Bandung
Trending

Brigez Kota Bandung Gelar Halal Bihalal Akbar Usung Citra Positif dan 3 Program Unggulan berakhir baku hantam antar anggota

spotberita – Bandung – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Brigez Kota Bandung di bawah kepengurusan baru periode 2026–2031 menggelar Halal Bihalal Akbar pada Minggu, 12 April 2026. Kegiatan ini sekaligus menjadi penegasan arah baru Brigez: lepas dari stigma lama, fokus pada kerja sosial dan pemberdayaan.

Arif Ketua DPW Kota bandung sampaikan bahwa tema kali ini adalah menjalin kebersamaan , mempererat silaturahmi, memperkuat tali persaudaraan dan menumbuhkan keharmonisan.

‎Ketua DPW Brigez Kota Bandung, Arif Saeful Bahri jelaskan kepengurusan baru resmi berjalan untuk masa bakti 2026–2031. “Ini bukan sekadar ganti struktur. Ini komitmen membangun citra baru Brigez di mata masyarakat. Dulu kami dicap negatif. Sekarang jalur kami jelas: positif dan bermanfaat,” ujarnya.

‎lanjutnya Sehari sebelumnya, DPW Brigez Kota Bandung telah melaksanakan santunan anak yatim sebagai rangkaian kegiatan. “Kalau dulu pelantikan yang jadi agenda utama, sekarang kami dahulukan silaturahmi dan aksi sosial,” tambah Arif.

Rusmanto Humas Brigez setelah pemaparan program unggulan

‎lanjut Arif melalui Rusmanto memaparkan 3 program prioritas yang sudah berjalan:

‎1. Kelompok Usaha Bersama (KUB) Peternakan

‎Wadah pemberdayaan ekonomi anggota dan warga sekitar untuk meningkatkan keterampilan dan pendapatan.

‎2. Pabrik Tahu Kiaracondong

‎Unit usaha produktif yang dikelola anggota, menyerap tenaga kerja lokal dan jadi sumber kas organisasi yang mandiri.

3. Layanan Pengaduan 24 Jam “Brigez Peduli”

‎Brigez membuka call center via akun Instagram dan TikTok resmi @brigezkotabandung.

Fokus layanan: pendampingan warga yang kesulitan akses layanan publik, terutama rumah sakit. “Kalau ada warga luar kota tertahan di Bandung, atau pasien ditolak RS, bisa hubungi kami. Tim 24 jam siap tindak lanjuti,” tegas Rusmanto.

‎Terkait isu layanan rumah sakit, Rusmanto menyebut Brigez tak akan diam jika ada kewajiban publik yang diabaikan. “Rumah sakit punya SOP, ada BPJS, ada KIS. Kalau pasien ditolak tanpa alasan jelas, kami bantu advokasi sampai tuntas. Anggaran kesehatan itu hak rakyat,” katanya. Langkah ini, menurutnya, terinspirasi dari kasus-kasus sebelumnya termasuk di RSHS yang jadi bahan evaluasi.

Terakhir di sesi hiburan terjadi baku hantam antar anggota karena bergesekan dan memicu keributan diluar sehingga acara ditutup disaksikan bhabinkamtibmas dan kawan – kawan media yang hadir di tempat acara.

‎“Kami sadar citra tidak berubah dalam semalam. Tapi Brigez Kota Bandung akan buktikan dengan kerja. Kami tidak anti pemerintah. Kami dukung yang benar, kami ingatkan yang lalai. Karena kami ormas, tugas kami melayani masyarakat,” tutup Rusmanto

[Spotberita/redaksi]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button