menyelesaikan seluruh seluruh kerusakan ini.

Saya mengajak yayasan untuk peduli pada pendidikan, lingkungan sekitar dan pembangunan kampung nelayan khas Indramayu dan setiap kabupaten punya kampung khas daerah tersebut dan tanpa kemiskinan, pungkasnya.

[ Spotberita/redaksi]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button