Tuti Turimayanti , SE : Peringatan Hari Kartini 2026, DPRD Jabar Dorong Perempuan Berani Ambil Peran Strategis
Tuti Turimayanti , SE : Peringatan Hari Kartini 2026, DPRD Jabar Dorong Perempuan Berani Ambil Peran Strategis

Spotbetita Bandung, 21 April 2026 — Momentum Hari Kartini dimanfaatkan untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan bangsa. Dalam sebuah forum dialog yang digelar oleh Komisi Informasi Jawa Barat, seorang anggota DPRD Provinsi Jawa Barat menegaskan pentingnya perempuan berani mengambil peran strategis di berbagai sektor.

Tuti Turimayanti , SE ketua DPC PDIP KBB dan sekarang Komisi 1 Bidang pemerintahan sampaikan Kegiatan yang berlangsung di Kota Bandung ini menghadirkan mahasiswa dan aktivis perempuan sebagai peserta diskusi. Forum tersebut membahas tantangan sekaligus peluang perempuan dalam mengisi ruang publik, baik di legislatif, eksekutif, dunia pendidikan, maupun sektor lainnya.
Dalam sambutannya, narasumber menyoroti sosok Raden Ajeng Kartini sebagai pelopor perubahan paradigma perempuan Indonesia. Kartini dinilai berhasil membuka jalan bagi perempuan untuk memperoleh pendidikan dan kesetaraan.
“Perempuan Indonesia harus berdiri kuat, terutama dalam hal pendidikan dan kapasitas diri,” ujarnya.
Selain Kartini, ia juga menyinggung keteladanan tokoh perempuan lain seperti Dewi Sartika, Fatmawati Soekarno, serta Cut Nyak Dien yang telah memberikan kontribusi besar dalam sejarah bangsa.
Kuota Perempuan Belum Optimal
Dalam paparannya, ia mengungkapkan bahwa keterwakilan perempuan di parlemen masih belum maksimal, meskipun secara regulasi telah diatur kuota minimal 30 persen.
“Secara aturan sudah ada afirmasi, tetapi implementasinya belum memenuhi harapan,” katanya.
Ia menilai peringatan Hari Kartini harus menjadi momentum evaluasi sekaligus dorongan agar perempuan semakin berani terlibat dalam pengambilan keputusan.
Tantangan Nyata di Lapangan
Sejumlah tantangan masih dihadapi perempuan, khususnya di Jawa Barat. Di antaranya adalah:
• Tingginya angka pernikahan usia dini
• Minimnya akses dan dukungan terhadap pendidikan perempuan
• Stigma sosial yang masih membatasi peran perempuan pada ranah domestik
“Masih ada anggapan perempuan cukup mengurus dapur, sumur, dan kasur. Padahal, perempuan adalah pilar utama pembangunan bangsa,” tegasnya.
Pendidikan Jadi Kunci
Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan faktor utama dalam menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas. Perempuan, menurutnya, memiliki peran sentral sebagai pendidik pertama dalam keluarga.
“Bagaimana kita bisa mendidik generasi masa depan jika kualitas pendidikan kita sendiri masih rendah?” ujarnya.
Selain itu, perempuan juga dituntut untuk mandiri secara ekonomi serta berani menyuarakan pendapat dan melawan ketidakadilan secara proporsional.
Pesan untuk Generasi Muda
Kepada generasi muda perempuan, khususnya mahasiswa, ia berpesan agar terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan, literasi, dan kolaborasi.
“Perempuan masa depan harus siap mengisi ruang-ruang publik. Mereka harus berani, cerdas, dan mandiri,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari lingkungan, termasuk keluarga dan pasangan, agar perempuan dapat berkembang secara optimal.
Harapan ke Depan
Peringatan Hari Kartini 2026 diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi penggerak perubahan nyata bagi perempuan Indonesia, khususnya di Jawa Barat.
“Semangat Kartini harus terus hidup, menjadi energi bagi perempuan untuk berani melangkah dan mengambil peran di mana pun mereka berada,” pungkasnya.
[Spotberita/redaksi]




