Anugerah Ujang Eneng Budaya Cilik 2026 Bandung mangantar M. Jibriel Al-Qarnie dan Alika Raysa Rahma dari Cianjur menjadi juara.

Spotberita Jabar. Ina ketua pelaksana ajang anugerah ujang eneng cilik 2026 tingkat kota Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya sejak usia dini melalui gelaran Anugerah Ujang Eneng Budaya Cilik 2026.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah edukasi yang menanamkan nilai kemandirian, kepercayaan diri, dan kecintaan terhadap budaya Indonesia pada anak-anak.
Ketua pelaksana, Ina, menegaskan bahwa kegiatan ini bukanlah ajang untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai sarana menambah pengalaman bagi peserta. Ia menyampaikan bahwa fokus utama acara ini adalah pendidikan dan pembentukan karakter anak, khususnya dalam hal kemandirian dan kemampuan public speaking, bukan sekadar hiburan lomba semata.
“Ke depan, kita ingin mendidik anak-anak agar lebih mandiri dan berani tampil. Ini adalah bagian dari edukasi budaya yang dikemas secara menarik,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihak penyelenggara menargetkan agar dari kegiatan ini lahir perwakilan terbaik Kota Bandung yang akan menjadi duta kebaya dan batik cilik di tingkat nasional. Program ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya Indonesia.
Tahun sebelumnya, kegiatan serupa telah sukses digelar di Bogor pada 2025. Untuk tahun 2026, Bandung diharapkan mampu mengirimkan perwakilan terbaik yang bisa mengharumkan nama daerah di kancah nasional.
Dalam ajang ini, Alika Raysa Rahma dari Cianjur berhasil meraih gelar Eneng Cilik 2026, sementara M. Jibriel Al-Qarnie juga dari Cianjur dinobatkan sebagai Ujang Cilik 2026.
Orang tua Jibriel, Desti, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian sang anak. Menurutnya, kemenangan ini menjadi motivasi besar bagi Jibriel untuk terus berkembang di masa depan. Ia juga menilai ajang ini sangat positif karena mampu melatih kemampuan komunikasi dan keberanian anak-anak di depan publik.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama untuk melatih public speaking anak-anak. Harapannya ke depan akan semakin banyak event seperti ini untuk mengembangkan budaya Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu, Jibriel mengaku sangat senang dan bangga bisa meraih juara pertama sebagai Ujang Bandung 2026. Ia berharap dapat terus belajar dan membawa nama baik daerah di ajang yang lebih tinggi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peran orang tua juga semakin aktif dalam mendukung minat dan bakat anak, khususnya dalam mengenal dan mencintai budaya bangsa. Ajang seperti ini menjadi langkah nyata dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya berbakat, tetapi juga berkarakter dan berbudaya, pungkasnya
[Spotberitaredaksi]




