
Spotberita – Jakarta . Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Pencak Silat Indonesia (DPP PPSI) terus memperkuat langkah strategis dalam pelestarian budaya dengan menjajaki kolaborasi bersama Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan di Kementerian Kebudayaan.
Kolaborasi ini menjadi pintu awal dukungan pemerintah terhadap agenda besar PPSI dalam mengangkat pencak silat tradisi ke panggung dunia.
Hadir Ketua Umum DPP PPSI Galih santika Fadila kusumah bersama Sekjen DPP Yoyo Yahya, SH dan rombongan.
Ketua Umum DPP PPSI, Galih Santika Fadila Kusumah, S.S., M.Si menegaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus upaya membangun sinergi konkret antara PPSI dan Pemerintah.
“Kami berharap Festival Silat Melayu Tradisi Internasional dapat disupport oleh Kementerian Kebudayaan, sehingga bisa menjadi event besar yang membawa silat tradisi Indonesia ke level global,” ujar Galih.
Bidik Festival Internasional Libatkan 30 Negara
Tak tanggung-tanggung, PPSI menyiapkan agenda internasional berskala besar dengan melibatkan sekitar 30 negara yang memiliki tradisi silat.
Event ini diharapkan menjadi ajang diplomasi budaya sekaligus penguatan identitas bangsa melalui warisan leluhur.
Selain festival internasional, PPSI juga telah menyusun sejumlah kegiatan nasional, di antaranya:
- Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pasanggiri dan Bahantup Kuntau
- Kejurnas Silek Melayu
- Festival silat tradisional lintas negara
Rangkaian kegiatan tersebut dirancang tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan pelestarian nilai budaya.
PPSI: Garda Depan Silat Tradisi
Sebagai organisasi yang fokus pada pelestarian pencak silat tradisi, PPSI memiliki peran penting dalam menjaga nilai filosofis, budaya, dan kearifan lokal yang terkandung dalam setiap aliran silat.
Berbeda dengan silat prestasi, PPSI menempatkan silat sebagai bagian dari identitas budaya yang harus terus diwariskan lintas generasi.
Melalui kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan, PPSI optimistis mampu memperluas jangkauan silat tradisional hingga ke tingkat internasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat budaya silat dunia.
[Spotberita/bid Informasi]



