Anna Joestiana : Pemberitaan tentang Sesar Lembang kita Tenang dan Tahu Upaya Mitigasi Bencananya.

Spotberita- Jabar. Mitigasi Bencana terhadap Sesar Lembang menjadi hal yang membuat bingung masyarakat harus kita sikapi dengan pengetahuan yang cukup.
Anna Joestiana dari relawan penggalangan bencana lembang melakukan mitigasi bencana sampaikan bahwa sampai saat ini beredar berita di kabupeten Bandung biasanya pemberitaan di media sosial ini sangat membuat kita bingung dan menakutkan sehingga membuat takut masyarakat.
Mitigasi yang pertama tetap tenang tidak usah panik yang penting kita tahu upaya-upaya mitigasinya kalau ada bencana apapun ya termasuk bencana gempa sesar Lembang , kedua tetap lindungi badan kita atau tubuh kita terus apa di bagian kepala terutama kepala bagian belakang bisa sembunyi di bawah kolong meja atau di pakai pelindung apapun ataupun bisa berdiri di sudut di sudut ruangan apabila terjadi gempa kemudian juga tentukan titik Kumpul di depan rumah kalau ada halaman cukup luas itu bisa dijadikan titik kumpul .
Lanjutnya Cara lebih jauh bahwa kalau bicara Sesar Lembang itu selain berdasarkan bukti-bukti ilmiah ternyata orang tua kita juga Karuhun urang Sunda juga jauh sebelum para peneliti Belanda ini mengetahui secara Lembang leluhur kita sudah tahu akan terjadi akan ada ada sebesar Lembang di mana buktinya buktinya ada di dalam naskah pujangga manik ini abad 15 abad masehi nah di naskah itu disebutkan ada cerita Sangkuriang yang membendung situ membendung sungai diibaratkannya terjadi kemunculan secara Lembang kemudian yang kedua di kabuyutan batu karut di daerah Banjaran ada yang namanya gamelan gorong renteng Mbah Bandong biasanya dibaqakan 14 lagu lagu yang pertama dan lagu yang ketujuh itu menceritakan tentang pesan gunung Sunda dan terbentuknya sesar Lembang ya di gamelan itu nah gamelan itu mulai di biasanya di pertunjukan ketika ada pelantikan Bupati Bandung biasanya kalau Bupati mau dilantik dikeluarkan kemudian ditabuh gamelan itu dan itu di diceritakan tentang kejadian letusan gunung Sunda dan terbentuknya Sesar Lembang.
Ada dua bagian Sesar lembang Timur berupa ciri batu batu antara 200 – 105 ribu tahun yang lalu, ada lagi Sesar lembang bagian barat disebut Galumpit dimana berbentuk retakan kecil dan jurang daerah parongpong dan cisarua berbentuk pasir.
Apabila seseorang memang bergerak sepanjang 29 KM itu akan menghasilkan gempa 6 sampai 7 skala Richter bagaimana 6 sampai 7 sekarang liter aja membuat bangunan rumah retak-retak gitu ya retak-retak belah terbelah apalagi enam terutama rumah yang tidak mempunyai tulangan atau tetapi menurut peneliti lain dikatakan bahwa itu terjadi kalau semuanya bergerak dari garis lurus bergerak ibaratnya satu gerbong bergerak kalau sebagian sebagian ternyata di dalam penelitian selanjutnya menurut profesor Awang Harun dari geologi unpad bahwa secara Lembang itu ternyata terdiri dari 6 segmen jadi kepotong-potong bukan satu gerbong tapi ada 6 gerbong ada 6 gerbong kalau di barat kereta api.
Kalau satu gerbong jatuh bisa jatuh semua dong tapi kalau ada 6 kerbau belum tentu sudah ada semua artinya secara Lembang juga karena ini terdiri dari hitam segmen tidak akan mungkin bergerak semuanya paling bergerak satu segmen atau dua segmen paling 3 segmen.
Menurut profesor alam harus tadi potensi 6-7 itu masih perlu kajian karena terbagi 6 segmen kalau 6 segmen berarti paling diperkirakan antara satu sampai dua per segmen kalau 2 segmen 4 jadi kita tidak perlu khawatir karena ternyata kajian-kajian penelitian kita masih berbeda-beda pendapat , pungkasnya.
[Spotberita/redaksi]



