Sinergi Visioner Bangun Ekosistem LKP Bandung di Era Digital
Sinergi Visioner Bangun Ekosistem LKP Bandung di Era Digital

Spotberita – Bandung — Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (FPLKP) DPC Kota Bandung menggelar kegiatan Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan talk show bertema “Sinergi Visioner Membangun Ekosistem LKP Kota Bandung di Era 5.0” di Gedung Merah Putih Telkom, Rabu (22/4).
FPLKP kolaborasi dengan pemerintah
Ketua FPLKP Kota Bandung, Zoel Ikhwan, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia industri, dan lembaga pendidikan nonformal dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Dalam sesi talk show, Wakil Ketua Komisi 4 DPRD Kota Bandung, Rizal Khairul, memaparkan peran strategis DPRD dalam mendorong pengembangan SDM melalui pendidikan nonformal, khususnya melalui lembaga kursus dan pelatihan (LKP). Ia menekankan pentingnya dukungan kebijakan agar LKP mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri.
Pentingnya sinergi visioner
Sementara itu, akademisi yang hadir turut mengulas pentingnya sinergi visioner dalam membangun ekosistem LKP yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI). Transformasi ini dinilai krusial agar LKP tetap relevan dan mampu mencetak tenaga kerja kompeten.
Dukungan kuat juga datang dari PT Telkom Indonesia. Dalam paparannya, Telkom menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan LKP melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Berbagai program akan diperkenalkan, mulai dari metode pembelajaran berbasis teknologi hingga strategi pemasaran digital guna meningkatkan daya saing lembaga pelatihan.
Tidak hanya itu, FPLKP Kota Bandung juga berencana menjalin kerja sama resmi dengan Telkom melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
kerjasama sangat diperlukan
Kerja sama ini diharapkan dapat membuka akses lebih luas bagi LKP terhadap teknologi dan program pengembangan yang dimiliki Telkom.
Dalam kesempatan tersebut, Zoel Ikhwan juga mengungkapkan peluang kerja sama internasional. FPLKP telah menjalin komunikasi dengan perusahaan penyalur tenaga kerja Indonesia ke kawasan Eropa Timur. Namun, ia mengakui masih diperlukan dukungan dari pemerintah dan DPRD untuk mendorong minat masyarakat bekerja ke luar negeri, mengingat tingginya permintaan tenaga kerja Indonesia di sektor tersebut.
“Kami berharap ada sinergi lebih kuat dari berbagai pihak agar masyarakat Bandung lebih siap dan tertarik memanfaatkan peluang kerja internasional,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem LKP yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing global.
[Spotberita/ redaksi]



