M. BAGJA JAYA WIBAWA, S.H. Paparkan bagaimana UMKM Naik Kelas .

Spotberita- Jabar. Dalam sebuah pusat hunian selalu diperlukan adanya jalur untuk penyediaan kebutuhan dimana pasar tentunya sangat berarti begitupun pasar modern Batu Nunggal Kota Bandung, Jumat (09/01/26).
M. BAGJA JAYA WIBAWA, S.H.Anggota Komisi II selaku Anggota Badan Musyawarah dan Anggota Badan Pembentukan Perda sampaikan bahwa senang bisa ketemu dengan bapak-bapak ibu-ibu bisa kenal dengan dr Dodi bersama tim perahu kita.
Bagja sampaikan Ini data terakhir UMKM pelaku UMKM di kota Bandung data yang terakhir kita dapatkan di tahun 2024 baru ada sekitar 10.916 pelaku UMKM di kota Bandung memang dari persentase 2,5 juta penduduk kota Bandung angka ini sangat kecil tapi kalau kita lihat perkembangannya ibu-ibu bapak-bapak bisa lihat di tahun 2022 8.000 tahun 2023 9.000 dan tahun 2024 artinya disitu bisa dilihat konsistensi peningkatan pelaku usaha UMKM itu selalu cenderung meningkat konsisten 1000 per tahun gitu ya Dan itu harus kita sama-sama apresiasi dan juga saya juga masih kurang yakin kalau hanya 10.000 pasti banyak UMKM lain yang tidak terdaftar yang belum terdaftar nib-nya misalnya belum terdaftar di negara yang hingga tidak masuk di dalam eee kategori dan kalau terakhir 2024 10.000 dan trend-nya 1000 per tahun artinya sekarang 2026 sudah naik-naik 2000 harusnya sekitar 12.000 pelaku UMKM.
Lanjutnya ada pendapat entrepreneur society ini sebetulnya teori yang digunakan oleh ahli ekonomi yang bahasa Indonesianya target ideal wirausaha gimana menghitungnya kita menghitung dari 5% dari populasi nah Kota Bandung itu ada 2,5 juta penduduk jika 5% * 2,5 juta artinya seharusnya idealnya sehatnya sebuah kota itu ada 125.000 UMKM di kota Bandung sekarang kondisi eksisting hanya 10. 916 di tahun 2020 artinya baru hanya sekitar 0,44% gitu ya kurang dari 1% Dan ini menjadi PR kita bersama bagaimana nanti kita semua harus menjadi motivator bagi masyarakat kota Bandung lain untuk membuka usaha UMKM di bidang-bidang yang lain dan beragam.
Kita pelaku UMKM semua secara tidak langsung bapak ibu menggerakkan ekonomi masyarakat.
Karena yang pertama jumlahnya paling banyak , yang kedua menyerap banyak tenaga kerja nah ini juga secara tidak langsung bapak ibu ini sudah menyerap tenaga kerja dan yang terakhir kenapa disebut tulang punggung ekonomi nasional karena mendorong kemandirian ekonomi karena tadi tidak bergantung ke pekerjaan formal terus bapak ibu bisa memiliki kesempatan yang sama untuk membuka usaha sendiri dan yang paling penting ini tidak 100% tergantung kepada kebijakan dan bantuan dari pemerintah,
Lanjutnya hal penting meningkatkan kualitas dan inovasi produk inovasi produk artinya kita mengikuti zaman , kedua kita harus memanfaatkan teknologi dan media sosial , ketiga mah udah pasti yang kita harus menjaga kepuasan pelanggan dengan apa dengan memberikan pelayanan yang terbaik baik semua barang atau jasa yang kita jual .
Pemerintah kota Bandung hadir di situ dan pelatihan-pelatihan yang di Bandung kidul ini nanti bisa diusulkan dan dijalankan oleh pimpinan kita H Edi Senjaya sebagai anggota DPRD dapil Bandung kidul, pungkasnya.
[Spotberita/redaksi]



