
Spotberita – Jakarta, Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Kalimantan Selatan, mulai memperkenalkan nomor baru pada silat budaya (kuntau).
Ketua umum PPSI Galih Santika berencana mengadakan kembali kejurnas bahantup kuntaw pertama yang rencananya akan dilaksanakan di Jawa Barat pada bulan November 2026 di Kabupaten Bogor.
Pada prinsipnya Bahantup Kuntau ini sejenis fight (bertarung) yang menggunakan sarung tinju dan pelindung kepala yang merupakan perpaduan seni tradisi dan olahraga bela diri khas Banjar, Kuntau.

“Bahantup Kuntau merupakan gebrakan baru agar Kuntau tidak hanya dipandang sebagai seni gerak semata, tetapi juga sebagai cabang olahraga pertarungan,” jelasnya.
Dengan Bahantup Kuntau ini , Kuntau bisa naik kelas. Tradisi tetap dijaga dengan adanya ritual mambunga sebelum bertanding, namun pertarungan murni tetap jadi inti lomba.
“Bahantup sendiri dalam bahasa Banjar berarti bertarung. Setiap istilah yang digunakan dalam pertandingan tetap mempertahankan bahasa Banjar, seperti menyuntul (memukul), meninjak (menendang), dan merabahkan (menjatuhkan),” ucapnya.
“Beberapa provinsi menyambut baik dengan Bahantup Kuntau ini. Otomatis mereka juga harus belajar bahasa Banjar, terutama istilah pertandingan yang digunakan,”
Lanjutnya berharap dengan mempertahankan seni bela diri asli Banjar, yang kemudian ditopang penggunaan istilah dalam ‘bahangkup’ (bertarung juga menggunakan basa Banjar, diharapkan nantinya kuntaw bisa lebih mendunia, seperti olahraga bela diri dari luar yang tetap bersikukuh menggunakan bahasa Negara asalnya, seperti karate, taekwondo, muaythai dan juga wushu.
‘’Mereka bisa pertahankan olahraga bela diri dengan bahasa aslinya, kenapa kita tidak mencontoh hal itu dengan mempertahankan Basa Banjar untuk olahraga Bahantup Kuntaw,’’ pungkasnya.
[Spotberita/redaksi]



