Wali Kota Bandung Resmikan Grand Opening Primaya Rajawali Hospital
Wali Kota Bandung Resmikan Grand Opening Primaya Rajawali Hospital

Spotberita – Jabar. Transformasi layanan kesehatan di Kota Bandung kembali menunjukkan kemajuan. Primaya Hospital Group resmi membuka Primaya Rajawali Hospital, yang sebelumnya dikenal sebagai Rumah Sakit Rajawali. Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.
Pembukaan ini menandai perubahan besar menuju fasilitas layanan kesehatan terintegrasi berbasis layanan unggulan dengan standar klinis modern. Primaya Rajawali Hospital kini mengusung pendekatan multidisiplin untuk memberikan penanganan pasien yang lebih komprehensif dan terukur.
Rumah sakit ini menghadirkan berbagai layanan unggulan seperti Onkologi Center, Mother and Child Center, Trauma Center, hingga pengembangan layanan seperti Vascular Center, Brain Center, serta Urologi dan Nefrologi Center. Selain itu, Primaya juga menghadirkan terapi modern seperti imunoterapi dan kemoterapi untuk penanganan kanker, serta layanan diagnosis dan perawatan penyakit jantung.
Dalam sambutannya, Muhammad Farhan menyampaikan apresiasi atas hadirnya fasilitas kesehatan ini. Ia menilai kehadiran Primaya Rajawali Hospital menjadi bagian penting dalam penguatan ekosistem layanan kesehatan di Kota Bandung.
“Kami menyambut baik perkembangan layanan kesehatan di Bandung. Kehadiran rumah sakit dengan sistem terintegrasi dan berbasis teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan akses layanan yang cepat, tepat, akurat, dan berkualitas bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, CEO Primaya Hospital Group, Leona Karnali, menegaskan bahwa transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan langkah strategis dalam memperluas akses layanan kesehatan berkualitas di Jawa Barat, khususnya Bandung.
“Kami tidak hanya melakukan rebranding, tetapi juga pengembangan menyeluruh pada sistem layanan, teknologi, dan standar klinis agar pasien mendapatkan penanganan terbaik,” jelasnya.

Direktur Primaya Rajawali Hospital, dr. Budiyanto, menambahkan bahwa transformasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sistem layanan hingga pengalaman pasien.
Ia menjelaskan, rumah sakit kini telah mengimplementasikan digitalisasi melalui Electronic Medical Record (EMR), standar clinical pathway berbasis evidence, serta penguatan budaya patient-centered care. Selain itu, tersedia juga aplikasi Primaya yang memungkinkan sistem rujukan internal antar jaringan rumah sakit, sehingga pasien dapat memperoleh second opinion tanpa harus berpindah fasilitas.
Pesan Kebangsaan dari Ceu Popong
Dalam kesempatan tersebut, Pengawas Yayasan Kemanusiaan Bandung, Popong Otje Djunjunan atau yang akrab disapa Ceu Popong, turut menyampaikan pesan kebangsaan yang menginspirasi.

Ia mengingatkan bahwa dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 terdapat empat amanah besar bagi seluruh rakyat Indonesia, yaitu melindungi bangsa, menyejahterakan bangsa, mencerdaskan bangsa, dan menjaga perdamaian dunia.
Menurutnya, setiap elemen bangsa memiliki peran masing-masing dalam menjalankan amanah tersebut.
“Siapa yang harus melindungi bangsa? Kita semua, termasuk di RS Primaya yang bertugas melindungi masyarakat dari penyakit,” ujar Ceu Popong.
Ia juga menyinggung pentingnya peran pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan.
“Untuk menyejahterakan bangsa menjadi bagian pemerintah, kementerian sosial, dan juga para pengusaha atau orang mampu, karena faktanya masih banyak masyarakat yang hidup dalam kondisi kurang sejahtera,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa mencerdaskan bangsa merupakan tugas para guru melalui Kementerian Pendidikan, sementara menjaga ketertiban dan perdamaian dunia menjadi tanggung jawab para diplomat serta Kementerian Luar Negeri.
“Tinggal kita bertanya pada diri sendiri, siapa kita dan di mana peran kita. Termasuk RS Primaya, tugasnya jelas melindungi masyarakat dari penyakit,” tegasnya.
Promo dan Komitmen Layanan

Dalam rangka grand opening, Primaya Rajawali Hospital juga menghadirkan berbagai promo menarik. Di antaranya diskon 50% untuk konsultasi dokter spesialis serta paket screening kesehatan mulai dari Rp299.000 yang berlaku hingga 30 Juni 2026. Paket ini mencakup pemeriksaan kanker, tes darah lengkap, urine, rontgen, hingga USG gratis. Tersedia pula paket pemeriksaan jantung lengkap termasuk EKG.
Menutup pernyataannya, Leona Karnali menegaskan komitmen Primaya dalam menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Primaya Rajawali Hospital telah bekerja sama dengan berbagai mitra penjaminan, mulai dari perusahaan asuransi, BPJS Kesehatan, hingga BPJS Ketenagakerjaan.
“Kami berharap kehadiran Primaya Rajawali Hospital dapat menjadi solusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya.
[Spotberita/redaksi]




