Silaturahmi Dewan Pimpinan Daerah Keluarga Besar Rang Tanjuang (KBRT) Bandung Raya di Bajamba Kapau.

Spotberita- Jabar. Bertempat di RM Bajamba Kapau dilaksanakan silaturahmi perantau Minang Klan Suku Tanjuang bersama pemerintah daerah kota Bandung.
Suku Tanjung (Tanjuang) adalah salah satu klan (suku) dalam masyarakat adat Minangkabau yang tersebar luas di Sumatera Barat dan wilayah perantauan.
Berasal dari kawasan Luhak Nan Tigo dan dianggap sebagai salah satu suku terbesar di Minangkabau.
Mayoritas di Kota Bandung kami berusaha dalam bidang makanan dan pakaian dimana kita diajarkan di perantauan dimana bumi dipijak disana langit dijunjung dengan harapan diperantauan kita tinggal baik untuk sementara atau selamanya dan itu sudah tertanam di Masyarakat perantau Minang dimana baik dari segi ekonomi dan pemerintahan kami punya tempat di hati masyarakat Kota Bandung.

Prof Dr.Indra Gandidi ST,MT kita berkumpul bersama di bajamba Kapau untuk kita berkumpul merajut silaturahmi merajut silaturahmi untuk memperkuat rasa ditanam pasundan sebagai perantau yang telah dibentuk 2 tahun ini dan kami juga ada DPP .
Lanjut Prof Indra KBRT Adalah satu satunya organisasi menang yang ada di kota Bandung dengan tujuan agar satu rasa kedepan satu tujuan untuk memperkuat kesukaan kita di Kota Bandung sebagai perantau dalam kesempatan ini ada dari pemerintahan Kota Bandung dan telah menyampaikan perkembangan kota Bandung.
Melalui silaturahmi kedua kita jadikan memperkuat dan merajut untuk menggapai asa di tanah Sunda dan suku Tanjung Memberikan Warna di Kota Bandung.
Kita di KBRT adalah kesukuan dimana saya jadi profesor sampah di kampus dimana kamu siap bantu berbagi ilmu tentang sampah untuk memenage dan mengelola program sampah di Kota Bandung.
Sekarang Bandung mengelola sampah dipastikan gagal dan saya punya treatmen lain untuk solusi menangani sampah.
Saya berharap dengan kegiatan ini kedepan KBRT semakin jelas apa manfaat buat kota Bandung dan jangan hanya 5 tahun sekali .
Apep Insan Farid Kabid organisasi Kesbangpol Kota Bandung sampaikan bahwa berharap ini bukan hanya agenda ceremonial tetapi ada tindak lanjutnya.

Acara seperti ini untuk silaturahmi dan pastinya tempat bercerita terkait aktivitas pemantau di kota Bandung untuk sama sama membangun daerah dimana kita tinggal.
Saya apresiasi pada KBRT Bandung Raya dimana saat ini dari suku Tanjuang dan ada tambahan 1 SAS sulit Air Sepakat dan tentunya organisasi kedaerahan ini mulai masuk di kota Bandung bukan untuk mengkotak-kotakan antar suku dan sebagai sarana turut serta menunjang program kota Bandung.
Saya berharap KBRT Untuk terus mengembangkan potensi dan kapasitas diri organisasi yang hebat bukan menilai dasar seberapa besar jumlah anggotanya tetapi yang dinilai itu sejauh mana bagaimana beradaptasi dan terus memberikannya manfaat bagi masyarakat sekitarnya, pungkasnya.

Farid Pemilik Bajamba Kapau sampaikan bahwa terima kasih sudah berada di tempat ini dimana saya bukan suku Tanjung saya dari suku Jamba dimana usaha ini sudah berjalan lebih dari 5 tahun.
Selain itu kami ada nasi bancakan dekat dprd dimana saya numpang lahir di Padang sedang tinggal di Bandung dengan organisasi orang Sunda dan saat ini baru bergabung dengan organisasi Minang, semoga suku tanjung bisa berkiprah dan berkontribusi pada kota Bandung.
Semoga suku Tanjuang bisa terus berkibar dan kami senang Bajamba Kapau bisa dikunjungi suku awak, pungkasnya.
Selanjutnya dilakukan sesi wawancara dengan kesbangpol dan ditutup dengan makan bersama.
Program bundo kanduang adalah arisan dan halal bihalal dimana nanti kita akan Catat siapa yang akan ikut nanti dalam acara dan akan lakukan rapat internal tentunya.
[Spotberita/redaksi]




