Anggi ; Film “Teman Tegar Maria” Whisper From Papua ” membawa pesan jaga lingkungan untuk warisan generasi yang akan datang.

Spotberita- Jabar. Kelestarian hutan dan menjaga hutan menjadi tanggung jawab bersama seperti dalam Film “Teman Tegar Maria” Whisper From Papua ” besama Dinas Kebudayaan berlokasi di Ciwalk XXI – Cihampelas Walk No. 160 .Rabu (21/01/26).

Anggi sampaikan pertama itu 1000 penonton terima kasih Bandung selain itu saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semuanya film ini ini bukan tentang Papua tapi ini tentang hidup kita bagaimana kita bisa menyelamatkan hidup kita karena Indonesia tidak lepas dari bencana apapun yang kita bisa lakukan hanyalah bagaimana kita kembali terkoneksi dengan alam dan memandang masyarakat adat bukan cuma sekedar mereka yang harus menjaga hutan tapi bahwa kita pun harus kembali terkoneksi dengan alam bahwa di tengah bencana uang tidak lagi menyelamatkan kita tapi pohonlah yang menyelamatkan kita.

Candra produser sampaikan Sequel dari film tegar ada yang udah nonton film tegar film tegar kita mencoba meskipun mungkin kurang populer tapi film tegar ditonton oleh 1,7 juta anak di Indonesia yang 95% itu anak SD dan SMP kita masuk bagaimana inspiring teacher generation jadi bagaimana memberi inspirasi kepada generasi muda dan kemudian film tegar juga diputar di 22 negara kita menang di Iran di Rusia di Chicago di Tokyo di China di Turki dan masih keliling dan dengan semangat yang sama kita pengen kembali lagi membuat film dengan mungkin tema lingkungan karena ini bukan hanya tugas dari beberapa orang kita harus sama-sama berkontribusi terhadap krisis iklim dan bagaimana menyampaikannya dengan sangat renyah dan ibu sutradara sudah membuatnya dengan sangat baik dan mudah-mudahan kita butuh dukungan tanggal 5 Februari 2026 dia akan tayang.

Kadispbudpar propinsi Jabar Dr. Iendra Sofyan, S.T., M.Si. sampaikan Film ini dirancang dibuat dan diproduksi oleh orang Bandung dan produsen di Bandung biasanya produser itu ada di Jakarta nah sekarang Mbak Anggi ini dari a sampai z diproduksinya di Bandung bahkan ada yang mengusulkan mas Gilang Ramadan mengusulkan ingin mengangkat kembali Bandung menjadi kota film mudah-mudahan ini bisa kita wujudkan ya dari senior kita nih Gilang Ramadan gitu ya dua hari lalu kita ketemu baik yang kedua ya ini film ini memang saya sepakat ini lebih tepat dan mungkin segmennya adalah untuk anak-anak karena betul-betul ini melihatkan bahwa keberanian dan kepedulian anak-anak dan mengingatkan anak-anak kita untuk masa depan bahwa hutan ini harus dijaga begitu ya kemudian yang ketiga secara kebetulan ini yang sedang diperjuangkan oleh pak gubernur pak KDM 2 hari lalu kami rapat mengenai penyelamatan gunung Ciremai kita sedikit berantem dengan PNGC Gubernur bilang bahwa soal hutan adalah urusan saya hutan tidak boleh digunduli hutan tidak boleh dieksploitasi dan lain sebagainya jadi pak gubernur punya kebijakan ingin menanam mengembalikan gunung dan hutan kembali kepada semula mohon dukungannya untuk itu begitu jadi rekan-rekan atau teman-teman yang peduli terhadap hutan tadi ada komunitas penanam pohon kita sudah menanam pohon jutaan di beberapa kawasan.
Mungkin masih belum selesai tapi kita akan ini kan itu bukti bahwa ini seiring dengan film ini meskipun contohnya adalah ada di Papua ya sayang banget kalau Papua yang tadi sangat tertutup oleh hutan kemudian digunduli begitu tetap ternyata itu adalah kenyataan ya motong pohon itu gitu ya nantinya sedikit-sedikit nanti menjadi bukit di gunduli hampir habis semua mudah-mudahan tidak terjadi demikian Jawa Barat yang sudah ditulis sekarang sudah terlihat dampaknya banjir di Karawang banjir di Bekasi dan lain sebagainya itu dampak dari hutan memang yang kita gunduli ini mohon doanya sekali lagi pak gubernur sedang menyelesaikan menyelamatkan gunung dengan menanam pohon dan menghilangkan izin-izin penebangan-penebangan pohon , pungkasnya.
[Spotberita/redaksi]




