Amrah : Rencana Strategis Disnaker Pangkalpinang. Pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) sendiri.

Spotberita- Pangkalpinang. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti, SH.,MH sampaikan kabar baik terkait kondisi ketenagakerjaan di kota tersebut. Berdasarkan data rilis terakhir dari Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka di Pangkalpinang mengalami penurunan dari 5,98% pada tahun 2024 menjadi 5,73% per Agustus 2025 di kantor Disnaker Pangkalpinang, (15 /03/26).
Lanjutnya bahwa tren pengangguran di Pangkalpinang selama beberapa tahun terakhir mengalami fluktuasi. Tren tersebut naik pada periode 2020-2021, kemudian turun pada 2022-2023, naik kembali pada tahun 2024, dan kini kembali menunjukkan penurunan hingga Agustus 2025.
Penurunan tingkat pengangguran terbaru ini diduga dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Di antaranya adalah peningkatan program pelatihan kerja, kerja sama yang terjalin dengan berbagai institusi, pelaksanaan program magang nasional, serta berbagai program penciptaan lapangan kerja yang diluncurkan oleh pemerintah.
“Penurunan pengangguran ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan ekonomi kota. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan peluang kerja bagi masyarakat Pangkalpinang,”
Meskipun demikian, pihaknya belum dapat memastikan apakah tren penurunan ini akan berkelanjutan. Disnaker Pangkalpinang masih menunggu data perkembangan tren dari bulan September hingga Desember 2025 untuk melihat kecenderungan yang lebih jelas.
Selain membahas kondisi pengangguran, Amrah juga mengungkapkan rencana strategis Disnaker Pangkalpinang. Pihaknya sedang merencanakan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) sendiri. Langkah ini merupakan realisasi dari visi dan misi Wali Kota dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di kota tersebut.
Fokus utama dari program pelatihan yang akan diselenggarakan di BLK nantinya adalah pada pelatihan bersertifikasi.
Sertifikasi tersebut akan dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Tujuannya adalah agar peserta pelatihan memiliki keahlian yang diakui secara nasional, sehingga mampu berkompetisi baik di dalam maupun luar kota Pangkalpinang.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap peserta yang mengikuti pelatihan memiliki keterampilan yang terstandarisasi dan diakui secara luas. Dengan demikian, peluang mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang layak akan semakin besar,” pungkasnya.
[Spotberita/redaksi]
