Kajian Rutin KOPIAH F3U (Kajian Obrolan Perihal Amal Kebaikan, Iman, dan Hikmah Forum Ulama Umaro Utama Bandung) .
Spotberita- Jabar. Kajian dan obrolan perihal amal kebaikan sekarang sedang terus digalakkan kembali mengingat sudah hampir mendekati bulan Ramadhan tahun ini.
Bertempat di pendopo Kota Bandung dilaksanakan KOPIAH F3U dimana dihadiri oleh masyarakat di kota Bandung yang memberikan siraman rohani bagi pentingnya beramal dan berbuat baik.
Menghadirkan walikota Bandung M.Farhan, KH Miftah Farid dan Aat budayawan untuk membahas kajian ibadah dan muamallah di kota Bandung.
KH.Miftah Farid sampaikan bahwa kita harus berbuat baik sesama dan ada juga berdasarkan sejarah orang yang sering sholat malam akan lebih tangguh dari yang sering telat sholat subuh .
Kedua jangan dendam karena orang dendam akan selalu pusing juga jangan putus asa dan terakhir serahkan semua keputusan pada Alloh yang menjadi sumber solusi .
Dan kalau berdasarkan sejarah dunia islam dimana semuanya punya kebiasaan sholat malam dan akrab dengan Al Quran yang menimbulkan dampak senang bersilaturahmi dan senang bersama kunci membangun masyarakat di kota Bandung, paparnya.
DR.Ericj Yusuf M sampaikain bahwa kegiatan ini dimulai dari diskusi kecil yang akhirnya menjadi satu permasalahan pokok bagaimana menyikapi permasalahan yang ada di kota Bandung.
Kajian kali ini merupakan kajian yang tepat kalinya kita lakukan di toko kota Bandung dan ini merupakan wadah untuk berkomunikasi antara masyarakat dan langsung dengan walikota dan di mana masyarakat bisa langsung curhat dan walikota bisa menanggapi apa yang terjadi di masyarakat.
Masalah-masalah ibadah dan muamalah memang terus kita gencarkan apalagi kita melihat banyak program-program walikota yang sudah bagus yang harus terus kita dukung dalam perjalanan programnya ke depan, paparnya.
Aat budayawan menyampaikan permasalahan gotong royong mengandung arti bagaimana menerapkan dalam kehidupan sehari – hari apalagi pada anak yang sekarang autistik akan punya dunia sendiri.
Walikota Bandung M.Farhan sampaikan bahwa ada ramai bahwa saya tidak aman karena salah wewenang dan ada media yang menyebarkan tanpa konfirmasi sehingga Farhan sampaikan bahwa kalau ada berita jangan lihat judulnya dan lihat isinya.
Farhan sampaikan belum pernah diwawancarai dan bahkan media terpercaya pun membuat kita fasik sehingga secara kode etik jurnalistik terpenuhi .
Farhan berpendapat dimana tulisan dan apapun yang menyebutkan maka buat saya itu adalah sedekah berkah bagi yang diguncingkan sehingga saya sudah sabar dan yang setahun ini sudah minum obat jantung kata dokter terlalu banyak pikiran , paparnya.
Lanjut Farhan Kita akan buat counter narasi agar orang tidak menjadi fasik dan itulah tantangan kita hidup dalam kehidupan sosial dengan teknologi digital yang luar biasa.
Untuk sampah kita sudah pakai insenirator dan dari kementrian LH diharuskan stop dan sekarang kita pakai berbasis budaya sehingga saya buat Gaslah ( petugas pemilah) yang kita pakai untuk memilih sampah dan kita budayakan buanglah sampah pada tempatnya dan sekarang kita ganti sampah itu disimpan atau di pilih dan kata tempatnya kita buang karena tempatnya sudah penuh sekarang.
Sekarang saya juga pakai sistem siskamling dimana sistem keamanan lingkungan dengan tagline siskamling siaga bencana dan itu dibuat agar orang menghadapi risiko , paparnya.
[Spotberita/redaksi].




