
Spotberita – Babel. Bertempat di pantai Tapak Antu Bangka Belitung berlangsung kenaikan tingkat sebagai bukti kemajuan daya tangkap latihan dengan bergantinya sabuk yang dipakai anggota perguruan Bayu Sejati.

Sirait, S.H., MH, Ketua umum Perguruan Pencak Silat Bayu Sejati, memberikan semangat dan motivasi kepada Para Murid yang telah melaksanakan ujian Kenaikan sabuk, ada yg dari sabuk Mulai dari sabuk Putih sampai dengan Sabuk Hitam, Rutin setiap Periode selalu diadakan kenaikan sabuk bagi murid padepokan perguruan silat Bayu sejati kegiatan kenaikan sabuk ke 37.
Perguruan Pencak Silat Bayu Sejati adalah organisasi seni beladiri yang berbasis di Kepulauan Bangka Belitung (Babel), dipimpin oleh Guru Besar Atok Hermansyah. Perguruan ini fokus pada pelestarian seni budaya asli Indonesia.
Perguruan ini Menjunjung tinggi nilai persaudaraan, disiplin, kejujuran, serta melestarikan warisan seni dan budaya asli Indonesia.
Terakhir Sirait sampaikan dengan melakukan kegiatan kenaikan sabuk ini sebagai salah satu upaya regenerasi dalam melestarikan silat tradisi dan mengembangkan tradisi silat guna diteruskan dan dilestarikan bagi generasi yang akan datang dan dengan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia (Intangible Cultural Heritage) oleh UNESCO pada 12 Desember 2019 dalam sidang di Bogota, Kolombia.
UNESCO mengakui pencak silat memiliki nilai-nilai penting seperti persaudaraan, koneksi sosial, serta seni bela diri yang diturunkan antar generasi.
Terakhir pengakuan ini diberikan karena silat dianggap lebih dari sekadar bela diri, melainkan mencakup persaudaraan, seni, dan nilai budaya yang kuat, pungkasnya.
[Spotberita/redaksi]


