Ceng Husen Generasi ke 17 Dalam Mengembangkan Teknik Beladri Militer Usik Buhun dan Kanuragan Kekebalan Dalam Padepokan Pusaka Tanjung Singguru.

Spotberita- Jabar. Mengembangkan silat tradisi dan menjaga tradisi silat harus terus dienalkan dari generasi pada generasi selanjutnya agar tetap terjaga terlebih penca silat sudah masuk pengajuan unesco sebagai warisan tak benda salah satunya Padepokan Silat Pusaka Tanjung Singguru.
Padepokan Pusaka Tanjung Singguru Mengembangkan Salah satau Dari Tiga aliran Bela diri yang ada di tanah pasundan dari masa kerjaan yaitu :
- ke 1 aliran beladiri menak yang pakai oleh para raja dan keturnan nya
- ke2 Aliran Beladri meliter yang pakai oleh para tentara kerjaan
- ke3 aliran Beladiri penca yadipakai oleh warga masyarakat aliran Beladiri Militer Usik Buhun dan Kanuragan .
Muhammad Husaeni salah satu pendiri Padepokan pusaka Tanjung singguru telah membuat Mengembakan gerakan yang dipakai oleh militer dengan nama teknik beladiri usik Buhun.
Teknik ini digunakan sebagai teknik taktis di lapangan di mana dipakai ketika sudah berhadapan dengan lawan baik itu dengan tangan kosong ataupun dengan senjata dipadukan dengan teknik Kanuragan Kekebalan.
Teknik-teknik yang digunakan adalah teknik sabetan teknik lipatan dan teknik guntingan yang mana semua mengarah pada titik-titik vital untuk melemahkan lawan saat terdesak.
Ceng Husein sapaan Muhammad Husaini dari Garut memaparkan bahwa perguruannya didirikan sejak tahun sekitaran 19 Masehi oleh syekh Nurfaqik Di masa kerajàn Timbangaten , dan sekarang sudah mempunyai murid perguruan sebanyak 15rbu Yang tersebar di berbagai daerah yaitu kebanyakan di daerah jawabarat, dan daerah kalimantan
Untuk teknik bela diri usik Buhun sampai saat ini dipakai di kesatuan Rader, Armed, Kopassus, Kostrad, Tontaipur Dan kesatuan Infantri yang mana teknik ini menjadi modal saat tentara berada di posisi terdesak Karena pada dasarnya beladiri penca silat dipakai pada saat membela diri bukan untuk unjuk kekuatan apalagi menimbulkan kesombongan.
Ceng Husein berharap bahwa teknik usik Buhun ini kedepannya Semakin Berkemang Bermanfaat bagi Agama Dan Negara Indonesia
Dan sekarang Ceng Husen menjadi ketua dewan pimpinan daerah barisan relawan cinta tanah air sehingga sangat cocok di mana beladiri di dalamnya adalah pencak silat sebagai sarana pemersatu bangsa dan untuk menjaga tanah air Indonesia kedepannya.
Terakhir Cheng Husen sampaikan bahwa akan mengembangkan terus teknik bela diri militer dalam hal ini teknik usik militer lebih bervariasi dan lebih mengedepankan teknik yang mematikan untuk sarana membela diri bisa terdesak.
[Spotberita/redaksi]


