
Spotberita – Jabar- Ketua DPD PERBASI Provinsi Jawa Barat, Epriyanto Kasmuri, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan audiensi dengan Ketua Umum KONI Jawa Barat sebagai bagian dari koordinasi organisasi. Langkah tersebut ditempuh menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) PERBASI Jabar tahun 2026.
Audiensi tersebut, kata dia, merupakan bentuk komunikasi kelembagaan antara cabang olahraga dengan induk organisasi di tingkat provinsi. Selain itu, pertemuan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi sekaligus penyampaian agenda strategis organisasi ke depan.
“Dalam kapasitas saya sebagai Ketua PERBASI Jabar, kami memang beraudiensi dengan Bapak Ketua Umum KONI Jabar. Kami ini ibarat anak dalam satu induk olahraga yang perlu bertemu dengan orang tua. Pak Budiana menyampaikan selamat bermusyawarah dan akan mengirimkan Pak Arief (Prayitno) sebagai wakil untuk menghadiri Musda,” ujar Epriyanto, Kamis malam 12 Februari 2026 di Bandung.
Ia menjelaskan, Musda 2026 menjadi agenda penting karena salah satu mata acaranya adalah pemilihan Ketua Umum DPD PERBASI Jawa Barat periode 2026–2030. Oleh sebab itu, koordinasi dengan KONI Jabar dinilai penting agar seluruh tahapan berjalan sesuai aturan organisasi dan AD/ART yang berlaku.
“Dalam waktu dekat kami akan melaksanakan Musda 2026, salah satunya memilih Ketua Umum periode 2026–2030. Maka kami merasa perlu berkoordinasi dengan KONI Jabar,” kata Epriyanto.
Selain membahas agenda Musda, Epriyanto juga memberikan klarifikasi terkait keberatan dari sejumlah pengurus cabang (Pengcab/Pengkot) terhadap persyaratan penjaringan calon ketua umum. Surat keberatan tersebut diketahui ditembuskan kepada DPP PERBASI dan Ketua KONI Jawa Barat.
Ia menegaskan, pihaknya telah melakukan klarifikasi baik kepada DPP maupun kepada KONI Jabar. Hasilnya, tidak ada instruksi untuk mengubah ataupun membatalkan persyaratan yang telah ditetapkan oleh tim penjaringan.
“Dari DPP maupun KONI tidak ada perintah untuk merubah atau menganulir persyaratan. Kami hanya diminta melakukan klarifikasi atas keberatan yang disampaikan,” tegasnya.
Menjawab pertanyaan terkait kemungkinan perubahan syarat pencalonan, Epriyanto memastikan seluruh ketentuan tetap diberlakukan sebagaimana keputusan awal. Dengan demikian, setiap bakal calon wajib memenuhi seluruh persyaratan administratif yang telah ditentukan.
“Persyaratan untuk maju sebagai bakal calon tetap diberlakukan. Tidak ada yang dihilangkan atau diubah karena memang tidak ada arahan untuk itu,” jelasnya.
Terkait komposisi peserta Musda, Epriyanto menyebutkan bahwa Jawa Barat memiliki 27 kabupaten/kota yang secara struktural menjadi peserta. Namun, dalam pelaksanaannya dimungkinkan adanya kategori peserta penuh maupun peninjau sesuai ketentuan forum.
Jawa Barat terdiri dari 27 kabupaten/kota dan semuanya adalah peserta. Soal nanti ada yang berstatus peninjau atau lainnya, itu teknis di dalam forum,” ujarnya.
Epriyanto berharap Musda PERBASI Jabar 2026 dapat berlangsung tertib, demokratis, dan menjunjung tinggi semangat kebersamaan. Ia menekankan bahwa tujuan utama organisasi adalah memperkuat pembinaan dan meningkatkan prestasi bola basket Jawa Barat.
“Saya menghimbau agar musyawarah ini kita laksanakan dengan baik dan tertib, sehingga basket Jawa Barat semakin maju ke depan,” pungkas Epriyanto.
[Spotberita/redaksi]




