“Aing Kabayan” Hadirkan Sosok Baru: Dari Lugu Jadi Cerdas dan Penuh Makna
“Aing Kabayan” Hadirkan Sosok Baru: Dari Lugu Jadi Cerdas dan Penuh Makna

Spotberita Bandung — Dunia perfilman Sunda kembali bergairah. Dalam gelaran Puspa Karya 2026, sebuah film berjudul Aing Kabayan resmi diperkenalkan ke publik. Film garapan sutradara Chandra Gautama ini digadang-gadang menjadi wajah baru Kabayan—bukan sekadar tokoh jenaka, tetapi juga sosok yang cerdas, saleh, dan penuh nilai kehidupan.
Diproduksi di bawah manajemen Abah Pandi, film ini mengangkat kearifan lokal tatar Sunda untuk disajikan sebagai tontonan yang juga menjadi tuntunan bagi masyarakat Indonesia.
Selama ini, karakter Kabayan dikenal luas sebagai sosok lucu dan terkesan “bloon”. Namun, melalui Aing Kabayan, penonton akan diajak melihat sisi lain dari karakter legendaris tersebut. Kabayan digambarkan sebagai pribadi yang lugu, tetapi memiliki kecerdasan alami, religius, dan menjunjung tinggi nilai luhur budaya Sunda. Pendekatan ini diharapkan mampu mengubah persepsi publik sekaligus menghidupkan kembali filosofi Kabayan yang lebih mendalam.

“Perbedaan antara lugu dan terlihat bodoh itu tipis. Di situlah kekuatan cerita ini,” ungkap Chandra Gautama. Ia menegaskan bahwa film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menyentuh sisi moral dan etika yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
Dari sisi produksi, Abah Pandi memastikan bahwa proyek ini digarap secara profesional dengan tim yang solid. Ia juga menambahkan bahwa film ini akan menyisipkan pesan moral dan nilai akhlakul karimah, sebagai respons terhadap kondisi sosial yang dinilai tengah mengalami krisis moral.
Menariknya, Aing Kabayan membuka peluang besar bagi masyarakat, khususnya warga Jawa Barat. Dalam waktu dekat, tim produksi akan menggelar open casting untuk pria dan wanita usia 20 hingga 70 tahun. Kemampuan berbahasa Sunda dengan logat khas menjadi salah satu syarat utama.
Lokasi syuting direncanakan mengambil latar alam Jawa Barat, termasuk kawasan Gunung Tampomas di Sumedang, dengan dukungan sejumlah investor lokal. Sekitar 90 persen pemain akan berasal dari Jawa Barat, sementara sisanya melibatkan artis dari luar daerah.
Sejumlah nama mulai mencuat akan terlibat dalam film ini, salah satunya Citra Kirana. Selain itu, beberapa artis papan atas juga disebut akan bergabung, meski masih dirahasiakan oleh tim produksi.
Tak hanya film, Puspa Karya 2026 juga menampilkan ragam batik dari berbagai daerah di Indonesia, menjadikan acara ini sebagai perpaduan antara seni, budaya, dan industri kreatif.
Dengan konsep yang kuat dan pesan yang mendalam, Aing Kabayan diharapkan menjadi lebih dari sekadar film hiburan. Ia hadir sebagai refleksi budaya sekaligus pengingat nilai-nilai kehidupan yang mulai terlupakan.
[Spotberita/redaksi]




