Jawa barat
Trending

K.H. Muhammad Ali Subhan kembali Pimpin DPD PPSI Kabupaten Kuningan.

Spotberita- Jabar. K.H. Muhammad Ali Subhan secara resmi kembali dipercaya untuk menakhodai Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Pencak Silat Indonesia (DPD PPSI) Kabupaten Kuningan. Ia terpilih secara aklamasi dalam Konferensi Daerah (Konferda) yang digelar di Lantai 3 Gedung Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, Rabu 28 Januari 2026.

Keputusan tersebut diambil setelah tidak ada calon lain yang mendaftar hingga batas waktu yang ditentukan.

Pemilihan dinilai sah dan memenuhi kuorum karena dihadiri oleh perwakilan dari 21 perguruan silat dari total 26 perguruan silat yang terdaftar di bawah naungan DPD PPSI Kuningan.

Ketua Panitia Konferda DPD PPSI Kuningan, Yudi Lesmana mengatakan, seluruh peserta sidang sepakat secara bulat memberikan mandat kepemimpinan kepada petahana untuk melanjutkan estafet pembinaan silat di Kota Kuda periode 2026-2031. “Calonnya hanya tunggal. Sesuai kesepakatan kolektif di forum sidang, semua memilih secara aklamasi Pak K.H. Muhammad Ali Subhan untuk kembali memimpin DPD PPSI Kuningan,” ujarnya.

Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar mengapresiasi tinggi kepada para tokoh dan sesepuh perguruan silat yang tetap konsisten menjaga marwah budaya. Namun DPD PPSI Kuningan sendiri harus mulai bertransformasi dalam aspek manajerial karena tantangan pencak silat saat ini bukan hanya soal teknis bela diri tapi persaingan dengan tren olahraga modern seperti Muay Thai, tinju dan MMA yang mulai melirik minat generasi muda.

PPSI adalah benteng terakhir pelestari seni budaya bangsa tapi tradisi tidak boleh dikelola secara tradisional sehingga membutuhkan manajemen modern terutama program kerja yang terukur, transparan dan akuntabel. Ia berharap, ketua PPSI terpilih memiliki sifat tangkas, lincah dan berani dalam mengambil keputusan sesuai simbol Kuda di identitas Kabupaten Kuningan. “Kuda Kuningan itu kecil tapi gesit dan pemberani. Hakikat pendekar harus tercermin dalam pengelolaan organisasi. Yakni, gesit dalam pembinaan dan berani bertanggung jawab,” ucapnya.

Ke depan, lanjut Dian, pemerintah daerah (Pemda) akan mendorong PPSI Kuningan untuk lebih gencar dalam dua sektor utama. Meliputi, menyelenggarakan kejuaraan terstruktur sebagai alat ukur kemampuan atlet berupa Pasanggiri (kompetisi rutin). Serta menjalin kerja sama dengan pihak hotel dan pengelola wisata untuk menampilkan atraksi pencak silat secara rutin (pariwisata budaya).

[Spotberita/redaksi]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button