Bandung
Trending

Launching pelatihan GIG Economy dan soft launching AI open innovation challenge. 

Spot berita- Jabar. Bertempat di aula Timur ITB jalan ke Ganesha 10 kota Bandung. Menghadirkan Menteri Pendidikan Tinggi Prof. Brian Yuliarto, Ph.D.Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) periode 2025-2030 adalah Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T.., Walikota Bandung Muhammad Farhan, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat saat ini adalah Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si., Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto , Jumat (30/01/26).

Dalam sambutannya Rektor ITB perubahan besar dalam dunia kerja di era transformasi digital ini ekonomi ini bukan sekedar fenomena ekonomi tapi pergeseran paradigma kerja dunia kerja sekarang menuntun eleksibilitas serta kemampuan adaptasi yang ini dimana Jawa Barat dengan bonus demografi penduduk dan penelitian dasar dan seterusnya dibangun ekonomi digital sudah menemukan potensi dirinya luar biasa untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dimana ITB Tempat belajar bukan saja mengajarkan ilmu pengetahuan secara satu arah saja tapi di sini menjadi suatu komunitas bagaimana ilmu pengetahuan selalu berinovasi yang dianjurkan dengan menghasilkan para talenta talenta baru dan menghasilkan wirausaha wirausaha baru dengan kompetensi digital.

ITB bekerja sama dengan tata kelola ekonomi digital yang berkeadilan dimana mahasiswa dan alumni berperan dalam menerima dan mendapatkan peluang dengan model ekosistem yang baru, paparnya.

Sekda Propinsi Jawa barat Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si., sampaikan sambutan gubernur Jawa barat terkait dengan GIG economy kami akan berusaha sebaik baiknya untuk mendukung program ini.

Kami punya 38 BUMD yang akan mengejar Jakarta menjadi terdepan tentunya bekerja sama dengan ITB. GIG ekonomi akan kita seriuskan bagaimana input output outcome dan impact agar jabar terdepan di era globalisasi .

Kami akan revìtalisasi karena 50 % sudah menguasai dengan gen z dan agar lebih baik dari kami sehingga masuk dalam ekosistem ekonomi Jawa barat yang sedang tumbuh 5, 2 % diatas ekonomi nasional dari belanja daerah artinya kami belanjakan semua tinggal 500.000 karena tidak boleh menyimpan uang kas daerah.

Kedua tingkat konsumsi jabar yang baik dengan inflasi yang baik 2.36% maka harga stabil dan daya beli terjaga sehingga tingkat konsumsi baik.

Ketiga investasi jabar tertinggi di Indonesia 263,6 T awalnya banyak ragu tapi dibuktikan oleh KDM dimana Target tahun ini 300 T.

Dan terakhir ekspor impor Jawa barat yang baik sehingga kita bisa menjadi terdepan nantinya dimana GIG economy adalah peluang luar biasa dan ini adalah tantangan adanya GIG economy ini dengan couching, conseling sangat perlu, paparnya.

Prof. Brian Yuliarto, Ph.D. sampaikan bahwa berkurangnya industri bisa bangkit dan menambah nilai yang besar sehingga kolaborasi antara kementrian pihak kampus termasuk ITB dan keperluan SDM yang besar tentu ITB bisa memberikan solusi terbaik.

Kalau jabar melesat memang seharusnya begitu karena banyak kampus dan ada 200 guru besar di Bandung jadi wajar itu belum tambahan Unpad dan UPI sehingga jabar sangat mumpuni bahkan harus sampai ke industri dan dengan GIG ekonomi adalah tujuan peningkatan ekonomi yang baik, paparnya.

[Spotberita/redaksi]

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button