Musyawarah Palang Merah Indonesia Kota Bandung Resmi Dibuka Walikota Bandung.

Spotberita- Jabar. Bertempat di LT 2 Gedung PMI Kota Bandung dilaksanakan kegiatan musyawarah kerja Palang Merah Indonesia Kota Bandung Tahun 2026.
Dihadiri walikota Bandung M.Farhan, ade koesjanto ketua PMI dan Kombespol Purn DR.H.Ruhanda, SE.,M.Si dan pengurus PMI tingkat kecamatan SE kota Bandung.

Ketua PMI kota Bandung Ade koesjanto sampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada bapak walikota Bandung M.Farhan selaku dewan pelindung dari kota Bandung yang senantiasa memberikan dukungan perhatian serta atensi yang luar biasa kepada palang merah Indonesia .
Arahan beliau selalu meningkatkan kami bahwa pelayanan kemanusiaan yang harus hadir secara nyata cepat tepat dan dirasakan langsung manfaatnya bagi masyarakat pernyataan beliau dan setiap kegiatan-kegiatan juga menyampaikan ucapan terima kasih dan pengharga kepada wakil ketua PMI Jawa Barat Kombespol.Purn DR.H.Ruhanda,SE.,M.Si yang mewakili palang merah Indonesia Jawa Barat secara khusus apresiasi akan ada ketua dan seluruh pengurus PMI Kecamatan se kota Bandung yang selama ini tetap kompak guyub.
Bersama pengurus PMI Kota Bandung dalam kebersamaan untuk menjadi kekuatan utama kita dalam memaksimalkan pelayanan kemanusiaan sebagaimana yang selalu diingatkan oleh bapak walikota Bandung kepada kita semua kami juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh unsur yang ada di Kota Bandung.
Musyawarah kerja banyak Kota Bandung tahun 2026 ini dilaksanakan sebagai amanat organisasi sebagaimana tertuang dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga palang merah Indonesia sekaligus juga menjadi forum strategis untuk menyusun arah kebijakan dan program kerja PMI Kota Bandung tahun 2026 tema yang diusung yaitu penguatan kinerja PMI Kota Bandung untuk pelayanan kemanusiaan yang profesional dan paripurna.
Makna bahwa kemanusiaan tidak cukup hanya dilaksanakan dengan baik tetapi harus profesional responsif akuntabel dan menyentuh hati masyarakat ini bukan sekedar agenda rutin organisasi melainkan sarana evaluasi refleksi serta perbaikan program agar PMI Kota Bandung semakin siap menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat tepat dan berkelanjutan.
Komberpol.Purn DR.H.Ruhanda, SE.,M.Si wakil ketua PMI Jawa Barat sampaikan PMI adalah gerakan kemanusiaan dan berharap melalui musyawarah kerja ini baik di kota Bandung dapat merumuskan program kerja yang terpukul persis dan berdampak luas sinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dan ini memang harus diperkuat PMI tidak bisa bekerja sendiri kemanusiaan adalah tanggung jawab kita bersama, pungkasnya
M.Farhan Walkkota Bandung sampaikan bagi-bagian dari peradaban manusia bahkan palang merah Indonesia di kota Bandung harus jadi yang terbaik di Indonesia dengan tekad inilah maka bersama-sama kita hadir di sini.
Kepada pak Ade terima kasih sudah jalan dari kepengurusan PMI Kota Bandung serta tentu saja kepada seluruh pengurus di PMI disuruh Kecamatan dan juga sebuah kehormatan karena pada kesempatan sekarang kita pun dihadiri oleh para dewan kehormatan PMI Kota Bandung.
Kesempatan sekarang ini saatnya kita memang betul-betul membuat sebuah program kerja yang akan berdampak langsung kepada masyarakat tantangan yang kita hadapi tentu saja tidak hanya sekedar masalah pengumpulan darah tetapi yang lebih penting adalah bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat agar mau menjadi donor darah.
Mengapa kesadaran ini penting bapak ibu sekalian Kota Bandung menurut data dari badan pusat statistik adalah kota konsumen minuman manis dalam kemasan tertinggi se-indonesia industri datanya 2024-2025 artinya apa konsumsi perkapita kita untuk minuman manis itu minuman dan kemudian saya bersama dengan dinas kesehatan melakukan croscek kepada data dari hasil cek kesehatan gratis di kalangan siswa SD dan SMP walaupun jumlahnya belum terlalu banyak tetapi angka peningkatan kegemukan dan obesitas di kalangan anak-anak SD dan SMP pun menunjukkan peran yang terus positif artinya apa dalam 20 30 tahun ke depan resiko terjadinya gangguan penyakit degeneratif terutama gangguan pembuluh darah dan lain-lain itu resikonya.
Lanjut Farhan saya baru 56 tapi sudah suntik insulin itu jadi semua karena gaya hidup karena yang saya alami ini dan diabetes tipe 2 dan kita tahu bahwa hal itu adalah satu hal yang tentu saja sangat memiliki resiko yang harus kita hadapi bersama nah kesadaran ini perlu kita bangkitkan kesadaran bahwa dari sejak anak-anak itu harus ada edukasi ajakan untuk ikut donor darah karena donor darah adalah bagian dari kesadaran untuk kesehatan, pungkasnya.
Menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada palang merah Jawa Barat yang tidak pernah tidak selalu memperhatikan palang merah Indonesia di kota Bandung karena oh beda beda kecamatannya ini masuk Kecamatan coblong ini masuk Kecamatan Bandung wetan tetapi sama-sama di Bandung Utara gitu ya salah satu wilayah yang juga memiliki risiko yang lumayan tinggi terhadap bencana khususnya ee apabila terjadi patahan Lembang.
Program Bulan Dana PMI maka saya tunjuk Asisten daerah 1 pemerintahan Kota Bandung Saya sendiri akan menjadi pengawas dari pelaksanaan ini target yang kita sampaikan berapa pak 2,5 miliar rupiah insya Allah akan kita capai bersama, pungkasnya.
[Spotberita/redaksi]




