Bandung
Trending

Perempuan Harus Lincah dan Tangguh di Era Kewirausahaan, Ini Pesan Inspiratif Weny Widya Hapsari

Perempuan Harus Lincah dan Tangguh di Era Kewirausahaan,Ini Pesan Inspiratif Weny Widya Hapsari

Spotberita Bandung – Semangat emansipasi perempuan di era modern kembali digaungkan melalui pandangan inspiratif dari Weny Widya Hapsari, seorang pengusaha sekaligus tokoh perempuan di Bandung. Dalam sebuah forum diskusi bertema perempuan dan kewirausahaan, Weny menekankan pentingnya kelincahan (agility), ketahanan mental, serta keberanian untuk terus belajar di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.

Weny Widya Hapsari, ST., MM dalam sesi entrepreneur di Hari Kartini 2026.

Perempuan Era Digital Harus Adaptif

Menurut Weny, perempuan masa kini—yang sering disebut sebagai “Kartini modern”—harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Ia menyebut bahwa kelincahan bukan hanya soal fisik, tetapi kemampuan untuk cepat belajar dan menyesuaikan diri dengan perubahan.

“Perempuan harus berani mencoba, tidak takut tertinggal, dan mau mengikuti perkembangan zaman, terutama di era kewirausahaan saat ini,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa di masa lalu perjuangan perempuan dilakukan melalui tulisan dan literasi, sedangkan kini perjuangan tersebut bertransformasi menjadi kemampuan memanfaatkan teknologi dan peluang digital.

Lawan Rasa Tidak Percaya Diri

Weny mengakui bahwa banyak perempuan masih menghadapi tantangan psikologis seperti impostor syndrome, yaitu perasaan tidak percaya diri meskipun memiliki kemampuan.

Ia menegaskan bahwa kesempurnaan bukan syarat untuk memulai langkah. Justru proses belajar dimulai saat seseorang berani melangkah meski belum merasa siap sepenuhnya.

“Jangan menunggu sempurna untuk maju. Proses belajar itu terjadi ketika kita berani mencoba,” jelasnya.

Kepemimpinan Bukan Soal Jabatan

Dalam pandangannya, kepemimpinan bukan tentang posisi atau jabatan, melainkan tentang tanggung jawab. Seorang pemimpin adalah mereka yang berani mengambil keputusan dan siap mempertanggungjawabkannya, terutama saat orang lain enggan melakukannya.

Pesan ini menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki kapasitas yang sama untuk menjadi pemimpin yang kuat dan berpengaruh.

Kolaborasi Jadi Kunci Penguatan Perempuan

Sebagai Ketua Womenpreneur di HIPMI Kota Bandung, Weny juga menyoroti pentingnya kolaborasi antar komunitas perempuan.

Ia menyampaikan bahwa kerja sama dengan DP3A menjadi bentuk nyata dukungan ekosistem bagi perempuan.

Menurutnya, kolaborasi ini berperan sebagai “rumah” bagi perempuan untuk belajar, berbagi, dan saling menguatkan.

“Komunitas perempuan adalah ruhnya. Dengan kolaborasi yang kuat, kita bisa membangun ekosistem yang positif dan saling mendukung,” ungkapnya.

Mental Lebih Penting dari Modal

Dalam dunia usaha, Weny menegaskan bahwa hambatan terbesar bukanlah modal finansial, melainkan mental.

Ia menilai ketahanan mental menjadi fondasi utama bagi perempuan yang ingin memulai usaha, karena dunia bisnis penuh dengan ketidakpastian.

“Modal bisa dicari, tetapi mental yang kuat adalah investasi utama. Usaha itu naik turun, dan yang membuat kita bertahan adalah ketangguhan,” katanya.

Perempuan sebagai Kekuatan Utama

Di akhir penyampaiannya, Weny mengajak perempuan untuk menyadari potensi besar dalam diri mereka. Ia meyakini bahwa perempuan adalah sosok yang kuat, tangguh, dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan sekaligus.

Pesan ini menjadi penegasan bahwa perempuan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga menjadi penggerak perubahan—baik dalam keluarga, komunitas, maupun dunia usaha.

Terakhir disampaikan Perempuan masa kini dituntut untuk lincah, berani, dan tangguh. Dengan kolaborasi, mental yang kuat, serta kemauan belajar tanpa henti, perempuan Indonesia diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi dan perubahan sosial di era kewirausahaan., pungkasnya.

[Spotberita/redaksi]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button